RSS

Slilit dan Manajemen

11 Agu

oleh: Ririn Wulandari

Slilit adalah makanan yang tertiggal di antara gigi-gigi. Slilit cukup menggangu. Selesai makan, sembari memandangi lukisan bunga-bunga abstrak, tepat di depan dibatasi meja makan yang menjulur, sy disibukkan oleh slilit yang cukup mengganggu.

Saya mulai berfikir untuk membuat skedul mendatangi Dokter Gigi langganan. Slilit memang bersalah dan menggangu kenyamanan, tidak begitu sakit, tetapi ada tekanan tak mengenakkan menghujam daerah sekitar gigi, dn mempengaruhi seluruh tubuh.

Langkah pertama adalah mengamankan kenyamanan dengan membuang slilit. Namun, apakah saya harus sibuk membuangnya setiap selepas makan?. Slilit ataukah penyebab timbulnya slilit yang perlu dihilangkan?

Struktur gigi atau kerapatan gigi barangkali menjadi penyebab, dan perlu penyelesaian dari penyebab tersebut. Dengan demikian, pemikiran saya untuk mengunjungi Dokter Gigi sugguhlah tepat.

Demikian juga yang terjadi pada organisasi atau perusahaan. Slilit berupa gangguan dari seorang pekerja atau sekelompok pekerja dapat menghambat jalannya operasional organisasi atau perusahaan, pada ujungnya mengganggu pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan.

Mengeluarkan, atau memberi pusnisment kepada seseorang atau sekelompok orang yang menjadi “slilit” bagi organisasi atau perusahaan, kali pertama memang menjadi sebuah solusi. Namun, apabila terjadi slilit yang berulang kali, maka tidak ada jalan lain untuk mengevaluasi keberlangsungan manajemen. Perlu mengkaji sistem koordinasi, perencanaan, hingga perlu untuk mengkaji dan mengevaluasi struktur organisasi.

Menurut saya, evaluasi dan pengkajian terhadap pengendalian struktur organsisasi informal merupakan langkah paling praktis dan hemat biaya.

Slilit, dimanapun apabila sudah dicabut, sungguhlah melegakan. Seperti halnya pengalaman saya baru saja sebelum mengetik tulisan ini. Lukisan bunga-bunga abstrak nampak semakin indah.

Jakarta, 12 Agustus 2016
RW

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: