RSS

SELAMAT JALAN PROF. Dr. SUHARDI, MSC…

06 Sep

oleh: Ririn Wulandari

 

Pagi itu tidak seperti pagi-pagi sebelumnya. Jum’at, 29 Agustus 2014 Saya terbangun pada pukul 05.00 WIb. Lebih siang dari hari-hari biasa. Tergopoh-gopoh saya mengecek pesan-pesan di HP. Tergugu bercampur kesedihan ketika mendapati beberapa pesan masuk yang mengabarkan  semalam Prof. Dr.Ir. Suhardi, MSc wafat setelah beberapa hari sebelumnya melewati masa kritis akibat Kanker Paru stadium IVB.

Innalillahi Wa Innailahi Rojiun.

Tanpa membuang waktu, saya berbenah dan bersiap-siap meluncur ke DPP Gerindra, sebuah tempat dimana Almarhum disemayamkan, kantornya, dimana Almarhum mendedikasikan hidupnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra selama 6 tahun untuk kemaslahatan negara dan masyarakat. Partai Gerindra merupakan salah satu partai besar saat ini. Tidak hanya karena perolehan kursi di DPR yang menempati urutan ke 3, tetapi karena Dewan Pembinanya merupakan Calon Presiden dengan perolehan suara yang hampir memenangkan Pemilu Presiden baru-baru ini. Sebuah Partai dimana saya telah memilih dan memasukinya dalam rangka memperjuangkan kemaslahatan bagi Indonesia tercinta.

Pk. 05.50 saya meninggalkan rumah untuk menempuh perjalanan sekitar ¾ jam menuju DPP. Saya melalui jalan yang biasa saya lalui. Lancar dan masih sepi. Sembari mengemudi, ingatan saya kembali kepada Prof Suhardi. Ketua Umum Partai Gerindra yang selalu membuka pintu ruang kantornya bagi siapa saja yang hendak curhat dan berbincang-bincang. Seseorang tersebut salah satunya saya. Begitulah, Prof Suhardi merupakan Pejabat Partai Gerindra pertama yang bisa saya temui dengan mudah. Prof Suhardi merupakan pribadi tenang, jujur, loyal, penuh gelora semangat, nasionalis, berkemauan kuat dan sederhana. Baginya perjalanan hidup mesti ditempuh dengan sebaik-baiknya cara. Prof Suhardi laiknya permukaan lautan yang tenang, namun di dalamnya menyimpan beribu keindahan dan pernik “kehidupan”. Prof Suhardi adalah lautan, menyimpan berbagai keinginan, loyalias kepada partai, almamater, keluarga dan negaranya, juga kekecewaan, kesedihan, serta  harapan dan kebahagian.

Menjadi Profesor justru memicu andrenalinnya untuk berbuat lebih banyak lagi kepada masyarakat. Karya-karya indahnya bukan hanya temuan-temuan yang hanya bisa diperdebatkan dalam mercu suar forum-forum ilmiah, namun lebih dari itu, yaitu bermanfaat banyak bagi masyarakat. Hal itulah yang mendorong Prof Suhardi menjadi Ketua HKTI Jogya dan mempertemukannya dengan Prabowo Subianto.

Nasionalisme Prof. Suhardi yang merupakan kecintaannya terhadap Indonesia tidak hanya sebatas wacana dan diskusi, namun diterapkan kepada dirinya dengan bertahan Puasa Gandum selama 25 tahun. Hanya seseorang yang berkemauan kuat dan mencintai negerinya bisa melakukan puasa tersebut.  Prof. Suhardi demikian berkeinginan agar pertanian rakyat bisa tumbuh. Salah satu upayanya adalah menekan impor bahan pangan dan menumbuhkan pertanian rakyat berbasis kearifan lokal. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Prof. Suhardi tidak diragukan lagi sebagai seorang Profesor Doktor, karena seseorang yang mencapai pendidikan tinggi dan berjenjang tinggi di bidang keilmuan tidak ada artinya apabila tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Prof. Suhardi telah memberikan sebanyak-banyaknya manfaat baik melalui temuan-temuan ilmiah yang penerapannya telah memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, juga kiprahnya di dunia politik melalui Partai Gerindra. Merujuk pada pendapat Prabowo Subianto bahwa Politik adalah memperjuangkan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo memberikan sambutan Pelepasan Jenazah di lapangan yang “disulap” sebagai auditorium yang didirikan secara mendadak namun terlihat megah.  Prabowo Subianto menahan tangis sembari mengatakan: “Kami beruntung dan mendapat kehormatan bekerja sama dengan Kau, Prof Suhardi, karena Kau jujur dan bersih”.  Prabowo bermata sembab nampak kehilangan. Sejauh ini Prabowo selalu berkata lantang akan menjamin pemerintahan yang bersih apabila beliau terpilih sebagai Presiden RI. Beliau tidak sekedar bicara tetapi juga memberikan bukti dengan mendudukkan seseorang yang bersih, jujur, dan nasionalis sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.  Begitulah Prof. Suhardi merupakan Icon dan Show Model atas idealisme Prabowo dan Gerindra secara umum.

Selain Prabowo Subianto yang menahan tangis dalam sambutannya, Rektor UGM juga demikian. Beberapa kali Prof. Dr. Pratikno menahan tangis di tengah-tengah sambutannnya. Auditorium Rektorat  UGM penuh sesak pelayat dan penuh kesedihan menerima Jenasah Prof. Suhardi untuk disemayamkan dan dilepas menuju pemakaman terakhir. Prof. Amin Rais, Prof. Muhaimin, dan beberapa pejabat UGM bersebelahan berdiri dengan beberapa Pejabat Gerindra.  Pilar-pilar megah gedung tersebut menjadi saksi bisu penuturan Sang Rektor tentang seorang Profesor yang bernama Suhardi. Seseorang yang tidak berkenan mempatenkan temuannya agar temuannya bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat.

Rangkaian acara dan penghormatan kepada Prof Suhardi dari mulai di DPP Gerindra, Kediaman Jogya, Rektorat UGM, hingga Pemakaman Terakhir berjalan sangat rapi dan megah. Partai Gerindra telah melaksanakan acara demi acara dengan sangat baik. Upara pemakaman dilakukan ala militer. Pasukan Garuda bekerja teratur dan terkoordinir. Irama drum band menambah kesenduan suasana.  Bunga Papan yang memenuhi tempat-tempat tersebut, yang mewakili pemesannya menyiratkan penghormatan kepada Almarhum. Para Pelayat tepekur dalam kesedihan.  Fadli John sebagai inspektur upacara menyerahkan Jenasah ke haribaan Ibu Bumi, Persada. Lubang makam pelan-pelan ditutup. Tidak berlangsung lama, tergantikan gundukan tanah. Selesai sudah lembar-lembar buku kehidupan Prof. Suhardi. Kesedihan menggayut, perih di sana sini. Sang istri tercinta menanggung luka dalam atas kepergiannya. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kemudahan bagi Ibu Dr, Lestari, putra putri, dan keluarganya.

Selamat jalan Prof….

Barangkali sangat banyak orang yang sekaliber Prof. Suhardi, baik dari segi keilmuan maupun pengabdianya ke masyarakat, tetapi tidak banyak yang melalukan dengan sebaik-baiknya cara dalam menjalani hidup, pun di tengah hingar bingar nan memekakkan Dunia Politik. Salah satunya adalah Almarhum Prof. Suhardi.  Prof. Suhardi tidak hanya menjalani Ibadah Vertical secara baik dengan melakukan sholat wajib dan sunah, puasa wajib dan sunah, Zakat dan Shodaqoh. Juga melakukan Ibadah Horizontal secara baik. Ibadah Vertikalnya menetes deras ke Ibadah Horizontal.

Salam Tabik Prof Suhardi…
Selamat Jalan…
Semoga Allah SWT berkenan memberi tempat terbaik bagi Almarhum  di sisiNYA…Aamiin YRA.

 

Jakarta, 5 September 2014

RW

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2014 in Ekonomi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: