RSS

Menengok Sejenak Karakter Jujur

26 Mei

MENENGOK SEJENAK KARAKTER JUJUR
Dr. Ririn Wulandari, SE, MM

Pengertian jujur bisa dilekatkan dengan seberapa jauh mentaati peraturan, juga bisa dipahami sebagai kesesuaian antara apa yang dibicarakan dengan apa yang tersirat di hatinya, serta berkaitan dengan apa saja yang dilakukan.

Kata “jujur” yang sekilas sederhana tersebut mempengaruhi baik tidaknya roda kehidupan berjalan. Kehidupan terdiri dari berbagai proses, bahkan milyaran proses. Mulai dari proses yg tidak kasat mata (hanya bisa diamati dari mikroskop) hingga yang kasat mata, salah satunya proses kehidupan masyarakat dan bermasyarakat. Kehidupan bermasyarakat yang terkecil adalah rumah tangga. Disisi lain, proses kehidupan masyarakat terkecil adalah proses yang terjadi pada diri sendiri. Tarik menarik antara pikiran baik dan buruk, antara tindakan baik dan buruk adalah proses kehidupan yang terjadi pada diri sendiri.

Selain itu, kejujuran merupakan salah satu karakter manusia yang terpuji. Karakter jujur merupakan syarat terjalinnya hubungan antara manusia satu dengan lainnya. Demikian juga sebaliknya, Ketidakjujuran menjadi pisau pemutus hubungan antara satu manusia dengan manusia yang lain. Tidak hanya menjadi pererat hubungan, juga menjadi penyeimbang proses kehidupan masyarakat.

Kenyataan yang terjadi bisa menjelaskan peran karakter jujur sebagai penyeimbang proses kehidupan masyarakat. Kenyataan atau permasalahan yang terjadi di Negara kita dan pada segenap komponen masyarakat disebabkan menipisnya karakter “jujur” pada masing-masing anggota masyarakat. Kalau anggota masyarakat tersebut tidak berhubungan dengan pengambilan keputusan, maka dampaknya tidak berlipat-lipat dibanding apabila ketidak-jujuran menjadi karakter sekelompok masyarakat yang mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Apalagi kalau keputusan yang diambil tersebut berpengaruh terhadap masyarakat secara luas.

Dengan demikian, hal tersebut menjadi persoalan kita bersama. Persoalan yang perlu kita selesaikan agar tidak berlarut-larut adalah bagaimana membangun karakter jujur sehingga menjadi bagian dari karakter seluruh masyarakat?. Kita bersama perlu juga menjawab pertanyaan berikut, yaitu: bagaimana peran pendidikan formal dan formal yang sedang berlangsung terhadap pembentukan karakter jujur?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu kita pikirkan, lalu mulai kita urai benang persoalan tersebut menjadi tindakan menuju perbaikan, dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil lebih dulu.

Selamat membangun karakter terpuji, dimulai dari diri sendiri..

Salam Indonesia Raya
RW

Nb: diterbitkan juga di http://www.facebook.com/ririn wulandari

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2013 in Motivasi, Sosial

 

3 responses to “Menengok Sejenak Karakter Jujur

  1. Drs. HASAN MAHMUD, M.Pd

    Maret 27, 2014 at 7:59 pm

    jujur mujur rak jujur ajur, jamane jaman edan nek ora edan ora kumanan, isih bejo wong sing eling lan waspodo

     
  2. Drs. HASAN MAHMUD, M.Pd

    Maret 27, 2014 at 8:21 pm

    CARI PROMOTOR DESERTASI ? MIMPI MEMBANGUN KARAKTER JUJUR, JUJUR MUJUR RA JUJUR AJUR, JAMANE JAMAN EDAN NEK ORA EDAN ORA KUMANAN, ISIH BEJO WONG SING ELING LAN WASPODO

     
  3. adi

    Maret 31, 2014 at 2:53 am

    Hy bu ririn

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: