RSS

Sesuatu yang Kita Inginkan

06 Mei

SESUATU YANG KITA INGINKAN
OLEH: Ririn Wulandari

Beberapa hari yang lalu, saya bertandang ke rumah seorang kawan. Obrolan kami berkisar pendidikan anak-anak. Termasuk bagaimana usaha dan fokus perhatian kawan saya sekeluarga terhadap putranya yang sedang menyiapkan diri memasuki perguruan tinggi.

Pembiacaraan dan suasana seperti itu tengah dialami peserta didik SMU dan sederajat beserta keluarganya seantero Indonesia untuk melangkah ke masa depan dengan memasuki pendidikan di Perguruan Tinggi, Fakultas, dan Program Studi yang dipilih. Pada titik ini keinginan menggebu telah melingkupi mereka untuk menjalani profesi yang diinginkan. Semisal menjadi dokter, maka Fakultas Kedokteranlah yang disasar. Untuk menjadi seorang Pengacara, maka Fakultas Hukumlah yang disasar, dan lain sebagainya. Setelah pilihan Fakultas dan Program studi ditetapkan, maka pilihan Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SPMB menjadi incaran. Selain karena berbiaya relative murah, juga karena secara umum dari segi kualitas masih di atas Perguruan Tinggi Swasta, walaupun kita tahu bersama bahwa ada beberapa Perguruan Tinggi Swasta yang kualitas lulusannya tidak kalah dengan Perguruan Tinggi Negeri.

Untuk memasuki Universitas atau Institute dengan Fakultas dan Program studi yang dipiliih, mereka mempersiapkan diri dengan belajar intensif minimal setahun sebelumnya. Sementara itu, sang orangtua sibuk menyiapkan dana yang tidak sedikit, khususnya sepuluh tahun terakhir ini yaitu sejak dimulainya Program Mandiri dan Program Internasional di berbagai Perguruan TInggi Negeri.
Pertanyaannya adalah: Apakah belajar keras dan penyiapan dana yang memadai menjamin seorang lulusan SMU dan sederajat bisa memasuki Perguruan Tinggi dengan Fakultas dan Program Studi yang diinginkan?. Jawabannya belum tentu. Kenapa? Karena Sesuatu yang kita inginkan belum tentu cocok atau sesuai dengan kita. Hanya Allah SWT yang mengetahui cocok atau tidaknya apa saja yang kita inginkan. Maka berusahalah sekuat tenaga, selanjutnya mengenai hasil serahkanlah kepada Allah SWT.

Suasana seperti  itu yang terjadi beberapa puluh tahun  lalu masih tergambar jelas. Berikut ini cerita saya

Selama setahun saya dan beberapa teman setiap hari sabtu pagi menjadi penumpang sebuah minibus milik perusahaan pabrik gula. Tujuannya adalah sebuah kota besar yang menyediakan bimbingan belajar, Maklum jaman itu Penyedia Bimbingan Belajar hanya di kota-kota besar, belum merambah kota kecil kami seperti yang terjadi saat ini. Selepas sholat Subuh, saya menunggu mobil tersebut di pinggir jalan raya. Langit masih gelap, namun harumnya rumput, pohon-pohon, dan bunga-bunga sungguhlah menambah kegairahan dan semangat. Malam hari kami tiba di rumah masing-masing. Perjalanan pulang pergi (PP) kami tempuh kurang lebih 4 jam. Kadang-kadang kami harus bermalam di sana apabila kami harus mengikuti tes evaluasi.

Belajar di kelas tak kalah kerasnya. Ibu Guru dan Bapak Guru kami demikian bersemangat dan memberikan aturan yang sangat keras sehingga mau tidak mau kami harus belajar setiap hari. Khususnya, Ibu Guru Kimia yang memaksa kami setiap hari tidak lupa untuk belajar Kimia apabila tidak ingin menanggung malu berdiri di depan kelas jika tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan, sampai ada seorang teman yang membantu dengan cara menyelesaikan soal tersebut secara tepat. Pendek kata, saya belajar keras agar lolos ujian Perintis I dan Perintis III (sekarang UMPTN). Selain belajar keras, saya tidak lupa sholat Sunah selain Sholat Wajib, ditambah dengan Puasa Senin Kamis sepanjang satu tahun, kecuali sedang berhalangan dan bulan Ramadhan. Doa yang selalu saya panjatkan adalah agar Allah SWT memilihkan fakultas dan universitas yang terbaik bagi saya dari tiga Fakultas dan tiga Perguruan Tinggi Negeri pilihan saya. Saya berusaha dan berpasrah.

Tak Urung, saya sempat patah semangat dan bersedih ketika menelan kenyataan bahwa saya tidak lolos tes di Universitas dan Fakultas pilihan pertama yang saya inginkan. Saya patah semangat dan bersedih karena pilihan pertama adalah pilihan yang sangat saya inginkan. Pilihan yang saya impikan bertahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, saya lolos tes untuk pilihan ketiga, dimana saya tidak pernah membangun mimpi untuk menjadi seseorang di bidang yang akan saya masuki. Saya tidak lolos dan lolos tes bukan sebuah kebetulan. Ternyata, saya dipilihkanNYA pada pilihan ke tiga tersebut.

Saat itu saya tidak mengetahui kalau sesuatu yang kita inginkan belum tentu sesuai bagi kita. Sesuatu yang dipilihkanNYA, itulah yang sesuai.

Saya tidak tahu bahwa Fakultas dan Universitas pilihan pertama saya tidak sesuai dengan saya. Saya mengetahui hal itu beberapa tahun kemudian. Setelah saya dengan jujur memahami kelebihan dan kekurangan saya. Setelah saya mendapatkan banyak hal dan bisa memberikan banyak hal apabila dan setelah saya belajar sungguh-sungguh di fakultas dan univeristas yang menerima saya tersebut, yaitu Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Saya bisa mempelajari Ekonomi, khususnya Jurusan Akuntansi dengan mudah dan lancar adalah salah satu indikasi bahwa Fakultas Ekonomi sesuai untuk saya. Saya katakan mudah dan lancar karena dengan seabrek aktivitas di luar perkuliahanpun saya masih bisa menyabet lulusan terbaik dari Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Saya bisa mempelajari budaya Solo yang berbeda dengan kota kecil saya. Selain itu, di Solo saya mendapatkan hal yang berharga dan dari Solo saya bisa memulai perjalanan hidup saya selanjutnya. Semua itu adalah indikator bahwa saya memang sesuai kuliah di Universitas Sebelas Maret, bukan di universitas lain di kota lain yang menjadi pilihan pertama atau kedua saya.

Begitulah, pemahaman mengenai beberapa hal yang sesuai dengan kita kadang kala datangnya terlambat.

Mengetahui hal tersebut bukan berarti lantas kita boleh mengendorkan segala upaya untuk mencapai segala keinginan kita. Kita sah-sah saja mempunyai berbagai keinginan. Hanya saja yang perlu digaris bawahi adalah perlu usaha yang baik untuk mencapainya, serta memasrahkan hanya kepada Allah SWt untuk urusan hasilnya.

Demikianlah sahabat terkasih, salam sukses dan jangan lupa untuk selalu membentangkan semangat dan optimism….

Jabat erat dari saya
RW/Mei 2013/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 6, 2013 in Motivasi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: