RSS

Keseimbangan

06 Feb

Oleh Ririn Wulandari

Keseimbangan merupakan Hukum yang ditetapkan Allah dalam penciptaan dan pengaturan jagat raya. Mengutip Al-Quran bahwa langit dan bumi tadinya satu gumpalan, lalu dipisahkan Allah (QS. al_Anbiya 21:30). Apabila pemisahan tersebut dilakukan tanpa adanya hukum keseimbangan dan pengaturan yang tepat, maka bumi tidak terbentuk dan tertata rapi. Begitulah, pemisahan tersebut dilakukanNYA berdasarkan rencana dan hukum keseimbangan. Seperti yang disampaikan oleh pakar Fisika Matematis dari Univerista Adelaide, Prof. Paul Devies: “Seandainya laju pengembangan dalam dentuman pertama berbeda dari apa yang direncanakan, walau hanya dalam batas tidak lebih dari satu detik dibagi satu milyar kemudian dibagi satu milyar lagi, maka alam semesta tidak terbentuk. Pendapat yang hampir sama disampaikan oleh Stepehn Hawking dalam bukunya A Brief History of Time. Demikian juga dalam pengaturan jagat raya, Allah swt menetapkan keseimbangan dengan menghindari tafawut (ketidakseimbangan), seperti dalam firmanNYA: QS.al Mulk 67: 3.
“Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis serasi dan sangat harmonis…”

Berdasarkan hal tersebut, manusia sebagai khalifah, sebagai hamba seharusnya berpedoman pada Hukum Penciptaan dan Pengaturan yang ditetapkan Allah Swt dalam mengelola dan memimpin dirinya senidiri, maupun orang lain, serta alam seisinya, yakni hukum keseimbangan.

Ketaatan kita pada hukum keseimbangan menimbulkan pemahaman dan kesadaran kita untuk selalu ingat bahwa tindakan kita  akan menimbulkan akibat baik atau buruk kepada diri sendiri, orang lain atau alam dan seisinya. Pemahaman dan kesadaran bahwa segala hal di kehidupan ini ada padanannya, ada pasangannya. Karena di situlah letak terjadinya keseimbangan. Ada malam, ada pagi. Ada sedih, ada senang. Ada aksi, ada reaksi. Ada menanam, ada menuai.

Keseimbangan berkaitan pada diri sendiri dan pada pihak lain. Keseimbangan yang berkaitan dengan diri sendiri akan memunculkan pemahaman dan kesadaran bahwa apa saja yang kita lakukan dan kita pikirkan akan menghasilkan penyeimbang atas perbuatan kita. Misalnya, hari ini kita memberi, pada lain waktu atau waktunya hampir bersamaan, kita akan menerima. Demikian sebaliknya.

Keseimbangan yang berkaitan dengan pihak lain memunculkan pemahaman bahwa apa saja yang kita lakukan atau kita pikirkan akan memberi akibat bagi pihak lain. Pihak lain yang dimaksud bukan saja orang lain, tetapi segala makhluk di jagad raya ini. Dengan demikian, kalau kita melakukan satu hal kebaikan, maka akan mendorong munculnya kebaikan di tempat lain. Demikian sebaliknya. Kalau ada kepedihan yang kita timbulkan akibat perbuatan kita, maka di tempat lain akan terjadi kesedihan yang sama. Di mana kepedihan dan kebaikan yang kita munculkan, akan memantul dari tempat lain tersebut menuju kita kembali.

Dengan demikian, dalam melakukan perjalanan di kehidupan ini, modal yang penting adalah menerapkan hukum keseimbangan dengan menjaga keserasian dan harmonisasi.

Salam jabat erat
RW

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 6, 2013 in Motivasi

 

4 responses to “Keseimbangan

  1. banu

    Februari 8, 2013 at 9:17 pm

    mencerahkan selalu tulisannya..

     
  2. ririnwulandari

    Februari 15, 2013 at 6:48 pm

    Terima kasih Pak Banu..:)

     
  3. filsaf

    Mei 14, 2013 at 6:03 am

    luar biasa

     
  4. ririnwulandari

    Mei 17, 2013 at 8:44 pm

    Terima kasih Pak @Filsaf….salam jabat erat…:)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: