RSS

Dari Sebuah Ruangan di Rumah Sakit

18 Jan

Oleh Ririn Wulandari

Memperhatikan perjalanan anak saya dalam belajar dan bekerja sebagai Residen Penyakit Dalam, saya semakin berapresiasi terhadap pekerjaan dokter. Saya melihatnya sebagai upaya yang luar biasa atau pengabdian yang luar biasa, Semoga segala amalan baik semua dokter-dokter yang berdedikasi mendapat balasan setimpal dari Allah SWT.

Saya selalu menasehati anak saya ketika dia nampak kelelahan untuk ikhlas dan semata-mata ditujukan untuk mendapat ridhoNYA dengan melayani pasien sepenuh hati. Membuat pasien merasa bahagia, nyaman, dan aman adalah hal yang perlu dia lakukan. Entah karena nasehat saya atau karena hal lain, kalau pasiennya sedang gawat dia selalu telpon saya dan mengatakan begini: “Mama, pasienku gawat nih, doakan ya Ma, pasienku dapat bertahan dan sehat kembali sembuh. Menurut saya, seorang dokter sekedar berusaha. Selebihnya, atau hasilnya sungguh diluar kontrol seorang dokter. Saya menenangkannya dengan mengatakankan hal tersebut kepadanya,

Nasehat tersebut berlatar belakang pengalaman saya yang sering sakit. Saya bisa merasakan apa yang diperlukan dari seorang pasien, yaitu empati, motivasi dan pelayanan yang manusiawi. Alhamdulillah saya mendapatkan hal tersebut dari dokter2 saya. Baik dokter2 spesialis penyakit dalam, maupun dokter penyakit kandungan.

Berkaitan dengan hal itu, tiba-tiba saya ingin menyapa Dokter Chairul R Nasution yang telah menjadi dokter saya sejak tahun 1992. Seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang tidak hanya menjalankan fungsinya sebagai dokter, tetapi juga menyediakan dirinya menjadi sahabat saya dengan tiada hentinya memberikan motivasi dan empati agar saya tetap melangkah baik melawan penyakit-penyakit penyerta akibat kista indung telur, maupun agar saya tetap melangkah untuk tetap produktif dan selalu lebih bermanfaat.

Saya juga ingin menyapa Dokter Henry Konkow, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang dengan telaten dan teliti mendiagnosa penyakit saya, serta penuh empati membangkitkan semangat saya untuk tidak pernah menyerah di saat saya begitu kelelahan menghadapi penyakit dan kehidupan. Seorang dokter yang selalu menyapa saya dengan kalimat berikut: “Apa kabar Bu, apakah masih tetap menulis Blog?”

Saya juga ingin menyapa Dokter Robert, seorang Dokter Spesialis Kandungan yang tidak banyak bicara, tetapi saya mempercayai hasil analisis dan diagnosanya. Selain itu saya juga hanya merasa nyaman apabila diperiksa dalam olehnya. Beberapa kali Dokter Robert memberikan surat pengantar ke sebuah rumah sakit agar saya memasuki ruang theater untuk dioperasi olehnya.

Dari sebuah ruangan di rumah sakit, saya ingin mengabarkan bahwa Alhamdulillah saya sehat. Alhamdulillah doa saya diijabah oleh Allah swt sehingga semua penyakit saya diangkatNYA. Dengan demikian, saya dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan berkualitas.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda bertiga. Anda bertiga demikian baik dan berdedikasi bertahun-tahun turut serta menghantarkan saya pada pencapaian kehidupan hingga saat ini. Semoga amal ibadah anda semua dibalas setimpal olehNYA.

Masih dari sebuah ruangan di rumah sakit, rasa saya bercampur aduk: ada kesedihan, bangga, dan senang karena putri kami diajak berdiskusi dan turut serta menentukan pengobatan oleh Dokter yang merawat ayahnya. Dokter-dokter ayahnya yang sekaligus dosennya.

Langit yang memayungi Jakarta sudah mulai ceria, semoga demikian juga dengan hati anda semua, diliputi keceriaan. Di suasana yang ceria ini, ijinkan saya berdoa: “Semoga anda yang sedang sakit tetap semangat untuk berjuang agar selekasnya menjadi sehat. Kepada anda yang dikarunia kesehatan yang baik, marilah menikmati sajianNYA ini dengan memberikan manfaat seluas-luasnya.

Salam jabat erat
RW

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 18, 2013 in Ekonomi

 

2 responses to “Dari Sebuah Ruangan di Rumah Sakit

  1. ulin

    Januari 19, 2013 at 8:07 pm

    Amiin.. syafakallah utk papanya mita, smoga Allah swt memberikannya kesembuhan yg sempurna. Ini sungguh memberikan pelajaran berharga bagi mita, juga saya yg mendengar ceritanya. Maaf krn tdk sempat jenguk kesana. Smoga doa sederhana ini dapat membantu meringankan.

     
  2. ririnwulandari

    Januari 25, 2013 at 7:36 pm

    Terima kasih atas doa dan kehadiran dokter Ulin. Tante senang sekali dikunjungi calon dokter spesialis di blog ini..hehehe…Semoga sukses selalu ya dokter yang cantik…:)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: