RSS

Kado untuk Ibu di hari Ibu

21 Des

Waktu bergerak cepat, diri sebagai kanak-kanak terasa masih kemarin, Kanak-kanak yang tercenung tatkala ibundanya mengatakan demikian: “menjadi wanita mestilah mandiri, tidak boleh bergantung kepada orang lain, suamipun, kecuali kepada Allah SWT. Untuk itu kami harus belajar dan bekerja keras.”

Ibu yang sederhana, namun bisa menulis halus, miring dan tegas. Gemar membaca dan menceritakan segala hal yang dibacanya saat kami bersantai di sore hari. Pagi hingga siang hari menjadi seseorang yang tak terbantahkan dalam urusan disiplin dan tugas-tugas. Namun di sore hingga malam menjadi teman merenda mimpi-mimpi, serta tteman dalam menggapai dunia melalui cerita-ceritanya,

Ibu merupakan wanita yang tidak sederhana dalam urusan memasak, karena masakannya mampu menggoyang lidah kami. Sungguhlah tak tertandingi. Khususnya, tangan-tangan dan perasaan halusnya dalam menggelagakkan susu putih di setiap pagi. Tak pernah kudapati lagi susu putih menggelegak selezat buatan Ibu.

Menjadi wanita mandiri merupakan ajaran ibu yang luas, tidak terkotak sebatas bagaimana seorang wanita bisa disejajarkan dengan laki-laki. Menjadi wanita mandiri bukan pula tidak perlu menjadi istri. Karena hal itu, Ibu mengajari kami bagaimana menyetrika celana Bapak hingga licin. Ibu mengajari kami bagaimana mencuci baju secara cepat namun bersih, serta mengajari saya memasak, Ibu yang tak pernah pantang menyerah mengahadapi saya yang “lari-lari” saat mendapat pelajaran-pelajaran tersebut.

Ibu sangat memahami keseimbangan dan harmonisasi. Memahami dan mempunyai cara bagaimana mencintai Bapak. Sementara itu Bapak membalas kesetiaan Ibu dengan mengagumi Ibu. Lalu Ibu dan Bapak pergi meninggalkan kami secara bersamaan untuk memberi pesan kepada kami bahwa beliau berdua adalah sepasang kekasih. Memberi pesan kepada kami bahwa ada cinta yang indah di dunia ini.

Hari Ibu kali ini tidak seperti tahun-tahun yang lalu, rindu saya sungguhlah menggelak, menetes, dan mengalir sebagai doa utuh dan penuh:
Ya Rob,
Muliakanlah Almarhumah Ibu dan Almarhumah Bapak di sisiMU

Jakarta, 22 Desember 2012
Ririn Wulandari

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 21, 2012 in Motivasi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: