RSS

Cinta? tidak ada habisnya untuk diperbincangkan!

10 Des

Jam delapan pagi lewat sedikit saya sudah tiba di Social House, Grand Indonesia. Saya sudah ditunggu oleh Mbak Ani Sumantri S, seorang penulis dan penggiat kesetaraan gender. Lebih dari itu, Mbak Ani telah berbaik hati menjadi editor buku puisi saya: Aku, di Sini. Mbak Ani dengan tekun memilah-milah puisi-puisi saya menjadi beberapa bagian. Lewat diskusi panjang dengannya pula judul puisi saya menjadi seperti disampaikan di atas, yakni AKU, Di SINI. Namun, lama setelah buku tersebut terbit, kami tidak sekalipun berjumpa.

Ada hutang yang menggelayut apabila saya tidak menyisihkan waktu untuknya, Di pagi hingga siang nanti, kesempatan itu datang. Tidak sekedar membayar hutang, tetapi sebuah kerinduan. Seperti pertemuan kami sebelumnya, kami tidak pernah melewatkan pertemuan dengan tanpa diisi diskusi tentang satu atau beberapa hal. Kali ini kami diskusi tentang dua hal. Salah satu hasil diskusi tersebut kami dokumentasikan menjadi sebuah draf buku. Buku yang akan kami tulis adalah pekerjaan ambisius katanya. Namun saya membantahnya, menurut saya, yang akan kami teliti dan tulis merupakan hal yang sarat makna dan bermanfaat. Apapun itu, kami akan berencana melakukan studi pustaka dan menulisnya bersama-sama. Hal lainnya, yaitu tentang perbiincangan ringan yang akan mewarnai satu cerpenku yang 80% siap, yaitu tentang cinta…

Sambil asyik dengan menu vegetarian di depan saya, iseng-iseng saya menanyakan pendapatnya tentang cinta dan jatuh cinta. Sebelum menjawab, dia bertanya: Kenapa? Wah ya pertanyaan biasa toh” Jawab saya.

“Saya tidak percaya jatuh cinta, dan saya juga tidak percaya cinta”. Katanya. Pasti kau bertanya kenapa? lanjutnya. Lalu dia menguraikan secara panjang lebar. Sembari mengamati dia berbicara, saya berfikir: Apakah dia juga tidah jatuh cinta ke suaminya”. Akhir dari perbincangan tersebut saya menanyakannya. Namun, saya tidak perlu menyampaikan di sini.

Yang ingin saya  sampaikan adalah kenapa dia mengatakan bahwa cinta dan jatuh cinta sebuah kesia-seiaan. Ini daftar alasannya:
1. cinta dan jatuh cinta merupakan alasan legal untuk menguasai
2. tidak produktif karena isinya hanya menunggu pertemuan, mengisi pertemuan yang kadang isinya menyenangkan, kadang isinya tidak menyenangkan. Belum lagi diikuti cemburu.
3. Cinta menerbitkan keinginan jatuh bertemu. Keinginan yang terus menerus sehingga sebuah perjuampaan menjadi adiksi.

Bagaimana pendapat saya tentang pendapatnya tersebut? Haahahaha…saya setuju, namun juga tidak setuju. Setuju tiga hal tersebut terjadi kalau cinta menerpa dua orang yang egonya tinggi. Menurut penemu Power of Soul, pak Sonny Sutrisna, ego tinggi identik dengan ego yang disetarakan dengan ego binatang. Sebaliknya, Ego yang lebih rendah diategorikan sebagai ego manusia. Ego yang paling rendah, idealnya mendekati nol dikategorikan sebagai Ego Tuhan (tentang pengkategorian ini, aku akan lihat bukunya lagi, khawatir salah menafsirkan). Jadi, alasan yang dikemukakan Mbak Ani adalah ciri-ciri cinta yang dilakukan oleh dua orang yang mempunyai ego yang tinggi, yaitu keinginan untuk menguasai, tidak produktif, dan menjadikan adiksi.

Inilah,  hal yang  membedakan pendapat saya  dengan  pendapat mbak Ani. Menurut saya cinta dan jatuh cinta adalah karunia dan keindahan. Untuk menikmati karunia tersebut perlu merendahkan ego kita. Karena menurut saya, cinta itu tidak menyakiti. Justru sebaliknya, menyembuhkan, dan meningkatkan produktifitas. Ketidak samaan pendapat ini sebenarnya  hanya pada ranah bagaimana menikmatinya.  Btw, Penjelasan rinci pendapat saya, tunggu tanggal terbitnya cerpen saya..hehehe..Karena saya bersiap meninggalkan Social House, Grand Indonesia.

Salam jabat erat.

Ririn Wulandari

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 10, 2012 in Sosial

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: