RSS

Pencarian 2: Tokyo di Waktu Malam (Shibuya dan Patung Hachiko)

12 Nov

Malam terakhir kami di Tokyo masih menyisakan waktu cukup untuk membuat rencana bebas. Rombongan terbagi menjadi empat kelompok dengan tujuan pengisian malam yang berbeda. Dua di antaranya adalah memilih tinggal di hotel untuk tidur atau berbenah menata koper, dan yang lain mengunjungi monumen kesetian yang melegenda, yaitu patung Hachiko. Saya memilih bergabung dengan rombongan terakhir, yaitu mengunjungi patung Hachiko.

Rombongan yang bersama saya lumayan banyak, sekitar 22 orang atau hampir setengah dari keseluruhan peserta Trip to Japan yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 6 Nopember 2012. Sebelum kami meninggalkan Hotel Hilton, kami berfoto terlebih dulu agar dapat didokumentasikan sesiapa yang turut serta. Tidak puas berfoto, kami berinisiatif untuk berbaris dan mulai menghitung seperti murid yang akan memasuki kelas. Begitulah ulah ibu-ibu yang berencana “dugem” dengan membawa serta sedikit kekhawatiran kalau-kalau ada diantara kami yang tertinggal dan tersesat. Ulah dan kekhawatiran kami tersebut tak urung membuat kami menertawakan diri sendiri dan menerbitkan kegembiraan yang luar biasa.

Dari Hotel Hilton, kami diantar dengan bis hotel ke Setasiun Sinjuko. Dari Setasiun Sinjuko, kami berkereta menuju Setasiun Shibuya. Di depan Setasiun Shibuya inilah berdiri patung Hachiko. Seekor anjing yang setia terhadap tuannya. Sebuah kesetian yang menghantarkan Hachiko menjadi Anjing yang melegenda.

Hachiko: A Dog Story adalah sebuah judul film. Apabila menonton film tersebut, pastikan ada tissue atau sapu tangan di dekat anda, Katanya film tersebut mengharukan. Cerita tentang Hachiko adalah cerita nyata dan dikenal oleh masyarakat di sana. Hachiko menunggu tuannya turun dari kereta selama sepuluh tahun dengan tidak memperdulikan segala musim, pun musim dingin dan bersalju yang tentu saja menyiksanya. Sebuah kesetiaan yang luar biasa.

Seusai berfoto ria di samping patung Hachiko, kami larut bersama penduduk Tokyo hilir mudik ke luar masuk pertokoan yang tak jauh dari setasiun tersebut,. Waktu itu jam setempat menunjukkan pukul 22.30. Hilir mudik warga Tokyo meramaikan malam. Ketika lampu hijau menyala, zebra cross dipenuhi serombongan pejalan kaki, mereka berjalan cepat. Benak-benak mereka dipenuhi berbagai pemikiran. Sepi diantara keramaian kah? atau bahkan riuh di kepala mereka seperti keriuhan mereka membelah malam?. Entahlah. Saya hanya bisa memandang sembari duduk di bunderan depan Setasiun Shibuya ketika sudah lelah keluar masuk toko-toko.

Setelah puas memandang gemerlap lampu-lampu, dengan ornamen orang-orang hilir mudik dalam jumlah yang fantastis untuk sebuah malam nan larut, saya tercenung sembari mengamati patung Hachiko. Hachiko telah mengisi hidupnya dengan memilih sebuah kebaikan. Saya punya banyak pilihan kebaikan. Kebaikan-kebaikan seperti apa yang sudah saya lakukan dan akan saya pilih untuk mengisi kehidupan ke depan? Pilihan-pilihan kebaikan yang akan saya persembahkan kepada Tuhan saya kelak, Allah SWT. Sebuah “PR” yang tidak saja perlu saya jawab sebatas pikiran di benak, tetapi perlu pelaksaan yang bersifat segera. Pelaksanaan atau langkah nyata yang dimulai dari hal-hal kecil. Bukankah hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil?

Begitulah, perjalanan saya dari Jakarta ke Osaka, Kyoto, Nagoya, Hamamatsu dan Tokyo, menghasilkan sebuah pemahaman dan pembelajaran yang berharga di antara pemahaman dan pembelajaran tentang beberapa hal lainnya. Pembelajaran dari kesetiaan seekor anjing, Hachiko.

Teriring salam jabat erat
Ririn Wulandari/12112012/Jakarta/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 12, 2012 in Motivasi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: