RSS

Pagi dan Senja di tanah Gayo

03 Sep

Pebukitan meliuk menyambutku
Penyaji senampan pagi yang lain
Sebuah pagi penyimpan jejak jejak tak tertimpa kabutpun

Serombongan pucuk kopi tak mampu bersenandung
tertelan bising sumbang pendendang
pengisi frekuensi tak hendak samar

Perjalanan ini makin jauh
Hanya mampu kuselinapkan pada
pepohonan berejer rapi di pebukitan
dermaga lut tawar
mentari amit mundur…

Begitukah cara mentari amit mundur…
menyisakan semburat merah diantara bukit bukit tersenyum malu…
kuterpana…
meraup keindahan pada sebuah senja
senja di bibir tanah gayo

Beginikah cara semburat merahku amit mundur…
menguak pokok pokok batang kopi bertengger angkuh..
menyapa pendulang…penyemai wewangian
menyebar makna…
menyibak pencarian…
kubertanya…
melipat pedih pada sebuah senja

Di perjalanan inipun tak bisa kuurai…
Sebuah perjalanan nan menenggelamkanku di kehangatan pagi
dan memagutku di keelokan senja…

Tanah harapan pengisi mimpi mmpi
dalam pencarianku…..
kusadari…
dalam selimut bukit bukit tanah gayo…

26 Juli 2009/ririnwulandari

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada September 3, 2009 in Puisi

 

Tag:

8 responses to “Pagi dan Senja di tanah Gayo

  1. andi

    Oktober 2, 2009 at 6:22 pm

    ass,,,

    slam knal kak aq andi

    kak blangi di le puisi ma,,,!
    taring si kak..?

     
  2. zubaedi ahmad

    November 24, 2009 at 2:03 am

    puisimu mengingatkan aku tentang takengon
    sebulan aku singgahi sebuah kota surgawi
    yang ada di negeri ini yang pasti tapi bagai mimpi
    karena hanya dengan hati puisimu akan ber arti
    kini aku jauh dari mimpi sebulan tiada arti
    menguak misteri
    tanah
    tinggi
    takengon
    yang simpatik
    bukan ngeri

     
  3. T Moeda Abadi

    Desember 7, 2009 at 2:07 am

    mhemmm from stocklom,sweden

     
  4. ririnwulandari

    Desember 7, 2009 at 5:43 pm

    HAlo Andi, Zubaedi Ahmad dan T Moeda Abadi…salam kenal ya, terima kasih sdh singgah di blog saya. Takengon sungguh indah…sebuah ceruk yang dikelilingi pebukitan. Sy menikmati..pagi dan senja di sana hanya beberapa hari sj unt riset ttg kopi. Kopi Arabika Takengon sedap…apalagi di minum di pinggir Lut Tawa. Di tengah perjalanan mengelilingi danau, sy menyaksikan sunset nan indah…bak layar membentang dan menyorotkan paduan warna, dengan barisan bukit yg berdiri tegak sebagai latarnya…memukau…

    Sukses selalu dan salam manis ya….

     
  5. nenk

    Januari 27, 2010 at 8:28 pm

    ssayang…nyah nie puisi…nyentuh bgt ma keadan gw

     
    • ririnwulandari

      April 28, 2010 at 5:35 am

      Terima kasih Nenk, atas apresiasinya..salam..

       
  6. Adhie

    Juni 26, 2010 at 10:29 pm

    terasa sejuk di hati…semenjak saya ada job d sini pertama2 biasa aja,tp lama kelamaan indahnya bumi serambi mekkah mulai terkuak…

     
  7. rien

    September 27, 2011 at 5:46 am

    takengon memang sangat indah…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: