RSS

Biarkan…atas apapun

24 Jun

Celuk wajah tertata sempurna

Menggambarkan siluet perjalananku nan taksempurna

menjadikanku hilang ingat apakah aku pernah berjalan sejauh ini

Tiba-tiba aku sudah di sini

hanya ada satu garis linier

memudar pula

dua buah bangunan indah di sampingnya

kupandangi…..dan kusentuh pelahan

aku tersenyum….

sejauh inikah perjalananku….

dua bangunan itu karyamu…kau tahu…suara berdesir mengelusku…

karya merger….

Konsolidasi..merger.. menyurut…mengkoreksi

Terbolak balik

debet menjadi kredit

kredit menjadi debet

menuju jurnal penyesuaian

di titik nol

Kau membolak baliknya

merger…konsolidasi kehilangan makna

debet kehilangan definisi

pun kredit

Kini….biarkan

Sisa nafas menjadi ornamen  tuk mencatat ulang

definisi tentang  debet…juga kredit

kumpulkan potongan-potongan yang masih berbentuk

kapitalisasi

menjadi  untaian keseimbangan sebuah Neraca

senyum manisku memompa degup nafas

menyadari dua bangunan

Dua bangunan pengisi bagian terindah neracaku

Neracaku kan kupersembahkan kepadaNYA

Kadang aku menghiba….biarkan waktu itu…kini

Kadang aku berdoa khusuk…jangan sekarang…Neracaku belum sempurna

Kau tahu…

hiba dan doa tak berarti

Karena waktuku takkan pergi kemana mana

kali ini jangan kau bolak balik lagi definisiku

atas apapun

Jakarta

Akhir Juni 2009

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 24, 2009 in Puisi

 

13 responses to “Biarkan…atas apapun

  1. Buandel Usyil

    Juni 24, 2009 at 9:26 pm

    mbaaaa,,, meski aku tidak sanggup memetik semua maknanya,, nga tau kenapa ada rasa nyaman membacanya,,,, OK, sukes ya,,, agak lama baru nongol lagi tulisannya,,,, sibuk ujian ya,,! sekali lagi Sukses!! buat mbak Ririn. thks

     
  2. ririnwulandari

    Juni 30, 2009 at 10:46 am

    Iya Mas…..sibbuuk..he…he…setiap minggu ujian…sekarang sdg menyiapkan proposal disertasi..tgs Prof Ujang…sekalian embrio unt kolokium..he..he..

    Terima kasih Mas atas apresiasinya…he..he..puisi memang untuk dinikmati..nggak perlu dimengerti..he..he.. gimana sdh masuk bab berapa..cepet lho…jangan sampai aku salip..he…

    salam manis Mas

     
  3. Embun Pagi

    Juli 19, 2009 at 8:53 am

    Ah….betapa. Betapa.

     
  4. kiki

    Juli 28, 2009 at 7:33 pm

    ibu,,, puisinya bagusss,,, antara pujangga dan akunting,, hihi,, sukses ya bu,,,,😀

     
  5. agoesman120

    Juli 30, 2009 at 12:35 am

    Puisi indah
    Penyejuk hati
    Pandai bermain kata
    Salam Kenal
    C.U

     
  6. nashuha

    Agustus 23, 2009 at 9:27 pm

    Bagus sekali. Orang Sastra yang salah masuk kamar, hehehe……

     
  7. Maria

    Agustus 25, 2009 at 6:16 am

    Puisinya unik lho mbak, tp syrat mkna.. Gmna si crany mmunculkan brain storming pngungkpan prsaan lwat kta2 tpat n indah? Bkat ato mbak mmang org sastra?

     
  8. Rindu

    Agustus 29, 2009 at 1:15 am

    Ternyata teori akuntansi bisa jadi puisi ya Bu, SALUT [no future comment]

    *I miss you Bu, bulan depan saya kembali ke Jakarta, mau mulai bimbingan lagi🙂 *

     
  9. ririnwulandari

    September 3, 2009 at 5:36 am

    Halo Embun Pagi….betapa apanya?…he..he..tks ya..

    @Kiki….sukses juga buat Kiki ya…terima kasih sudah menikmati tulisan2 saya…salam manis..

    @Nashuha….bagus beginilah…melalang buana pd berbagai bidang ilmu…puisi adalah penyeimang..kelengkapan otak kanan dan otak kiri..terima kasih ya…salam..

    @Agoesman….terima kasih sudah menyukai puisi sy…terus singgah ke sini ya…salam…

    @Maria…terima kasih pujiannnya…he..he..saya bukan orang sastra…bidang ilmu sy gado2…akuntansi, marketing dan sekarang tertarik pada sertifikasi ekolabel… ya….puisi bagi sy adalah upaya mengeluarkan file yg tak perlu dalam pikiran….supaya penuh…..sehingga siap diisi oleh ilmu2 baru…

    @Rindu…begitulah….sepulang mengajar Teori Akuntansi, buka Laptop…pingin bikin puisi…jadilah puisi seperti itu..,,,I miss you too…terima kasih ya…atas smsnya hingga sy buka blog ini lagi…maklum keasyikan FB ria…he,.he.

     
  10. Rina Arifati

    November 12, 2009 at 12:24 am

    Mbak Ririn, puisinya keren abisss, lam kenal ya….boleh dong bagi-bagi ilmu akuntansi yang dipuisikan.

     
  11. ririnwulandari

    November 12, 2009 at 6:19 am

    Terima kasih Rina….boleh..kapan2 saya buatkan puisi lagi ya…

     
  12. zubaedi ahmad

    November 24, 2009 at 5:08 am

    kredit dan debet adalah dua hal yang berbeda tapi akan selalu ada dimanapun kita berada begitu juga takengon dan jakarta akan tetap ada walau berbeda

     
  13. ririnwulandari

    Desember 7, 2009 at 6:10 pm

    Begitulah…hidup memang harus diisi dg keseimbangan/ keadilan..sebuah neraca..

    Pada Surat Ar-Rahmaan ayat 7 dan 8 Al-Qur’an, dinyatakan bahwa: (ayat 7) Dan Allah telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan)/keseimbangan. (ayat delapan ) Supaya kamu jangan melampaui batas neraca itu..

    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: