RSS

Luka tapi tak melukai

16 Apr

Rahangmu masih saja menonjol diantara ke dua pipimu

Gemeletuk…membuyarkan anganku

Sendekap acuhmu adalah pemandangan tak jua usai

Menjadikanku  karang di pinggir pantai

Membuatmu tak juga mengendorkan urat lehermu..

Keindahan ini mencemburuimu

Melukaimu…katamu ditingkahi gelombang

Menjadi ornamen keindahan pantai masih belum cukup bisikmu meningkahi humbusan angin

Sebuah kecukupan ketika aku menjadi apapun yang kau suka….

Ornamen pantai juga…Angin juga….ombak juga…pasir juga…..

Menjadi ombak…angin…pasir …semua luka dan melukai

Lihat…

pori poriku terkikis ombang bergulung gulung…

Luka…tapi tidak melukai

Lukaku menjadikanku ornamen keindahan

Bentukku yang semakin abstrak menjadikanku sebuah  keunikan

pelengkap cerianya sebuah pantai…

Memandang mereka bergelayut..tertawa..berkejaran..

Adalah imbalan yg kudapat untuk lukaku…

Kubiarkan luka…tapi tak melukai

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 16, 2009 in Puisi

 

Tag:

6 responses to “Luka tapi tak melukai

  1. rizalihadi

    April 17, 2009 at 4:18 am

    tante, mbok aku diajari gimana caranya buat puisi yang gituan

     
  2. ririnwulandari

    April 17, 2009 at 5:42 am

    He..he….gimana sy hrs mengajari rizalihadi, sy dosen akuntansi, bukan dosen sastra…jadi nggak tahu teknik pembuatan puisi….dari dulu saya menulis puisi, entah sekarag dimana, kadang kuletakkan di guci, kadang kubuang ke tong sampah…he..he…setelah ada blog…kusalurkan ke blog ini..aman..nggak lenyap…

    Semua puisiku…meluncur begitu saja…nggak pakai dipikir..he..he.he…kadang sy heran..kok jadinya bisa terangkai begitu…

    Bukankah Rizal yg kuliah disastra…boleh dong ngajari saya…btw tks..atas apresiasinya ya…terus membaca puisi saya ya….

     
  3. Tipri Rose Kartika

    April 17, 2009 at 10:45 am

    Mbak Ririnnnnnnnn……, luka tapi tak melukai, piye yo mbak, aku kok nggak ngerti ya……hehehehe, maksudnya bagaimana ya? apa aku harus sekolah sastra dulu kali ya mbak, untuk memahami puisi mbak…..smile mbak Ririn

     
  4. ririnwulandari

    April 17, 2009 at 3:00 pm

    Ya sudah.. Dik nggak usah dipaksa untuk mengerti…mau membaca saja ya terima kasih….menginterpretasikan puisi tidaklah gampang Dik….dari kecil aku sudah baca puisinya Chairil Anwar…lha aku bisa paham gejolaknya…semangatnya…keputusasannya….setelah berpuluh tahun kemudian…demikian juga dlm memahami puisi2 sastrawan lain….perlu referensi yg tidak sedikit….Karena aku suka ya aku mau sampai mengerti dan paham puisi2 seorang sastrawan. Misalnya j Rumi….

    Dik Tipri nggak usah sedih kalau nggak bisa ngerti ttg puisi,,bidang orang kan berlainan…
    Puisi, novel, cerpen dan produk sastra tulis lainnya adalah hiburanku sejak kecil….sampai kini. Ketika S1, sebagai teman belajarku adalah Tin Tin, Kho Ping Ho dan Mushasi…di Sd, SMP dan SMA aku punya jenis buku yg lain lg. Di sela2 belajar menghadapi ujian, aku membaca salah satu dr buku tsb…he…he….

    Kalau sekarang beda, kebutuhanku adalah nulis..jadi kalau mau belajar atau mengerjakan pekerj yg berhub dg lap top ya..harus nulis dulu ttg puisi atau yg lain yg ringan2..he..he…jadi perlu mengosongkan otak dulu…baru bisa dimasukin lagi….he..he…rupanya kapasitasnya sdh penuh….

    Puisiku atau tulisan lain di blog ini kutulis seenaknya saja..ya itu unt mengosongkan otakku..karena ditulis seenaknya sj tanpa dipikir…ya sudah Dik….jangan risau kalau nggak bisa dimegerti…..

    Tks ya…salam manis…

     
  5. Rindu

    April 18, 2009 at 8:49 am

    Luka tak akan lagi menjadi luka ketika semua topeng dunia kita lepaskan kan Bu, ah sungguh cara yang luar biasa yang selalu saya ingat dari Ibu bahwa luka tak akan lagi melukai ketika luka menjadi sahabat …

     
  6. ririnwulandari

    April 18, 2009 at 4:17 pm

    Rindu…..ya ampun….masih mengingatnya rupanya…tapi kenapa sayapmu masih juga basah,,,,ayolah….tak boleh ada yg membasahkan sayap kita…karena kita mesti terbang berkarya dan meneteskan makna demi makna…..

    salam manis ya…saya tunggu..nggak bawa progres skripsi nggak apa2 kok…..I miss you too

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: