RSS

Ketika aku bersyukur

03 Apr

Tadi malam adalah malam yang agak longgar..walaupun berkas ujian mahasiswa menunggu untuk “kusentuh”, proposal penelitian menunggu kuperbaiki untuk kukirim ke teman tim, walaupun kamarku menunggu untuk kurapikan…tetap saja malam sabtu..tadi malam adalah malam yang agak santai…karena aku tak perlu mempersiapkan materi maupun makalah untuk sekolah hari sabtu…sekolah yang melelahkan..tetapi sangat menyenangkan…

Sekolah yang semoga menjadikanku banyak belajar tentang keilmuan, dunia usaha, tentang pergaulan, tentang persahabatan, tentang etika, tentang makna akan kehidupan dan tentang sisi lain kehidupan yang belum aku kenal….serta tentang harapan untuk bermanfaat lebih banyak…

Sekolah yang karenanya aku harus lebih banyak duduk di meja kerjaku, sementara anakku yang lucu…menungguiku kadangkala, duduk juga di meja belajarnya tak jauh dari meja kerjaku…atau merelakan aku tidak hadir di sekolah untuk kegiatan eksulnya yang diselenggarakan hari sabtu…

Sekolah memang melambungkan harapan seperti aku sampaikan tadi…tetapi bagiku sekolah menjadi doktor adalah sebuah kesepakatan antara ayahku dan aku….jauh ketika aku belum paham benar tentang apa itu gelar doktor…

Karena sebuah kesepakatan..maka aku menjalani dengan sepenuh hati..walaupun kadang sangat melelahkan…melelahkan bukan dalam menangkap materi perkuliahan atau mengerjakan tugas2 atau menghadapi ujian2 yang frekuensinya seperti berondongan peluru dari segala penjuru….bukan karena itu…

Melelahkan yaitu dalam menyeimbangkan berbagai faktor…dengan keseimbangan tersebut kepala menjadi jernih dan segala kreatifitas bermunculan, segala masukan tersintesa dengan baik….dan..kepala menjadi jernih adalah syarat mengikuti sekolah dengan baik….

Demikianlah, tadi malam aku bermewah mewah membaca bukunya Dewi Lestari/Dee…”Rectoverso”…salah satu untaian kalimat yang aku suka adalah:
“Sebotol mahal anggur putih ada di depan matamu, tapi kamu tak pernah tahu. Kamu terus menanti, Segelas air putih”…

Kalimat yang sangat indah, kita memang masih merasa kurang walaupun 90% keindahan dan kebaikan dunia sudah dalam genggaman kita..dan kita selalu mempermasalahkan 10% yang kita tidak punya….Aku juga demikian….ya ampun..demikianlah diriku..

Menyadari hal tersebut…selayaknyalah kalau pagi ini kumulai dengan menggenggam…memeluk erat…menikmati serta bersyukur atas 90% keindahan yang dipercayakan olehNYA untuk kumiliki..10% adlah sesuatu yang tak bisa kujangkau…dan kurelakan untuk tidak kumiliki….

Aku tidak perlu tergagap lagi ketika aku menoleh kebelakang…aku kehilangan banyak…karena aku kini memiliki tak kalah banyaknya…keindahan yang begitu tak terhingga…

Pintu yang tidak terbuka untuk kita..tidak perlu kita paksa untuk kita buka..karena masih banyak pintu pintu kebaikan yang kan menunggu….(tks Mbak Yulis atas artikelnya/www.yulism.wordpress.com)

salam manis

ririnwulandari

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2009 in Motivasi

 

Tag: ,

6 responses to “Ketika aku bersyukur

  1. tipri rose kartika

    April 4, 2009 at 7:25 pm

    Gila niy tulisan, bagus ya mbak ririn buat aku merinding…sepertinya alasan kita sama mbak, masuk sekolah doktor ini, diriku jg sekolah ini untuk membahagiakan orangtuaku, krn mereka tdk pernah terlalu bahagia jk diriku memberikan mereka hadiah apapundr yg murah sd yg sangat mahal bagiku,kecuali diriku masuk sekolah doktor dan dapat menyelesaikannya dgn baik. Amin, semoga…semoga…Yang Maha Kuasa memberi kemudahan pada kita ya mbak Ririn untuk itu. Karena memang sulit menjaga keseimbangan spt yg mbak ririn sebutkan didlm tulisan mbak.Btw mari kita nikmati hidup seperti air mengalir dan percaya pada apa yang sudah digariskan olehNya adh yg terbaik utk kita…salam

     
  2. Ririn Wulandari

    April 4, 2009 at 8:16 pm

    Terima kasih apresiasinya Dik….Alhamdulillah kalau tulisan2 ku ternyata dapat dibaca dengan baik…karena terus terang aku asal nulis…asal isi dikepalaku ini agak longgar..ha..ha….Kalau niat awal baik…saya kok yakin kalau Allah SWT memberikan kemudahan…Semoga kita tdk menemui kesulitan yg berarti dalam mencapai gelar doktor ya……Amin..

    salam manis

     
  3. Aris dmb3

    April 5, 2009 at 6:02 pm

    mbak Ririn sangat beruntung sudah mendapatkan 90% dari yang diinginkan,,,,,, (klo sekolah sudah A kan? hehehe),, jadi yang 10% lupakan saja…. (dapet 90% dan 100% sama2 A koq), saya malah nga pernah tahu berapa % yang sudah saya peroleh dalam kehidupan ….. dan jujur lebih baik nga usah tau…..,, (biar gampang ya saya anggap saja 100% terus……, sepertinya tergantung kitanya ya mbak,, mau menganggap dapat 90%, 95%, atau berapapun,,,,,, ). OK sukses buat mba Ririn.

     
  4. ririnwulandari

    April 6, 2009 at 8:38 am

    Ha…ha….betul ya…kok nggak kita anggap 100% saja….tapi 90 atau 100 sama2 A khan?…btw tks Mas atas perhatiannya…sdh dapt pembimbing belum? Sukses juga buat Mas Aris…

     
  5. alfi

    Juni 5, 2009 at 6:41 pm

    nice post…
    really enjoy your nice blog
    (link)

     
  6. ririnwulandari

    Juni 30, 2009 at 10:52 am

    Tks Alfi…sukses ya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: