RSS

Perbincangan tentang Poligami

28 Jan

Pagi ini seharusnya aku menuntaskan koreksi nilai UAS dan nilai terstruktur. Seorang teman menelpon ingin berjumpa. Dimana kita bisa ketemu katanya via telepon. Di rumah kataku…maka, rencana untuk menyelesaikan koreksi kuabaikan..bisa kukerjakan nanti malam..batinku..toh tugas-tugas sekolah belum begitu deras….

Dipelupuk matanya nyaris bergulir anak anak sungai, namun demikian dia masih menyapaku dengan senyuman. Kupersilahkan dia duduk ditempat yang paling nyaman di ruangan keluarga. Sofa yang dapat menenggelamkan kami dengan nyaman dan memberi kesempatan kepadaku untuk sesekali memandang cucuran air merembes diantara susunan batu batu tak teratur rapi membentuk bidang yang tertata rapi. Segerombol melati tak beraturan menjuntai ke sana kemari. Berbagai jenis Anggrek yang sedang tak berbunga oleh-oleh kakakku sekembalinya bertugas dari Merauke berjejer rapi di teras belakang. Kubiarkan berbagai jenis tanaman tumbuh dan bergerak tak beraturan. Ada kebebasan di tamanku untuk mereka. Temanku, tidak berkesempatan memandang keindahan tamanku sepanjang pagi hingga siang, dia menatap lekat padaku, mendengarkan tentang apa yang kukatakan, sesekali dia menyela atau mengiyakan, sambil menahan diri untuk membendung gulir air mata di matanya. Hot chocolate dihidangkan untuk kami berdua. Semula dia menolak, HC bisa membuatku gemuk katanya. Kutimpali, saat ini yang paling nikmat adalah minum secangkir HC. Aku pernah membaca bahwa coklat mengandung zat yang dapat menenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan jantung. Tetapi bukan karena itu aku menjadi ‘keranjingan’ hot chocolate. HC adalah minuman pengganti kopi. Sejak kecil hingga aku menyelesaikan S2, kopi adalah minuman ‘teman’ belajar dan menikmati senja… hingga suatu ketika tubuhku menolaknya…berdebar-debar dan perutku melilit. Cerita tentang kopi, merupakan cerita yang amat panjang, keharuman kopi masih bisa membuatku melayang…hehe..(layangan kali…). Marilah kembali ke perbincangan kami. Aku dan temanku…

“Bulan Mei suamiku kawin”…katanya…aku diam saja tak menimpali…mataku lekat memandang melati yang menjuntai tak beraturan…”Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan…diam saja di sini tak bergerak dan menerima, ataukah bergerak mencari hidupku sendiri”, lanjutnya. Aku masih diam tak berkata-kata, kali ini aku yang menahan agar bulir-bulir air mataku tak turun. Aku semakin memandang lekat melati…baumu begitu menenangkan, karena itu di setiap rumahku selalu ada melati (beberapa tahun belakangan ini aku pindah dari satu kota ke kota, dari satu rumah dinas ke rumah dinas, sebelum aku menempati ‘istanaku’ ini). Sejenak aku bisa menguasai diri. Keputusan ada ditanganmu, kataku…’Mengapa engkau tetap ingin diam tak bergerak dan menerimanya?’ tanyaku..’Dia meminta dan tak ingin melepasku sementara dia perlu perempuan itu untuk mengisi hidupnya. Sisi hatiku yang lain mengatakan..aku tak mampu menghadapinya. Aku tak mau berdesak-desakan mengisi hatinya…aku tidak bisa menerima dan tidak dapat ikhlas menjalaninya. Sementara hatiku yang lain mengatakan…aku harus tetap diam saja dan menerima dan membiarkan anakku berkembang dengan kasih sayang kami berdua’…

‘Aku tidak punya jawaban. Itu adalah sebuah persimpangan jalan. Di persimpangan jalan, siapapun yang akan melanjutkan jalannya harus memilih dengan segala konsekuensinya. Masing-masing pilihan mengandung baik dan buruk. Sekali kita memilih salah satu alternatif, maka kita juga harus siap dengan sisi baik dan buruknya. Alternatif manapun yang kita pilih adalah satu paket yang terdiri dari kesedihan dan kebahagian, baik dan buruk. Yang membedakan adalah kesedihan paket mana yang bisa kita atasi dan kesedihan paket mana yang tidak bisa kita atasi. Itulah data yang relevan. Mengenai sisi kebahagian tidak perlu kita pertimbangkan, karena kebahagian di paket manapun pastilah dapat kita nikmati.
Kesedihan di paket mana yang bisa kita tanggung dan kita atasi, kesedihan di paket mana yang tidak bisa kita tanggung dan kita atasi. Pilihan ada pada kesedihan pada paket mana yang tidak dapat kita tanggung’., demikian jawabanku dengan nada yang sangat rendah….(aku benar-benar kehilangan energi). Engkau tahu..lanjutku…yang akan aku sampaikan ini adalah hasil perbincangan dan diskusi dengan banyak teman, hasil pengamatan dan sintesa dari beberapa buku yang aku baca……Setiap orang mencintai hanya kepada satu orang…(mencintai lawan jenis maksudku)….di sana luruh…maka akan muncul di sini, di sini muncul…maka di sana luruh. Kalau ada kasus seseorang nampaknya mencintai lebih dari satu orang, sebenarnya keadaannya bukan begitu. Dia mencintai salah satunya, dan menyayangi serta belas kasih kepada yang lain….maka, lanjutku….daun-daun melati menjuntai-juntai menghiburku…Kalau dia memintamu untuk tetap bertahan mendampinginya….ada dua alternatif kedudukanmu di hatinya….engkaulah cintanya….atau engkaulah yang terhormat untuk disayang dan diberi belas kasihani….

Perbincangan pagi hingga siang yang memilukan……kami terdiam tepekur… hanya gemericik air yang meningkahi suasana ini…

28 Januari, di sore hari..ketika hujan mengguyur cinere….tidak mengguyur hatiku…..

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 28, 2009 in Sosial

 

14 responses to “Perbincangan tentang Poligami

  1. Joseph Prasetyo

    Januari 28, 2009 at 11:32 am

    Agak susah saya menikmati cerita ini karena seniman yg menceriterakannya…..dan saya bukan seniman….
    Menurutku, sangat mungkin mencintai (asmara) lebih dari 1 orang…hanya saja dalam waktu yang mungkin tidak terlalu lama….
    Memiliki 2 istri dengan cinta yang sama….saya setuju dengan Ririn, impossible……
    Poligami lebih saya pahami sebagai perwujudan asmara instead of real love, poligami adalah “selingkuh” yang terbuka untuk umum…

     
    • ririnwulandari

      Januari 29, 2009 at 1:58 am

      Halo Joseph Prasetyo..terima kasih sudah singgah dan memberikan komentar untuk yang kedua kali….sayang saya tidak bisa melacak anda….so saya nggak tahu siapakah anda.. tp itu nggak masalah..terus ngintip blog ini ya..(smile). Btw..komentar anda luar biasa…sy tampung ya…(ha..tempayan kali..). Terima kasih …sy sebenarnya bukan seniman..hanya menceritakan apa yg sy lihat, sy dengar, sy tahu dan sy rasakan..

      Halo Dik Tipri
      Terima kasih atas komentarnya.. ditunggu komentar selanjutnya ya….benar saya setuju…semoga tidak terjadi pada kita….Amin..

       
  2. Tipri Rose Kartika

    Januari 28, 2009 at 8:30 pm

    Mbak Ririn…., sungguh menarik ceritanya mbak…, saya setuju dengan mbak Ririn mencintai 2 orang dalam waktu yang bersamaan sangat tidak mungkin ya mbak. Mudah-mudahan kita menjadi satu-satunya orang yang dicintai oleh pasangan kita.Amin……semangat ya mbak Ririn

     
  3. mita

    Februari 2, 2009 at 12:44 am

    yang mana lebih baik, jadi orang yang dicintai atau jadi orang yang terhormat untuk disayang dan diberi belas kasihan?

     
  4. ririnwulandari

    Februari 3, 2009 at 8:23 am

    Sebuah pertanyaan yg bagus dan sulit sy jawab. Tak penting dan tak usah dipikirkan mana yg lebih baik karena sy jg tdk punya jawabannya. Yg penting adlh bagaimana mengisi hidup dg menebar makna dan manfaat. Dan setiap orang diciptakan unt berpasang pasangan…

    Salam manis

     
  5. Letek Ganteng

    Februari 3, 2009 at 9:53 pm

    Topik yang menarik apalagi zaman sekarang sangat banyak terjadi di sekeliling kita.
    Absolutely YES…mencintai 2 orang pada waktu bersamaan IMPOSSIBLE,poligami adalah selingkuh secara terang terangan….

     
  6. Rindu

    Februari 18, 2009 at 9:37 am

    Bu, belum ada tulisan baru? sibuk atau tenggelam di pusaran bumi Bu?🙂

     
  7. mita

    Februari 18, 2009 at 2:33 pm

    iya ni mama, kok ga ada tulisan baru lagi.

     
  8. nofal fahleffi

    Februari 24, 2009 at 7:39 am

    asslkm bu dosen…
    saya nofal fahleffi, mahasiswa perbanas, jur akunt.
    saya juga diajari Mata kuliah Sistem Pengendali Manajemen oleh ibu..
    menurut saya topiknya bagus dan menarik dan puisi-puisi yg ibu buat kalau sudah banyak lebih baik di buat buku saja bu..
    kaya pengarang khairil anwar…hehehe
    oia,,bagaimana bu copy an materi yang mau di upload ke blog ibu??
    nampaknya belum di upload yahh??

    terima kasih bu..

     
  9. nofal fahleffi

    Februari 24, 2009 at 7:43 am

    asslkm bu dosen…
    saya nofal fahleffi, mahasiswa perbanas, jur akunt.
    saya juga diajari Mata kuliah Sistem Pengendali Manajemen oleh ibu..
    menurut saya topiknya bagus dan menarik dan puisi-puisi yg ibu buat kalau sudah banyak lebih baik di buat buku saja bu..
    kaya pengarang khairil anwar…hehehe
    oia,,bagaimana bu copy an materi SPM yang mau di upload ke blog ibu??
    nampaknya belum di upload yahh??

    terima kasih bu..

     
  10. ririnwulandari

    Februari 27, 2009 at 9:57 pm

    Waalaikum salam….
    Terima kasih ya….semoga…

     
  11. ririnwulandari

    Februari 27, 2009 at 9:59 pm

    Mita dan Rindu…
    Sori lagi sibuk dengan berbagai hal yg harus diselesaikan…
    Nah..ini ada tulisan singkat….smg..menjawab pertanyaan..

     
  12. anintadiary

    Maret 31, 2009 at 9:32 pm

    Assalamu’alaikum ibu ririn…kenal ibu dr tulisan2nya Rindu aka Ade…jd SKSD deh..hehehe…
    tulisan ibu bagus2..terutama puisi2nya,dalam sekali maknanya…🙂

    untuk tulisan ini, saya tergelitik berkomentar…
    saya pernah di persimpangan jalan itu bu…dalam bingung dan (hampir) putus asa…tapi Allah Maha Pemberi Petunjuk…lewat banyak kejadian, Dia menuntun saya menuju jalan yang meski diperbolehkan, namun dibenciNya (Irhamna Ya Robb, semoga Allah mengampuni saya)…dan kini saya tidak lagi di persimpangan jalan…🙂
    saya selalu yakin (Insya Allah) semua ketetapanNya adlh yang terbaik untuk saya…karna saya (Insya Allah) kini ada di jalan hidayahNya..aamiin…

    *duh komen apa postingan ya?*😀

    maaf ya bu, jadi kepanjangan…terus menulis ya bu…love it so much..🙂
    wassalamu’alaikum,
    Ninta

    ps: saya link di blog sederhana saya ya bu…thx b4

     
  13. ririnwulandari

    Maret 31, 2009 at 10:07 pm

    Terima kasih mbak Aninta, sy Ikut berbahagia karena perjalanan mbak sudah berhasil melewati persimpangan dengan ridho Allah SWT…semoga hidayah dan karuniaNYA selalu mengiringi mbak sekeluarga.
    Terima kasih juga atas apresiainya terhdap tulisan2 dan puisi2 sy…Alhamdulillah kalau bermanfaat…..semua itu hanyalah seperti air tumpah dari pancuran saja…..asal merangkai kata-kata…dan terima kasih sudah berkenan melink blog saya …mendapat kehormatan nih…

    salam manis

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: