RSS

Demikianlah

12 Nov

Diam terpaku

Mengelola tsunami dalam dada

Mneggeleparkan dan membucah sel-sel kesadaran

Akhir sebuah harapan

Ketika engkau melewati pintu itu

Kenapa mesti diam

Karena itulah pelajaran yang kuterima

Ketika berjalan dengan takzim mendaki puncak Merapi, Merbabu, Slamet dan Rinjani

mesti diam dalam penerimaan ketika dingin menggigit seluruh tubuh

ketika rintangan memerlukan penyatuan jiwa dan hasrat

Kenapa mesti diam

Karena itulah pelajaran yang kuterima

Ketika thawaf tawadhu mengelingi Ka’bah

dalam kerumunan dan himpitan jiwa nan teduh ataupun angkara

Diam dalam genggaman CINTANYA….

membuatku terus berjalan untuk menyatukan cintaku dan CINTANYA

Penerimaan ini……..

tetap saja menghadirkan anak sungai di pipi

Menghadirkan ruang  kosong dan pilu

Tetap saja diamku tak terusik…

Oh..demikianlah…..Aku kehilangan cintamu….

tapi tak usah risau….aku selalu dalam balutan CINTANYA

dan Menunggu JANJINYA……

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan  ada kemudahan

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”*

Menunggu….

Layaknya janin mencari jalan keluar dari haribaan bundanya

Jadi… demikianlah

kata-kata tak perlu mengalir lagi……

*Al-Qur’an, Surat Al-Insyirah ayat 5, 6

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada November 12, 2008 in Puisi

 

7 responses to “Demikianlah

  1. maskoko

    November 14, 2008 at 12:52 am

    Nomor Siji
    Indah sekali kata2 nya🙂 saya jadi terharu…

     
  2. ririnwulandari

    November 14, 2008 at 7:04 pm

    Terima kasih Pak….
    He…he…hanya sekedar kata-kata…

     
  3. v3

    November 15, 2008 at 9:25 am

    membacanya saya jadi sempat termenung

     
  4. Abdurrahman

    November 15, 2008 at 5:18 pm

    bersama satu kesulitan ada dua kemudahan, begitulah tafsir mengatakan,,

     
  5. Rindu

    November 15, 2008 at 7:12 pm

    ya ALLAH jangan beri saya cobaan diluar batas kemampuan saya untuk melewatinya … hamba percaya bahwa ENGKAU maha mendengar, maha melihat, maha mengerti bahwa cobaan ini berat untuk saya dan hamba percaya ENGKAU tidak akan pernah meninggalkan hamba.

    ya ALLAH yang tidak pernah ingkar janji … saya kembali dengan sejuta tangis, terimalah saya dengan segenap cinta saya dan kuat kan saya.

    Kuatkan saya hingga kembali padaMU… kuatkan saya dan bu Ririn🙂

     
  6. ririnwulandari

    November 17, 2008 at 5:35 pm

    V3 yang cantik…
    maafkan saya kalau puisi ini membuatmu termenung…semoga tidak membuatmu bersedih….dibait2 terakhir ada optimisme kan?…..

    Abdurrahman..
    tks atas koreksinya..”Bersama kesulitan ada dua kemudahan..” Hidup…ternyata sangat indah kalau kita dapat menikmati hal-hal positif dari hidup itu sendiri…dan Allah SWT menjanjikan hal itu….
    ENgkau adalah pemuda yang luar biasa anak muda….tercermin dari blogmu….sukses….semoga menjadi pemimpin masa depan… penuh sayang dan empati terhadap sesama

    Rindu…
    Kalau kita ikhlas menjalani jalan kehidupan yang pilih …Allah SWT akan memberikan jalan yang jauh lebih indah….saya sangat mempercayai hal itu…Bukankah Allah SWT menyerukan umatnya untuk berikhtiar dan berdoa….Ikhtiar kita adalah memilih berbagai alternatif…selanjutnya menjalani pilihan kita dengan ikhlas..Ikhlas adlah manifestasi doa kita…
    Sukses ya…..tentukan prioritas hidupmu….selanjutnya bersungguh sungguh dan fokus menjalani dan meraihnya..disertai keikhlasan…bahwa penentu hasil ikhtiar dan doa kita hanyalah ALLAH SWT….

    Untuk V3, Abdurahman dan Rindu….salam sayang dari saya…betapa saya menyayangi dan kagum terhadap generasi muda seperti anda….

     
  7. Mada Suzamar

    November 19, 2008 at 6:41 pm

    Terkadang kita sering kecewa jika pengharapan tak kunjung tiba, namun sadarkah kita bahwa apa yang kita raih saat ini merupakan jalan terbaik untuk kita….

    Percayalah kepada Allah dan berprasangka baiklah kepada-Nya bahwa itu semua untuk kebaikan kita….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: