RSS

Mendung

04 Okt

 

Mendung menggelayut menghadirkan kengerian

pandangan sepasang mata kanak-kanak begitu sama

Mendung menghadirkan lorong ketidakpastian

menghentikan sejenak perjalanan

mencekam dan menggulirkan keterasingan

kupandangi lewat jendela menghadirkan jawaban yang sama

gumpalan awan menghadirkan mendung terus saja menggelayut

Diam tergugu memandang tak berkedip

satuan bahkan ribuan menit lewat tanpa makna

mereka reka…hujankah…gerimiskah…petir menggelegarkah…banjir bandangkah…

proses menilik-nilik berjalan terus tanpa henti

hingga binary choice menghadang tanpa suara mememakkan

namun menebas hingga serpihan beterbangan

yes..or..no…demikian suara lembut itu

dan perjalanan mesti berlanjut…

tanpa peduli mendung menghadirkan apa saja… 

 

di minggu pagi..5 Oktober 2008

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 4, 2008 in Puisi

 

7 responses to “Mendung

  1. Rindu

    Oktober 7, 2008 at 6:23 am

    Hatinya gak mendung kan bu?

     
  2. andi

    Oktober 7, 2008 at 8:00 am

    warna-warni dalam hidup kadang datang bertopeng abu-abu . .
    berpura-pura menemani lantas mencederai . .
    manusia hanya mahluk lemah yang berperasaan . .
    kepadaNya-lah semua mahluk mengadu . .

    [04]

     
  3. ririnwulandari

    Oktober 8, 2008 at 8:30 am

    Betul Pak….terima kasih atas silaturahminya…blog anda sungguh bernas…galery fotonya..luar biasa…

     
  4. ririnwulandari

    Oktober 10, 2008 at 1:18 am

    Halo..Rindu…kangen nih….hatiku tentu saja tidaklah mendung…cerah….secerah baju yg kukenakan saat ini…orange…tks ya….

     
  5. Oson

    Oktober 10, 2008 at 4:41 am

    kadang mendung menyapa kita dengan sebuah pertanyaan, seberapa lama gelap kan mengiasnya,
    akankah cahaya segera mengusirnya dari celah mega-mega ?
    sebuah proses yang membawa kita pada pertanyaan mematikan…

    http://www.akuyangmati.wordpress.com

     
  6. ririnwulandari

    Oktober 11, 2008 at 12:56 am

    Tentu saja cahaya segera mengusirnya Pak…bukankah di dunia ini kejadian silih berganti?…..terima kasih…

     
  7. Setdewo Utomo

    Oktober 15, 2008 at 11:23 am

    Saya sangat menyukai tulisan ibu….knapa ga mencoba untuk menerbitkan buku aja bu…. Sukses slalu ya bu dengan tulisannya….

    mendung bukan berarti menghentikan smua langkah yang ingin kita tuju kan BU….. seperti tulisan ibu….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: