RSS

Kulerai

08 Sep

Kutelentangkan rasa tak terdifinisakan

Inilah yang aku punya

Membuncahkan kehangatan jiwa

Meliuk takberaturan

Tiba tiba inilah yang aku punya

Deburan ombakpun tak mampu memecahkannya

Alunan lembut nyanyian syahdupun tak mampu menghanyutkan

Ketika engkau bersidekap dalam diammu

Apa pedulinya aku

Kulerai saja amat pelahan

sampai senggal nafasku tak terdengar olehmu ataupun oleh mereka

Dengar saja kataku….

Kan tak ada episode membuncah tak beraturan

Karena kupilin amat manis dan sesak…

Dengar saja kataku

Kenapa engkau mesti tunggang langgang

Bukankah tak ada tempat yang aman bagimu…

Aku diam di sini…hanya diam tak hendak berkata

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2008 in Puisi

 

4 responses to “Kulerai

  1. Ersis Warmansyah Abbas

    September 8, 2008 at 11:39 am

    Yap, diam dalam menulis, lebih keras dari teriak, lebih kencang dari berlari, diam yang tidak mendiamkan. Salam.

     
  2. ririnwulandari

    September 8, 2008 at 5:25 pm

    Betul Pak Ersis…diam yang tak mendiamkan…komentar yang manis dan pas. Luar biasa….ternyata saya dikunjungi dan berkenalan dg sastrawan, penulis dan dosen yang produktif. Juga ulama barangkali…? Terima kasih atas kunjungannya. Diharapkan ada kunjungan dan komentar berikutnya…salam

     
  3. Oson

    September 12, 2008 at 8:46 am

    adakalanya diam itu adalah sebuah penghianatan..

    http://akuyangmati.wordpress.com

     
  4. ririnwulandari

    September 12, 2008 at 10:28 pm

    Betul…diam punya banyak sisi..diam kali ini adalah sebuah upaya positif…..terima kasih atas perhatiannya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: