RSS

Ketika berserah diri

06 Sep

Sebuah malam yang sepi…di malam Ramadhan yang lalu…. dihamparan sajadah…aku memelukMu erat Ya…Alloh…itulah saat titik nadirku yang kesekian kali.  Tak  kupedulikan apa hasil perjalanananku…tak kupedulikan bagaimana perjalananku esok, atau lusa…Tak kupedulikan mereka datang dan meninggalkanku…Tak kupedulika mereka jengah dan hendak meninggalkanku….tak peduli dia bosan dan hendak memalingkan muka dariku….Tak peduli sisi baik diriku…Tak kupedulikan betapa si cantik dan si lucuku mencintaiku….

 

Sebuah malam yang sepi…dihamparan sajadahku…..di malam Ramadhan yang lalu….aku hanya peduli..bahwa Engkau mencintaiku…Ya…Rob….engkau membelai perjalananku….Engkau membisikiku jalan yang terbentang pasti kan ada….

 

DicintaMu…Ya Rob….Ya…Alloh..aku dalam puncak kepasrahan….

DipelukMu…Ya Rob…aku tak hendak menggeliat berontak…..

 

Sebuah malam yang sepi….di malam Ramadhan kali ini…..aku tahu Engkau….Ya Rob..masih memandangku dengan penuh cinta….membiarkan diriku…menikmati sajian IstemewaMu….membiarkan diriku….menyadari…keberadaanku di kehidupan ini pasti untuk KehendakMU……dan aku tahu…KehendakMU…ya Rob itulah….jalanku… untukku….

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2008 in Ekonomi

 

5 responses to “Ketika berserah diri

  1. Apandi

    September 7, 2008 at 1:10 am

    Dia tetap peduli
    meski kita tak peduli

    kalau Dia tak peduli
    hancur bumi

     
  2. Oson

    September 7, 2008 at 8:47 am

    aku sering lakukan itu
    sampai hati terasa lelah..
    mungkin Dia lupa padaku (pikirku)

    http://akuyangmati.wordpress.com

     
  3. ririnwulandari

    September 7, 2008 at 9:37 am

    Setuju untuk Bung Apandi..duh..puisi-puisi anda bagus…senang kedatangan tamu seperti anda..terima kasih..

    Puisi dan Prosa Bung Ozon tidak kalah bagusnya..luar biasa…hanya ketika membacanya hati saya miris…Bukankah Alloh tidak pernah melupakan umatnya Bung? Hanya saja Alloh punya kehendak untuk masing-masing umatnya….sabar dan berserah diri, dua hal yg kujalani…semoga anda juga demikian…sukses…dan senang kedatangan tamu seperti anda..terima kasih…

     
  4. yulism

    September 7, 2008 at 1:35 pm

    Indah sekali pada saat beriktikaf seperti itu mbak Ririn ya. Damai, bahagia dan rasa syukur akan terpancar dalam jiwa. Saya juga merasakan betapa Allah telah melimpahkan segala cintanya kepada saya tetapi kadang saya melupakanNya, Semoga Allah mengampuni saya. terimakasih

     
  5. ririnwulandari

    September 8, 2008 at 8:05 am

    Betul mbak….kadang kita tidak tahu maksud Alloh dibalik semua yang terjadi…dan Alloh membentangkan pengampunan yang tak terbatas…terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: