RSS

Keinginan

06 Sep

Kuurai keinginan menjadi satu garis nyata

kendala dan tujuan bersintesa menyatu membentuk kepuasan optimal

Toh degup jiwa masih saja mengiringi

Mengaburkan garis nyata menjadi serpihan tak teridentifikasi

Upaya upaya tak ada kesudahan hingga ujung waktu

Degup jiwa menyentak diselingi kesadaran dan ketidaksadaran

Terus menderu…terus melaju…..

keinginan semakin tertinggal jauh…..

Apakah ada keinginan yang tak tertinggal….

Karena begitu mendekat….berubah menjadi serpihan serpihan

Apa yang mesti kita punguti sebenarnya……

semakin tak jelas sekedar menjadi ornamen..

sampai kita dapat berdiri tegak

memandang dengan kesadaran penuh…

bahwa kita mesti menggegam sebentuk keinginan dengan segenap hati…..

segenap jiwa….

walau itupun ada batas yang jelas membentang………

Karena setelah kutelisik dengan seksama..

memang demikian adanya..

mana mungkin segala hal takterbatasi…

dan…diamku kali ini…karena aku memandang  tak berkedip

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2008 in Puisi

 

2 responses to “Keinginan

  1. Oson

    September 7, 2008 at 8:44 am

    yup…, hanya berakhir menjadi sebatas misteri

    http://akuyangmati.wordpress.com

     
  2. ririnwulandari

    September 12, 2008 at 10:32 pm

    He…he….aku selalu bermuara dalam diam….terima kasih…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: