RSS

Indahnya Memahami

28 Agu

Hari ini aku memahami mengapa Bapakku berpesan bahwa seorang istri adalah tiang rumah tangga.  Hari ini di suasana Nyadran.  Waktu yang sebagian orang beranggapan  waktu yang tepat untuk mendoakan Almarhumah dan Almarhum. Almarhumah Ibu dan Almarhum Bapak….

 

Hari ini ketika aku memahami hal itu…..ketika aku mulai memejamkan mata menikmati indahnya memahami…senyum Bapak dan Ibu selintas singgah menyetujui dan mewarnai suasana hati pada puncak pemahaman….

 

Berpuluh tahun aku mempertanyakan mengapa beban keharmonisan, beban keutuhan rumah tangga dibebankan ke seorang istri.  Mengapa pesan itu khusus untukku disaat Bapak diujung kehidupan?…

 

Kucari jawaban pertanyaan tersebut pada koridor-koridor kehidupan, pada gemuruhnya metropoiltan, pada heningnya malam, pada tawa riangku,  pada perbincangan-perbincangan implisit dan eksplisit, juga diantara sedu sedanku…..

 

Perempuan beraliran feminis maupun nonfeminis.  Perempuan sederhana maupun berpendidikan tinggi…Perempuan sejauh mataku memandang….sebagian besar mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah benar.  Bahwa keutuhan rumah tangga adalah karena sintesa, sinergi kedua belah pihak.  Bahwa upaya terus menerus dari kedua belah pihaklah yang menentukan langgeng tidaknya bahtera itu…bukan karena “superwomen”nya perempuan…

 

Diantara sedu sedan dan tawa riangku…begitu sering aku menanyakan hal itu..Pertanyaan yang menjurus kepada kemarahan…karena tanpa pemahaman dan keikhlasan..begitu beratnya menjadi sebuah tiang..Kakiku begitu sulit melangkah, karena yang satu lunglai….Begitu sulitnya aku terbang mengangkasa…karena sebelah sayapku tak berfungsi…melangkah seperti apa dan terbang seperti apa…? Melangkah kemana…dan terbang kemana?…..

 

Tanpa pemahaman dan keikhlasan…aku tak bergerak kemanapun…hanya berkisar pada pertanyaan-pertanyaan tersebut…

 

Satu kunci untuk menjawab pertanyaan itu…pemahaman terhadap pria…khususnya pemahaman terhadap suami…karena seorang pria adalah sebuah keunikan….karena pria hanya ingin dipahami….dan..ternyata….memberi pemahaman lebih indah dari pada minta dipahami…

 

Dengan pemahaman dan keikhlasan seperti ini…..satu sayap yang tak berfungsi serta satu kaki yang lunglai bukanlah menjadi masalah…karena dengan pemahaman itu kita mendapat tambahan energi untuk memulihkan kaki yang lunglai dan menyembuhkan satu sayap yang tak berfungsi….

 

Untuk bisa “terbang’ dan “melangkah” dengan bebas…kita butuh pasangan yang dengannya kita bisa “berpelukan”….dan mensinergikan kekuatan dan kelemahan…memahami kelemahannya dan keunikannya…

 

Ternyata…menjadi tiang rumah tangga  bukan harus menjadi “superwomen”….ternyata cukup hanya dengan memahami seorang pria….dan pria itu adalah suami…Tidak mudah memahami seorang suami…..berat…seperti beban yang dipikul oleh tiang bangunan…..

 

Hari ini aku memahami satu pesan dari seorang pria unik….pria sederhana…pria yang “bukan siapa siapa” di mata orang…tapi pria yang sangat tidak sederhana….pria  yang sangat hebat…pria yang sangat berarti bagi diriku….karenanya…. aku terus menerus…dipacu untuk mencari jawaban atas pesan khususnya….karenanya aku terus berjalan dengan kepala tegak….tak peduli di saat lunglaipun…

 

Pria itu adalah…..Bapakku…..

 

Thank untuk seorang sahabat….perbincangan kita  di Mallacca ternyata membawaku pada puncak pemahaman seperti ini…..

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 28, 2008 in Sosial

 

8 responses to “Indahnya Memahami

  1. Ricky Yanuar

    Agustus 28, 2008 at 8:59 pm

    itulah juga mungkin knp wanita diberikan tanggung jwb yg bsar yaitu rahim.tmpat dmna stiap insan berasal.
    two thumbs up for women…

     
  2. Oddy Rangga Sadewa

    Agustus 30, 2008 at 1:16 am

    Setidaknya seorang wanita yg baik dan brtnggung mnjadi tiang dlam kluarga bahkan dlm hal apapun krn mreka lbh bisa mngurus kluarga/ sgala ssuatunya dgn baik dan bnar ktmbang laki” yg mayoritas memiliki ego dan hawa nafsu lbih besar . Tulisan Ibu Ririn ini, sya rasakan sndiri krn… (maaf kl mngkin prkataan sya nyeleneh), kpala kluarga sya lbih brtanggung jwab yaitu Ibu saya, ktimbang Suaminya yg tdak mnjalankan amanahnya dgn bnr sbgai kpla kluarga, Jd ga slah knp ada hari ibu, knp ada yg namanya ibukota, ataupun kata ibujari, krn bagaimanapun khadiran seorang ibu bisa memberikan efek yg brmacam” dan luar biasa

     
  3. mantan kyai

    Agustus 30, 2008 at 3:30 pm

    bukan hanya dalam rumah tangga. annisa’u imadul bilad. wanita adalah tiang agama. lha kalo tiangnya suka goyang bisa dibayangin kan sekarang negara kita goyang terus..hehehe

     
  4. ririnwulandari

    Agustus 30, 2008 at 4:57 pm

    Ricki dan Oddy…
    terima kasih komentarnya….ya…

     
  5. ririnwulandari

    Agustus 30, 2008 at 5:04 pm

    Betul juga ya Pak Kyai……he..he…..btw..blog Pak kyai keren, baik tampilan maupun isinya. Boleh saya berguru?..terutama u membuat tampilan sebagus blog Pak Kyai….dan terima kasih sudah mengunjungi blog saya..

     
  6. Tipri Rose Kartika

    Agustus 30, 2008 at 7:20 pm

    Hai Mbak Ririn……, wah bagus sekali tulisannya,memberi masukan khusus buat pribadi diriku mbak. Tetapi sulit ya mbak untuk memahami lelaki, mauya kita sama-sama memahami, tetapi kebanyakan biasanya lelaki itu egois maunya dipahami terus tapi sulit untuk memahami wanita. Betul tidak mbak.hehehehehehehe

     
  7. rsatya

    September 7, 2008 at 2:47 am

    begitu menggugah,.. ketika membaca “Indahnya Memahami” punya mbak ririn, istriku sedang Shalat Ashar, pas di sebelah meja belajarku. Ingin rasanya kuajak serta dia membaca,.. tapi,.. biarlah dia kelak menemukan tulisan semacam ini sendiri… semoga dia tetap bisa memahamiku yg terkadang juga tak mau memahaminya….
    wassalam

     
  8. ririnwulandari

    September 7, 2008 at 9:50 am

    Terima kasih atas kunjungannya nih….Alhamdulillah kalau sudah menuju saling memahami…sukses dan salam untuk sang istri. ….sedang sekolah lagi ya mas…sukses ya…blognya keren lho…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: