RSS

Ketika Aku Lelah

09 Agu

Beberapa malam kulalui dengan “kedap kedip”, desahan zikir tiada henti..tidur lelap tidak jua hadir..denting  tiang listrik dibunyikan sebanyak 3 kali menggema….masih kudengar nyaring…

Beberapa malam ini..aku baru terlelap setelah pukul 3 malam….kalau tadi malam aku bisa tidur lebih awal, ternyata bukan tidur yang “lelap”…penyakit “gangguan tidur” yang beberapa lama tidak muncul..nampaknya kini mulai hadir. Indikasinya adalah pagiku bukanlah pagi yang menyegarkan.  Pagiku dipenuhi rasa kelelahan.  Kalau dilakukan “sleep test”  Detak nadiku pada sebagian besar waktu tidur berkisar antara 80-82/ detik.  Detak nadi untuk orang yang melakukan aktifitas.  detak nadi yang biasa terjadi pada orang yang tidur lelap berkisar 50/detik.

 

Pagi ini aku memulai aktifitas dengan rasa lelah.  Tatapan mahasiswa yang biasa meluruhkan berbagai rasa negatif sama sekali tidak mempan untuk pagi ini.  Aku harus melawan kondisi seperti ini, kalau tidak inilah titik bawah daya tahan tubuhku, berbagai penyakit tidak kubiarkan mengintip pintu pertahananku.

 

Selesai mengajar, aku mulai menelusuri jalan….kujumputi makna yang tercecer…kunikmati berbagai tatapan bahagia.  Tatapan bahagia mulai meluruhkan rasa lelah, ngantuk seperti ini. Mengapa?….Karena aura bahagia mengelilingiku..aura bahagia yang merupakan aura positif menggeser aura negatif akibat tidak sukses ‘tidur”.  Obat yang sederhana…”membuat orang lain bahagia, apalagi orang-orang lain bahagia” merupakan obat batin yang luar biasa.

 

Selesai menjumputi sedikit makna siang itu…aku memanjakan diri dengan mengunjungi “kedai” yang menyajikan coklat panas dengan “Wi-Fi”nya.  Aroma coklat panas begitu sempurna.  Sempurna untuk dinikmati lebih lanjut serta sempurna untuk meredakan ketegangan dan kelelahan.

 

Seorang  wanita  berambut panjang, dengan pakaian modis dan badan semampai mengusik “kedamaian”ku.  Begitu kaget ternyata dia adalah seorang teman yang lama tak kutemui. Satu tahun adalah waktu yang cukup lama. Perjumpaanku dengannya satu tahun yang lalu masih menyisakan rasa kasihan dan rasa miris yang amat sangat.  Seorang wanita dengan tubuh kurus kering dan kehitam hitaman, rambut sedikit rontok.  Bagaimana mungkin  tidak seperti itu kondisinya.  Radiasai, penyinaran dan kemoterapi begitu mengakrabi dirinya.  Saraf kepala dan organ reproduksinya mengalami gangguan  yang tidak ringan. Setahun yang lalu kutemui seorang wanita yang nyaris tidak mempunyai harapan hidup. Dan kini aku menemui seorang wanita yang sama tetapi begitu  mempesona.

 

Wanita yang mempesona itu duduk di depanku. Perjumpaan dua wanita yang tidak pernah bertemu tidak menyisakan waktu jeda untuk tidak bicara. Aku pendengar dan dia berbicara runtun bagai gelombang yang lembut beriak, bengelegar dan lembut kembali.  Aku menikmati perbincangan itu dan aku menginginkan klimaknya,  Klimaks seperti apa? Klimaks yang kumaksud adalah  Jawaban dari pertanyaan  yang masih  tersimpan di dalam hatiku.

 

Penantianku tidak sia-sia. Ceritanya semakin menuju pertanyaanku….dengan berbinar, wajah yang merona..dia bercerita adanya “Cintanya”.  “Cintanya” yang membuat dia bertahan.  “Cintanya yang membuatnya merasa nyaman dan “cintanya” yang membuat dia bersemangat melawan segala penyakitnya, serta yang luar biasa…. dia begitu mempercayai “Cintanya”.

 

Ternyata begitu dasyat sebuah cinta….dasyat karena dapat  membuat seorang wanita berjuang dan bertahan untuk tetap hidup.

 

Senja itu segala kelelahanku terurai…hari itu aku mendapati dua hal yang memperkaya batinku.  Dua hal itu adalah: Obat rasa sakit adalah membahagiakan orang lain dan  semangat akan menggelora  ketika dibahagiakan orang lain.

 

Senja itu aku lebih bersemangat untuk menghadapi acara dan kegiatan yang masih akan aku ikuti dan kukerjakan hari itu….Bersemangat untuk  membahagiakan dan dibahagiakan….hari yang benar-benar indah…

Bogor, 9 Agustus 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 9, 2008 in Pribadi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: