RSS

Penyatuan nan Indah

23 Jul

Malam ini aku sebenarnya ingin menulis…menulis yang telah aku pikirkan kemarin.  Seperti halnya yang diampaikan oleh Affandi, pelukis besar kita..bahwa beliau melukis pada saat tak tertahankan lagi untuk melukis. seperti halnya  minum atau makan  disaat  puncak dahaga atau puncak lapar. 

Karena “laparku kemarin, karena “dahagaku” kemarin, maka hilanglah seleraku untuk “menyantap”nya kini…artinya hilanglah semua hal yang ingin kutulis kemarin….

 

Karena aku sudah menghadapi monitor seperti ini, tak usahlah aku menyurutkan niat untuk sekedar memecet mecet keyboard…..alhasil monitor tetap menyala..dan aku masih di sini…

 

Yang aku rasakan sekarang adalah mencoba berada di titik nadir….sering aku mencobanya..kadang aku bisa melakukannya, kadang aku tak bisa melakukannya…wajar saja karena  qolbu yang aku kendalikan selalu bergerak..bolak balik…

 

Titik Nadir…titik dimana kuserahkan arah perjalanan hidup kepada Allah Swt.  Bukankah tidak ada selembar daunpun yang luruh dari tangkainya tanpa sepengetahuan Allah Swt. Bukankah rejeki, musibah, kematian, keberuntungan, cinta yang tumbuh tidak terjadi tanpa  kehendakNYa?…Lantas mengapa kita risau?….

 

Apakah dengan demikian kita hanya berserah diri tanpa melakukan apa-apa?…Pemikiran tersebut merupakan kesalahan.  Kita melakukan apa-apa atau berikhtiar karena kodrat kita memang demikian….karena keberadaan diri kita dinilai berdasarkan ikhtiar kita.  Tetesan keringat, kerutan kening karena berfikir keras, ikhtiar tanpa batas adalah penanda peringkat diri kita…penanda derajat kita.  peringkat diri kita, penanda derajat kita bukanlah atribut tempelan yang mentereng tetapi ikhtiar tanpa batas… ikhtiar tanpa batas adalah sebuah kesabaran menjalani hidup….

 

Menyatukan “titik nadir” dan ikhtiar tanpa batas adalah sebuah keindahan dan sebuah jalan terang di kehidupan ini…sebuah penyatuan yang menentramkan.  Artinya ….dalam menjalani kehidupan kita harus bersemangat, bekerja keras dan berikhtiar tanpa batas, tetapi dalam menyikapi hasil kita harus bisa menempatkan dalam “titik nadir” tanpa pengharapan dan menyerahkan kepada ketentuanNYA….memang sebuah penyatuan yang menentramkan…Bukankah Allah SWT akan memberikan segala hal yang terbaik bagi umatnya? tidak terkecuali bagi diriku?

 

Jadi malam ini aku mulai mengantuk….penyatuan ikhitiar tanpa batas dan titik nadir begitu menentramkanku malam ini….selamat malam….malam ini begitu hening

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 23, 2008 in Sosial

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: