RSS

Tanpa Judul

20 Jul

Lembar demi lembar terkuak perlahan

Goresan demi goresan mengintip

Kuterlonjak kaget…kumeringis nyeri

Goresan demi goresan penaku bersimpang siur tak bermakna

Bukankah aku telah menggoreskannya dengan hati hati…

Bukankah aku telah menggambar sesuai imajinasiku nan indah…

Dadaku naik turun tak beraturan

Peluhku mengalir menuju muara tak  bertepi

Mataku sembab berdarah darah

Gambarku berwarna warni….berserabutan tak karuan

Ini pasti karena penaku salah…ini pasti karena tanganku tremor

Aku terduduk lemas

Aku takhendak kemana mana

Aku berlari pontang panting…sambil menjerit…lihat aku telah salah menggoreskannya…gambarku berserabutan takberaturan….

Ya Rab…dapatkah  kau ubah gambar berserabutan takberaturan menjadi lukisan astrak nan indah seindah lukisan Amri Yahya?

Ya Rab…Ku mohon…lakukan..karena bibirku telah kelu, mataku  nanar dan tanganku tremor…

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2008 in Puisi

 

6 responses to “Tanpa Judul

  1. Rindu

    Juli 21, 2008 at 10:35 pm

     
  2. ririnwulandari

    Juli 22, 2008 at 9:14 am

    Selamat malam Rindu…thank..ya…duh..malam begini, badanku demikian lelah…so kulindungi diriku untuk tdk menerima info yg nggak enak apalagi menyeramkan…Beberapa hari lg kan kubaca…tidak malam ini..sekali lagi thank….

     
  3. tipri rose kartika

    Juli 22, 2008 at 11:45 pm

    Mbak Ririnku…..,sekarang aku mau buat tulisan yaitu “dengan judul”,hehehehhehe. becanda ya mbak. Apa ya maksud tulisan itu ,kok aku tidak mengerti ya mbak…

     
  4. ririnwulandari

    Juli 23, 2008 at 4:04 am

    He…he…Dik Tipri…”Tanpa Judul” adalah Puisiku yang menurutku paling bagus…kenapa? karena calon Doktor Manajemen Bisnis nggak ngerti…he…he…Aku benar-benar tersanjung nih…he..he…terima kasih ya….

     
  5. Baron

    Juli 26, 2008 at 7:08 pm

    Woman in black.

    Pesona sumringah jelas tergurat,
    Tatapan kagum langsung tersirat.
    Wahai juita nan elok
    Adakah sendu dihatimu?

    Langkahmu pasti
    Tatapanmu tajam kedepan
    Adakah luka dihati
    Ataukah itu godaan insan.

    Kagum tiada henti
    Cantik mempesona dalam kegalauan
    Simpanlah rindu dihati
    Barangkali hanya sekedar terpaan.

    Woman in black
    Kau sungguh rupawan
    Tegak berdiri dalam sendiri
    Tutupi sendu tanpa disadari

    Semoga selalu berbahagia dan berhasil dalam cita-cita.
    Bu Ririn, ini adalah khayalanku terhadap kamu, entah bila kita
    bisa bersua. Tapi itulah gambaran dirimu.
    Wanita yang tabah menatap masa depan, bagi keluarga dan diri sendiri.

    Salam dari kami sekeluarga.
    Baron
    yang menghayal ibu dalam nite gown yang anggun.
    juga ibu Tipri apakabar? apakah boleh daku berkenalan?

     
  6. ririnwulandari

    Juli 26, 2008 at 8:25 pm

    Ha…ha….ha…..luar biasa….terima kasih…Pak…anda boleh berfikir apa saja tentang saya…terima kasih…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: