RSS

Senyum

17 Jul

 

Mendung menggelayut menyeramkan kan berubah menjadi ketidakpastian….Bukan mendung yang menggelayut yang menyeramkan tetapi ketidakpastian itu sendiri…

 

Sikapi saja mendung seram ini dengan sebuah senyuman atau ketawa karena persepsi kita tentang mendung kan berubah…

 

Bukankah di balik mendung yang terburuk hanya ada hujan ataupun petir…dan usainya hujan serta petir kan ada pelangi membentang di langit dengan eloknya bak tangga menuju kayangan..

jadi sebuah senyuman ataupun ketawa bukanlah kesia sian…

 

Sikapi pula segala rasa yang ada di dada dengan sebuah senyuman dan ketawa…karena kan ada jalan membentang menyalurkan segala rasa tersebut…..

senyuman dan ketawa layaknya kunci pembuka jalan…

 

Hidup memang demikian sederhana kalau disikapi dengan senyuman dan ketawa…

Hidup tidaklah rumit kalau disikapi dengan senyuman dan ketawa…..

 

Aku belajar tentang senyum dan ketawa kepada seorang sahabat….Seorang sahabat yang mengajariku untuk selalu tersenyum dan ketawa…dalam keadaan bagaimanapun…

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2008 in Sosial

 

4 responses to “Senyum

  1. Rizal Chaniago

    Juli 18, 2008 at 7:14 am

    Hahahahahhahaha, ibu Ririn yang baik kadang-kadang banyak ketawa dan senyum bisa juga jadi gila. Tapi tulisan ibu luar biasa lho. Dari seorang calon doktor manajemen bisnis.Kalau boleh aku kasih sebuah pantun: Buah kelapa buah semangka, nyiurnya melambai semangka dimakan. jadikan senyum dan ketawa sebagai ibadah,dengan harapan teman-teman terluka menjadi terobati……..Ikan sepat ikan gabus makin cepat lulus semakin bagus. Ikan mujair dan ikan selasih sampai disini dan terima kasih

     
  2. ririnwulandari

    Juli 18, 2008 at 8:12 am

    Ha…ha..iya ya..Pak…..Wah…pantunnya bagus…terima kasih Pak…senang sekali dapat bergabung di blog ini…

    Mangga nampak lebat, matang dan mulus…semoga bapak juga cepat lulus…

     
  3. tipri rose kartika

    Juli 23, 2008 at 12:07 am

    Bapak Rizal dan mbak Ririn……., kok jadi pada pinter pantun ya…..hehehehehe

     
  4. ririnwulandari

    Juli 23, 2008 at 4:10 am

    Dik Tipri, ayolah ikut berguru bikin pantun n puisi…biar hidup semakin berwarna warni……

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: