RSS

Loved and to be Loved

15 Jul

Loved and to be Loved is a gift  demikian bunyi sms yang aku terima tadi malam dalam perjalanan Setiabudi Cinere..dikirim oleh seorang sahabat, wanita cantik dengan jilbabnya, tinggi semampai,  dan seorang profesional di bidangnya.   Mengapa dia mengirim sms seperti itu bukanlah menarik untuk ditulis di sini. Yang lebih menarik adalah arti dari Loved and to be Loved is gift.

 

Menarik karena  di hari yang sama, di waktu sebelumnya, aku mendengar pendapat yang berbeda tentang Loved and to be Loved is a Gift.  Pendapat yang ke dua bertolak belakang dengan Loved and to be Loved is a Gift.  Bertanya kepadaku “Bagaimana saya mempercayai cinta Bu, kalau cinta itu pernah meninggalkan saya, kalau cinta ternyata dapat menguap dan usai”.

 

Dua-duanya benar, baik “Loved and to be Loved is a Gift”, maupun “Cinta ternyata dapat menguap dan usai”. Mengapa Cinta dapat menguap dan usai? Karena cinta adalah rasa, karena cinta adalah pemberianNya, karena cinta adalah salah satu yang mengisi dunia ini. Bukankah segala pemberianNya , segala yang mengisi dunia dan segala rasa bersifat fana dan tidak kekal?

 

Kalau sudah memahami bahwa Cinta besifat fana dan tidak kekal, mengapa kita berharap untuk kekal?, mengapa kita takut menyentuhnya lagi karena takut kehilangan? Mengapa takut menikmati karena takut tidak dapat menikmati lagi dikemudian hari? Mengapa terlalu banyak memikirkan Cinta? Mengapa terlalu mempermasahkan Cinta…dan mengapa terlalu takut usainya sebuah cinta?

 

Cinta adalah rasa….menyikapinya cukup dengan pemahaman yang sederhana….menerima dengan cara yang sederhana….dan menikmati dengan cara yang sederhana..dan kalaupun melepaskan juga dengan cara yang sederhana…

 

Karena Loved and to be Loved is a gift….Hadiah untuk hari ini…. dengan mengabaikan apa yang terjadi hari kemarin ataupun apa yang akan terjadi esok hari….sebuah kesederhanaan memahami dan menikmati….

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2008 in Pribadi

 

13 responses to “Loved and to be Loved

  1. Baron

    Juli 15, 2008 at 6:36 pm

    Bu Ririn,
    Cinta itu bukan gift dan bukan rasa, karena cinta itu datang dengan sendirinya dan itu untuk dinikmati.
    Tapi. . . . cinta itu bukan seutuhnya harus kita punyai.
    Kadang kala kita men cintai tanpa harus mempunyai.
    lain arti mencintai dan bercintakan.

    Jadi kita coba mencintai apa yang bisa kita cintai tan pa harus menguasai, bukankah itu lebih indah daripada tidak mempunyai cinta apalagi sudah kehilangan rasa cinta.

    Marilah kita cintai keindahan apa yang bisa kita nikmati kemarin dan hari ini serta berusaha mempunyai cinta untuk hari esok. he he he

     
  2. tipri rose kartika

    Juli 15, 2008 at 11:51 pm

    Mbak Ririn, Cinta itu indah, cinta itu baik dan cinta itu anugrah…..Bukankah demikian?
    Jadi peliharalah cinta yang sudah ada seperti kita memelihara tanaman yang kita sayangi, kalau kita bersikap dfemikian maka akan semakin tumbuh rasa cinta yang sudah ada dan semakin banyak lagi cinta-cinta lain yang akan sampai kekita. Hidup penuh cinta sungguh anugrah dan berkah yang sangat besar untuk disyukuri. Maka marilah kita mencintai dan menjadi orang yang selalu mencintai……….

     
  3. ririnwulandari

    Juli 16, 2008 at 1:51 am

    Wah…wah…pembicaraan semakin seru…terima kasih Pak Baron dan Dik Tipri…semua pendapat tidak ada yang salah…juga pendapat “Rinduku” (gadis yang menganggap diriku ibunya..thank untuk penghargaan spt itu..aku mengintip blogmu pagi tadi).

    Halo…sahabat yg mengirimiku sms “Love n to be Loved is a gift” bagaiman pendapatmu tentang pendapat-pendapat tsb?

     
  4. Baron

    Juli 16, 2008 at 3:29 am

    eh ada ibu Tipri,
    Apa kabar, salam kenal dari.
    Semoga mau berkenalan ya.

    salam,

     
  5. tipri rose kartika

    Juli 16, 2008 at 4:13 am

    Mbak ririn…., tadi aku sudah kirim komentar tapi kok tidak ada ya, mungkin lupa ke send. payah deh.
    Mbak ririn, cinta itu adalah anugrah….,sungguh indah orang yang disetiap hidupnya selalu dikelilingi oleh cinta.
    Makanya aku bersyukur atas cinta yang selama ini ada didalam hidupku. dan aku selalu menginginkan dicintai juga dong, hehehehehe

     
  6. tipri rose kartika

    Juli 16, 2008 at 4:16 am

    eh Pak Baron salam kenal juga ya pak, kita sama-sama penggemar blognya mbak Ririn niy. Habis setiap tulisannnya sepertinya benar-benar bernyawa. betul tidak Pak Baron???

     
  7. Baron

    Juli 16, 2008 at 8:24 am

    Terimakasih bu, masih mau berkenlan dengan saya.
    Ibu asli dari mana, mungkin kalimantan ya atau pontianak.
    Namanya bagus sekali.

    salam

     
  8. ririnwulandari

    Juli 16, 2008 at 5:18 pm

    He…he..Dik Tipri saja yang membalas ya Pak…

     
  9. Baron

    Juli 16, 2008 at 7:04 pm

    Ingin mengerti apa arti CINTA dan DICINTAI ?
    Bagaimana CINTA itu memberi MAKNA dan WARNA didalam keluarga dan hidup ini? dengan izin dari ibu Ririn, silahkan baca dikomentar saya selanjutnya.

     
  10. Baron

    Juli 16, 2008 at 7:07 pm

    Sebuah renungan, Semoga bermanfaat.
    Silahkan baca dan dihayati.
    istri & calon istri juga boleh..

    Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan PasarModal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.

    Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

    Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepasmaghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

    Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesar kan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

    Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk Ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu “bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga Ibu”. dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan
    mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian …”

    Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”Anak2ku ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian … sejenak kerongkongannya tersekat Kalian mengingin kan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhankesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit.”

    Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia member saya 4 orang anak yg lucu2 …

    Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.

    BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN, MOHON KIRIM EMAIL INI KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA SEMOGA BERMANFAAT

     
  11. ririnwulandari

    Juli 16, 2008 at 7:55 pm

    Komentar saya…luar biasa… fantastis…saya baru tahu…ada cinta seperti ini…tgl kirim ke email sy Pak…..agar bisa sy terbitkan di blog ini…

     
  12. Irma

    Agustus 2, 2008 at 6:12 pm

    Bu Ririn, cinta juga sebuah petualangan. dinamis, penuh gelora. menjadi bahagia ketika menyinggahi kebun bunga warna warni dengan semerbak wangi. menjadi memuakkan ketika menyinggahi kubangan lumpur penuh sampah busuk.

    obrolan kita selasa sore di MP bogor menyisakan sebuah hentakan keras di hati saya, ketakutan, kecemasan, keresahan dan juga kekaguman. Sempat kusampaikan perasaanku pada cintaku, dan dengan arif penuh cinta dia meresponnya. ah… bu ririn, Karena cinta adalah sebuah petualangan, dengan penuh semangat apapun yang terjadi, kubuat keputusan yang terbaik untuk cinta.

     
  13. ririnwulandari

    Agustus 3, 2008 at 8:43 am

    Obrolan kita berlima memang asyik ya…Alhamdulillah Bu Irma pada titik pemahaman cinta yang jauh meningkat he…he….jangan seperti kami setelah menempuh perjalanan cukup panjang baru bisa meningkatkan pemahaman…

    Terima kasih sudah mengunjungi blog sy…salam buat Cintanya..”Cinta adalah sebuah petualangan” …sebuah kalimat yg indah….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: