RSS

Berbagai Rasa

05 Jul

Berjalan pagi hari  di pelabuhan seperti ini mengingatkanku suasana pagi beberapa puluh tahun yang lalu…. Pelabuhan di kota kecil dengan dilatar belakangi kapal kapal berlayar yang bersandar..

 

Baunya tidak jauh berbeda….kalau dahulu kulihat di sana sini orang sibuk bekerja di seputar pelabuhan..dermaga yang menjorok ketengah laut dengan angkuhnya, kini aku melihat suasana yang berbeda..namun tidaklah mengaburkan bau yang sama…

 

Pagi ini aku melihat dari kejauhan waiters melayani pengunjung Hotel Interconintal tentu saja diiringi musik yang mengalun lembut…dipinggir laut bekas dermaga, pengunjung sepertiku menikmati suasana pagi dengan iringan semilir angin. Anak-anak kecil berlarian dengan gembira, sejenak berhenti untuk berpose, sementara orang tua mereka seperti diriku sibuk mengabadikan diri maupun pose mereka.  Di kejauhan aku melihat tiang-tiang pancang..dua orang berselonjor di bawahnya tanpa ekspresi memandang jam sejenis Jam Gadang (Jam di pusat kota Padang) yang konon berusia 60 tahun. Dua orang dengan gaya hippies berjalan tenang. Aku menduga orang terakhir ini adalah pengembara atau apalah namanya yang telah mengelilingi mungkin separuh dunia atau lebih

 

Berbagai kesibukan dan ekspresi dilatar belakangi laut biru dengan kedalaman tidak kurang dari 50 meter…dan gedung-gedung pencakar langit di seberangnya, termasuk gedung tertinggi ke 4 di dunia.

 

Memandang berbagai kesibukan dan berbagai ekspresi serta latar belakang yang begitu indah serta lembutnya semilir angin aku terpaku beberapa saat. Latar belakang birunya laut dan gedung pencakar langit diam tak bergerak merengkuh berbagai rasa, masalah dan pemikiran.

 

Suasana bisa sama, tapi rasa yang dihasilkan bisa jauh berbeda. Antara rasaku saat ini, rasa mereka yang ada di hotel, rasa mereka yang tanpa ekspresi atau rasa anak-anak kecil berlarian. Apa yang mereka pikirkan dan apa yang aku pikirkan begitu jauh berbeda di tempat, waktu dan view yang sama.

 

Ada rasa yang tak asing…rasa itu adalah rasa berpuluh puluh tahun yang lalu. Dengan dibonceng Bapak di hari minggu pagi..dibonceng dengan motor besar. Perasaan gagah, nyaman, bau air laut serta suasanan pelabuhan masih melekat sampai saat ini. Minggu pagi adalah pagi yang kutunggu waktu itu….ada sensasi luar biasa ketika berdiri di ujung dermaga dan Angin Gending menerpa lembut diriku..

 

Pagi ini aku mengalami sensasi yang sama….. di tempat yang begitu jauh dan negeri asing…di waktu yang jauh berbeda. Aku tersadar ketika si lucu mengapit lenganku mengajakku berjalan menelusuri sisi lain tepi laut ini..

 

Ketika rombongan beranjak meninggalkan pelabuhan, sensasi indahku tergantikan sebuah pemikiran lain. Aku memikirkan apa yang dipikirkan  dua orang yang duduk di salah satu tiang pancang dan memandang kejauhan tanpa ekspresi.  Memikirkan hal ini dadaku sedikit miris…begitu mubazirnya keindahan masa lalu, hari ini dan esok kalau hanya dipandang dengan tanpa ekspresi dan keputusasaan seperti itu. Ingin rasanya aku berteriak….begitu indahnya dunia…dan tidak seharusnya kita menyia nyiakannya…ayo nikmati…ayo isi…ayo maknai dengan tetes keringat dan kemampuan kita.

Aku terduduk kelu di salah satu jok bis yang pelan-pelan melaju menuju Victoria Peak…kuhirup pelan pelan mineral water. Kesejukan mengaliri tenggorakan dan juga batinku…memikirkan keindahanVictoria Peak..segumpal kebahagian muncul menggantikan rasa miris tadi…

 

1 Juli 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 5, 2008 in Ekonomi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: