RSS

TATAPAN PENUH CINTA

11 Jun

Senyum bahagia menyambut kami, menghilangkan letih setelah menempuh perjalanan beberapa jam. Aura kedamaian, aura kepasrahan dan aura penuh cinta menyeruak mengendorkan segenap kepenatan.

Rumah yang kami kunjungi adalah rumah orang tua seorang teman. Menengok adalah kata yang tepat. Menengok seorang kakek dan seorang nenek yang akan memasuki umur 80 tahun.  Kurang lebih 60 tahun beliau menghabiskan waktu dalam kebersamaan.

Kakek dan nenek yang memandang penuh syukur bahwa putra putrinya telah mandiri dan merupakan putra putri bangsa yang mempunyai andil dalam kehidupan kenegaraan dan bermanfaat bagi lingkungan..

Kakek dan nenek yang memandang saling cinta….cinta yang tak pernah luruh dalam perjalanan waktu…Apakah memang tak pernah luruh?….Ataukah kadang luruh…dan dipungut…Kadang tertiup angin…lalu ditangkap dan dikejar?…Atau memang terus menerus  tak pernah luruh?…Aku ingin menanyakan hal ini..tapi pandangan penuh cinta..membuatku membatalkan keinginanku tersebut…dan aku membiarkan ikut menikmati aura cinta yang tak pernah padam…..

Bagaimana cinta yang kita punya?..atau tepatnya Bagaimana cinta yang aku punya?…Sepanjang perjalanan aku memikirkan….Apakah aku memahami cinta?….Apakah aku telah memberi yang terbaik untuk cinta?…Bagaimana dengan cintaku dan cintanya yang kadang luruh?…Bagaimana dengan cintaku dan cintanya yang kadang tertiup angin?….

Aku semakin tak memahami cinta…apakah memang cinta tak perlu dipahami?…

Mungkin….Yang diperlukan adalah berkorban untuk memunguti cinta yang kadang luruh…menangkap cinta yang  kadang tertiup angin… Pemahaman ini sepenuhnya  tidak aku pahami…tapi saat ini sepertinya inilah jawaban atas pertanyaanku tadi….minimal untuk menetramkanku sejenak.

Memandang kakek dan nenek yang penuh cinta..aku menemukan tambahan energi untuk memunguti dan menagkap cinta…..satu demi satu..

Sepanjang perjalanan aku memikirkan…memikirkan rahasia apa yang dipunyai kakek dan nenek sehingga dapat mengantarkan putra putrinya menjadi manusia seperti sekarang ini. Manusia bermartabat, bermakna…dan bermanfaat….

Aku menduga…setiap helaan nafasnya adalah doa untuk putra putrinya….setiap cucuran keringatnya adlah untuk kemaslahatan putra putrinya….

Aku melihat diriku…dan diriku masih jauh dari hal seperti itu…aku risau…bagaimana dengan anak anakku…kalau setiap helaan nafasku bukan sepenuhnya doa untuknya…kalau setiap cucuran keringatku bukan hanya untuk kemaslahatan mereka…begitu jauhnya diriku dari teladan itu…

Di hamparan sajadah malam ini….aku  menunduk takzim…memohon kepadaMu Ya..Allah..berikan aku cinta yang tak pernah luruh dan cinta yang tak mudah tertiup angin.. Ya Allah…jadikan aku umatmu yang tahu dan bertanggungjawab tehadap kewajiban, serta pemberi banyak makna pada kehidupan ini.

Dan aku semakin tertunduk takzim menyadari bahwa aku masih berada pada tahap seperti ini

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2008 in Pribadi

 

2 responses to “TATAPAN PENUH CINTA

  1. Rindu

    Juni 13, 2008 at 10:05 am

    Geliat jiwa sang penulis mulai terlihat ….🙂

     
  2. tipri rose kartika

    Juni 17, 2008 at 2:33 am

    Mbak ririn, gila ya blognya bagus tenanan , karena mungkin kata-katanya dibuat dari hati yang paling dalam ya. Selamat dan sukses untuk mbak Ririn

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: