<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ririn Wulandari &#187; Sosial</title>
	<atom:link href="http://ririnwulandari.wordpress.com/category/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ririnwulandari.wordpress.com</link>
	<description>Meniti Ilmu ...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 12:21:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ririnwulandari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c369c1ab27cefa4587c50a764697ff9a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ririn Wulandari &#187; Sosial</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ririnwulandari.wordpress.com/osd.xml" title="Ririn Wulandari" />
		<item>
		<title>Perbincangan tentang Poligami</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/01/28/perbincangan-tentang-poligami/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/01/28/perbincangan-tentang-poligami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 09:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/01/28/perbincangan-tentang-poligami/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi  ini seharusnya aku menuntaskan koreksi nilai UAS dan nilai terstruktur.  Seorang teman menelpon ingin berjumpa. Dimana kita bisa ketemu katanya via telepon.  Di rumah kataku…maka, rencana untuk menyelesaikan koreksi kuabaikan..bisa kukerjakan nanti malam..batinku..toh tugas-tugas sekolah belum begitu deras….
Dipelupuk matanya nyaris bergulir anak anak sungai, namun demikian dia masih menyapaku dengan senyuman. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=269&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi  ini seharusnya aku menuntaskan koreksi nilai UAS dan nilai terstruktur.  Seorang teman menelpon ingin berjumpa. Dimana kita bisa ketemu katanya via telepon.  Di rumah kataku…maka, rencana untuk menyelesaikan koreksi kuabaikan..bisa kukerjakan nanti malam..batinku..toh tugas-tugas sekolah belum begitu deras….</p>
<p>Dipelupuk matanya nyaris bergulir anak anak sungai, namun demikian dia masih menyapaku dengan senyuman. Kupersilahkan dia duduk ditempat yang paling nyaman di ruangan keluarga.  Sofa yang dapat menenggelamkan kami dengan nyaman dan memberi kesempatan kepadaku untuk sesekali memandang cucuran air merembes diantara  susunan batu  batu tak teratur rapi membentuk bidang yang tertata rapi. Segerombol melati tak beraturan menjuntai ke sana kemari.  Berbagai jenis Anggrek yang sedang tak berbunga oleh-oleh kakakku  sekembalinya bertugas dari Merauke berjejer rapi di teras belakang.  Kubiarkan berbagai jenis tanaman tumbuh dan bergerak tak beraturan.  Ada kebebasan di tamanku untuk mereka.  Temanku, tidak berkesempatan memandang keindahan tamanku sepanjang pagi hingga siang, dia menatap lekat padaku, mendengarkan tentang apa yang kukatakan, sesekali dia menyela atau mengiyakan, sambil menahan diri untuk membendung gulir air mata di matanya.  Hot chocolate dihidangkan untuk kami berdua.  Semula dia menolak, HC bisa membuatku gemuk katanya.  Kutimpali, saat ini yang paling nikmat adalah minum secangkir HC.  Aku pernah membaca bahwa coklat mengandung zat yang dapat menenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan jantung.  Tetapi bukan karena itu aku menjadi ‘keranjingan’ hot chocolate. HC adalah minuman pengganti kopi.  Sejak kecil hingga aku menyelesaikan S2, kopi adalah minuman ‘teman’ belajar dan menikmati senja… hingga suatu ketika tubuhku menolaknya…berdebar-debar dan perutku melilit. Cerita tentang kopi, merupakan cerita yang amat panjang, keharuman kopi masih bisa membuatku melayang…hehe..(layangan kali…). Marilah kembali ke perbincangan kami. Aku dan temanku…</p>
<p>“Bulan Mei suamiku kawin”…katanya…aku diam saja tak menimpali…mataku lekat memandang melati yang menjuntai tak beraturan…”Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan…diam saja di sini tak bergerak dan menerima, ataukah bergerak mencari hidupku sendiri”, lanjutnya.  Aku masih diam tak berkata-kata, kali ini aku yang menahan agar bulir-bulir air mataku tak turun.  Aku semakin memandang lekat melati…baumu begitu menenangkan, karena itu di setiap rumahku selalu ada melati (beberapa tahun belakangan ini aku pindah dari satu kota ke kota, dari satu rumah dinas ke rumah dinas, sebelum aku menempati ‘istanaku’ ini).  Sejenak aku bisa menguasai diri.  Keputusan ada ditanganmu, kataku…’Mengapa engkau tetap ingin diam tak bergerak dan menerimanya?’ tanyaku..’Dia meminta dan tak ingin melepasku sementara  dia perlu perempuan itu untuk  mengisi hidupnya. Sisi hatiku yang lain mengatakan..aku tak mampu menghadapinya.  Aku tak mau berdesak-desakan mengisi hatinya…aku tidak bisa menerima dan tidak dapat ikhlas menjalaninya.  Sementara hatiku yang lain mengatakan…aku harus tetap diam saja dan menerima dan membiarkan anakku berkembang dengan kasih sayang kami berdua’…</p>
<p>‘Aku tidak punya jawaban.  Itu adalah sebuah persimpangan jalan.  Di persimpangan jalan,  siapapun yang akan melanjutkan jalannya harus memilih dengan segala konsekuensinya.  Masing-masing pilihan mengandung baik dan buruk.  Sekali kita memilih salah satu alternatif, maka kita juga harus siap dengan sisi baik dan buruknya.  Alternatif manapun yang kita pilih adalah satu paket yang terdiri dari kesedihan dan kebahagian, baik  dan buruk.  Yang membedakan adalah kesedihan paket mana yang bisa kita atasi dan kesedihan paket mana yang tidak bisa kita atasi.  Itulah data yang relevan.  Mengenai sisi kebahagian tidak perlu kita pertimbangkan, karena kebahagian di paket manapun pastilah dapat kita nikmati.<br />
Kesedihan di paket mana yang bisa kita tanggung dan kita atasi, kesedihan di paket mana yang tidak bisa kita tanggung dan kita atasi.  Pilihan ada pada kesedihan pada paket mana yang  tidak dapat kita tanggung’., demikian jawabanku dengan nada yang sangat rendah….(aku benar-benar kehilangan energi).  Engkau tahu..lanjutku…yang akan aku sampaikan ini adalah hasil perbincangan dan diskusi dengan banyak teman, hasil pengamatan dan sintesa dari beberapa buku yang aku baca……Setiap orang mencintai hanya kepada satu orang…(mencintai lawan jenis maksudku)….di sana luruh…maka  akan muncul di sini, di sini muncul…maka di sana luruh.    Kalau ada kasus seseorang nampaknya mencintai lebih dari satu orang, sebenarnya keadaannya bukan begitu.  Dia mencintai salah satunya, dan menyayangi serta belas kasih kepada yang lain….maka, lanjutku….daun-daun melati menjuntai-juntai menghiburku…Kalau dia memintamu untuk tetap bertahan mendampinginya….ada dua alternatif kedudukanmu di hatinya….engkaulah cintanya….atau engkaulah yang terhormat untuk disayang dan diberi belas kasihani….</p>
<p>Perbincangan pagi hingga siang yang memilukan……kami terdiam tepekur… hanya gemericik air yang meningkahi suasana ini…</p>
<p>28 Januari, di sore hari..ketika hujan mengguyur cinere&#8230;.tidak mengguyur hatiku&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=269&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/01/28/perbincangan-tentang-poligami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalimat nan Indah</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/09/kalimat-nan-indah/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/09/kalimat-nan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 13:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku tak henti-henti bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan untuk kesempatan, kenikmatan, keberhasilan, luka, dan semuanya yang pernah aku alami dalam hidup.  AKu memaafkan semua orang, aku juga memaafkan kesalahanku sendiri.  Intinya aku banyak belajar untuk berdamai dengan diriku sendiri&#8221;
(Kompas, Minggu 9 November 2008, hal 31)




Kalimat-kalimat indah yang ditulis oleh seorang sahabat Psikolog Kristi Poerwandari.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=225&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">&#8220;Aku tak henti-henti bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan untuk kesempatan, kenikmatan, keberhasilan, luka, dan semuanya yang pernah aku alami dalam hidup.  AKu memaafkan semua orang, aku juga memaafkan kesalahanku sendiri.  Intinya aku banyak belajar untuk berdamai dengan diriku sendiri&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">(Kompas, Minggu 9 November 2008, hal 31)</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Kalimat-kalimat indah yang ditulis oleh seorang sahabat Psikolog Kristi Poerwandari.  Seseorang yang harus berjuang untuk hidupnya bagaikan mempertahankan nyala lilin yang meredup ditingkahi angin lembut.  Seseorang yang hampir melihat ujung kehidupannya&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sebenarnya kalimat-kalimat tersebut juga untuk kita.  Kalimat-kalimat yang harus diperjuangkan untuk dilaksanakan bagiku dan bagi anda semua&#8230;.Kalimat-kalimat tersebut adalah kalimat-kalimat yang dapat membersihkan hati, meluruskan niat dan juga memperkuat keikhlasan.  Ikhlas&#8230;seberapapun beratnya kehidupan yang harus kita jalani.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Kadangkala jiwa ini begitu lalai untuk bersyukur, kadangkala&#8230; 1%pun yang diharapkan tidak terealisasi kita anggap sebagai sebuah kegagalan, karenanya kita tidak bersyukur.  Kelalaian ini walapun hanya sebutir debu akan menggumpal menjadi bongkahan-bongkahan setelah melewati detik demi detik, menit demi menit dan tahun ke tahun&#8230;Ah&#8230;aku melakukan ini&#8230;kalau qolbuku sedang terpelintir&#8230;goyah..</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Memaafkan semua orang, memaafkan kesalahan diri sendiri dan menerima bagaimanapun perjalanan hidup yang telah kita lewati, dan berdamai dengan diri sendiri bukanlah perkara mudah&#8230;.seperti halnya untuk selalu bersyukur&#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Tetapi kalau tidak kita lakukan sekarang&#8230;kapan?&#8230;Apakah menunggu ujung kehidupan sudah mulai nampak&#8230;.tentu saja tidak, bukan?</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan kehidupan mesti kita lakukan sekarang juga sehingga perjalanan menuju mimpi kita akan lebih lapang dan mudah&#8230;disertai kebulatan ikhlas&#8230;woo&#8230;begitu indahnya&#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Dan itu adalah kalimat-kalimat untukku dan untuk anda&#8230;..</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Di minggu malam, 9 Nov 2008</p>
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=225&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/09/kalimat-nan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepenggal Perjalanan, Beijing &#8211; Jakarta</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/04/sepenggal-perjalanan-beijing-jakarta/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/04/sepenggal-perjalanan-beijing-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 04:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu ini aku menengok blog  sekilas saja.  Ada kerinduan untuk menulis, tetapi tugas-tugas sekolah dan kegiatan lain membuatku menikmati waktu luang di malam hari untuk segera tenggelam diantara empuknya bantal guling&#8230;untuk segera mengistirahatkan badan dari kepenatan.
 
19-25 Oktober 2008 aku mengikuti Internasional Agribusiness Field Trip Thailand-Hongkong-China yang diselenggarakn Program Manajemen Bisnis IPB. Rombongan berjumlah 37 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=217&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa minggu ini aku menengok blog  sekilas saja.  Ada kerinduan untuk menulis, tetapi tugas-tugas sekolah dan kegiatan lain membuatku menikmati waktu luang di malam hari untuk segera tenggelam diantara empuknya bantal guling&#8230;untuk segera mengistirahatkan badan dari kepenatan.</p>
<p> </p>
<p>19-25 Oktober 2008 aku mengikuti Internasional Agribusiness Field Trip Thailand-Hongkong-China yang diselenggarakn Program Manajemen Bisnis IPB. Rombongan berjumlah 37 orang dengan peserta 2 Wakil rektor IPB, Direktur dan Wakil Direktur Program MB IPB, beberapa Dosen Program MM maupun Dosen Program Doktoral, mahasiswa Program Doktor, mahasiswa MM dan beberapa orang staf program MB IPB serta beberapa diantaranya didampingi istri atau suaminya. Aku tidak mengikuti 100% waktu perjalanan bersama rombongan. Tanggal 24 Okt 2008 aku pulang lebih awal, dari Beijing menuju Jakarta.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Kali ini aku bercerita tentang sepenggal dari perjalanan tersebut. Di lain waktu aku akan bercerita sepenggal yang lain&#8230;Ceritaku kali adalah sebagai berikut:</p>
<p> </p>
<p>Kota Beijing masih tidur, aku sudah siap dengan koper-koper yang terkunci dan isinya telah melalui perjuangan penataan agar dapat menampung baju-baju yang kubawa dari rumah dan belanjaan serta oleh-oleh. Jam 1 pagi  waktu setempat aku menyelesaikan penataan dan meringkuk tenggelam dalam selimut tebal.  Suhu mencapai 4 derajat C.</p>
<p> </p>
<p>Dinginnya pagi, sekitar 6-7 derajat C tidak menyurutkan langkahku untuk mendahului rombongan pulang ke Jakarta. Beberapa obyek wisata yang akan dikunjungi rombongan pagi ini yang lumayan menarik aku abaikan. Pesan suami agar tanggal 24 Oktober  malam sudah tiba di Jakarta karena keesokan harinya ada acara yang harus kami hadiri dan keinginan untuk melakukan perjalanan sendirian  membuatku bersemangat untuk bangun ketika rombongan lain masih lelap. Aku berterima kasih untuk hal ini kepada teman sekamarku, Mbak Yayan yang membangunkanku jam 5 pagi waktu setempat. </p>
<p> </p>
<p>Taxi yang membawaku dan seorang local guide meluncur membelah kota Beijing.  Resto-resto dan kedai sudah siap menyambut pelanggan. Waktu itu menunjukkan pukul 6.00.  Aku lapar,  di tanganku bekal breakfast dari Hotel menunggu untuk kubuka dan meluncur memenuhi permintaan perutku. Hanya saja ngobrol dengan Eka, Local guide ternyata lebih mengasyikkan, melebihi keinginanku untuk makan pagi.  Sepanjang jalan dia bercerita tentang Tian An Men Square, Great Wall, Istana Kaisar, Gerbang Kedatangan. Semua belum kukunjungi, kecuali Gerbang Kedatangan. Itupun hanya kami lewati.</p>
<p> </p>
<p>Mendengar ceritanya, aku berharap suatu saat aku dapat mengunjungi kota Beijing kembali. Eka menjelaskan bahwa datang ke Beijing sebaiknya antara bulan Maret sampai dengan awal September. Pada waktu tersebut Kota Beijing dalam musim yang bersahabat, tidak dingin, juga tidak panas.</p>
<p> </p>
<p>Satu jam kemudian Beijing Capital International Airport menyambut kami&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Beijing adalah kota metropolitan di wilayah utara Republik Rakyat Cina yang juga merupakan ibukota Republik Rakyat Cina.  Beijing termasuk satu dari empat kotamadya di Republik Rakyat Cina, yang sebanding dengan propinsi dalam struktur administrasi pemerintahan Cina.  Berbatasan dengan propinsi Hebei di Utara, barat, selatan dan beberapa bagian di timur, dan dengan Tianjin di Wilayah tenggara.</p>
<p> </p>
<p>Kota Beijing luasnya adalah 16.800 km persegi dan memilii penduduk sebesar 17 juta jiwa.  Beijing juga merupakan kota terbesar kedua di Cina setelah Shanghai.  Penghubung transportasi utamanya adalah dengan menggunakan jalur kereta api, jalan raya dan jalan tol di segala penjuru kota. Beijing juga merupakan titik utama untuk penerbangan internasional ke Cina.  Beijing merupakan pusat politik, pendidikan dan kebudayaan di Cina, di mana Shanghai dan Hongkong menjadi pusat perekonomian.  Kota ini juga dipercaya sebagai tempat perhelatan terbesar olahraga dunia olimpiade 2008. </p>
<p> </p>
<p>Kemarin aku mengunjungi stadion terselenggaranya olahraga dunia olimpiade 2008.  Sarang Burung demikian Eka menyebut stadion tersebut.  Dengan latar belakang &#8220;sarang burung&#8221; aku berpose diantara angin kencang dan suhu berkisar 5 derajat C.</p>
<p> </p>
<p>Beijing seperti itulah yang sebentar lagi aku tinggalkan.  Setelah check in, aku berpisah dengan Eka. Perjalanan seorang diri kumulai dari sini. Aku berjalan perlahan mencari gate yang tertera pada tiketku&#8230;sambil melirik jam&#8230;aku berbaur dengan aliran manusia&#8230; tergopoh dengan tujuan sama denganku&#8230; mencari gate..dimana pesawat  menunggu kami. </p>
<p> </p>
<p>Di dalam train yang membawaku pada gate yang ku tuju aku bersebelahan dengan seorang ibu, bersama anak kecilnya yang berumur sekitar 4 &#8211; 5 tahun dan suaminya&#8230;Pemandangan tersebut mengingatkanku pada anakku&#8230;..aku merindukannya.. Membayangkan transit selama  4,5 jam di Hongkong..membayangkan memasuki outlet demi outlet, butik demi butik, toko demi toko&#8230;menjelah bandara Hongkong yang membuatku penasaran karena beberapa kali aku berada di sana dengan waktu yang sempit, sehingga aku, kami harus tergopoh gopoh memasuki outlet outlet tersebut&#8230;Bayangan tersebut melerai sedikit kerinduanku pada anakku&#8230;Apalagi setelah aku menelponnya&#8230;mengabarkan bahwa malam nanti kita bersua&#8230;luruh sudah kerinduan tersebut..</p>
<p> </p>
<p>Tiba di Bandara Hongkong, aku menuju lantai atas yaitu terminal kedatangan.  Gate tempat pesawat yang akan membawaku ke Jakarta belum tertera di Information Board.  Aku harus menunggu dua jam lagi untuk mendapatkan informasi tersebut.  Waktu dua jam kugunakan untuk memuaskan keinginanku menjelah dari satu outlet ke outlet lainnya, dari satu butik ke butik lainnya..</p>
<p> </p>
<p>Tahukah kawan..? Keinginanku untuk berbelanja lenyap sudah&#8230;padahal keinginan tersebut yang membuatku bersemangat transit begitu lamanya di bandara hongkong.  Hongkong Internatiponal Airport atau HKIA. Nama lain dari bandara ini adalah Bandara Chek Lap Kok karena bandara ini terletak di pulau Chek Lap Kok.  Bandara yang merupakan salah satu pusat transit yang penting di dunia karena posisinya yang strategis.  Saat ini terdapat 2 buah landas pacu dengan panjang 3.800 meter dan selebar 60 meter.  Nama landas tersebut adalah 07L/25R dan 07R/25L yang berarti bisa juga dibedakan sebagai landasan utara dan selatan.  Bandara ini memiliki fasilitas dua terminal. Bandara  ini megah dengan desain arsitektur yang unik.</p>
<p> </p>
<p>Keinginan belanjaku lenyap&#8230;aku lebih suka duduk di sofa, di salah satu sudut bandara yang megah ini&#8230;memperhatikan orang lalu lalang&#8230;ada yang tergopoh-gopoh menuju gate sesuai petunjuk arah gate&#8230;ada yang berjalan pelan, masuk  dan ke luar  salah satu outlet&#8230;atau memperhatikan petugas yang membantu penumpang mencari informasi gate atau informasi penerbangan pada Information Board&#8230;Beberapa petugas yang lanjut usia menarik perhatianku&#8230;.Ingatanku melayang pada kakek kakek yang sering aku temui dalam perjalanku menuju rumah dari kantor&#8230;tentunya di Jakarta&#8230;Kakek-kakek yang lebih sering duduk beramai-ramai sambil memainkan kartu-kartunya&#8230;kakek-kakek yang lebih sering menghabiskan waktunya duduk tepekur di beranda rumah&#8230;sambil menunggu..entah apa yang ditunggu&#8230;Kakek kakek yang enggan merajut makna dan manfaat&#8230;kakek-kakek yang mati sebelum waktunya&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kakek kakek yang aku temui kali ini adalah kakek-kakek yang menghabiskan waktu tersisanya untuk merajut amal dan makna&#8230;kakek-kakek yang tetap berusaha mandiri&#8230;kupandangi mata teduhnya&#8230;begitu bijak&#8230;wisdom&#8230;Untuk menemukan mata teduh dan bijak seperti itu tidak hanya dideretan panggung &#8220;Senat&#8221; terhormat yang di dalamnya terdiri dari Profesor-Profesor yang terhormat&#8230;tidak hanya di Mesjid- Mesjid&#8230;atau tempat peribadatan lain&#8230;..tetapi di bandara yang merupakan bandara Internasional kelima tersibuk dan megah seperti ini aku menemukan sepasang mata penuh bijak&#8230;sepasang mata bijak yang juga dimiliki oleh Almarhum Bapak&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Ternyata Bijak&#8230;Wisdom tidak ditentukan oleh strata pendidikan&#8230;Bijak atau Wisdom seseorang ditentukan seberapa besar yang bersangkutan ikhlas menjalani kehidupan&#8230;ikhlas dan tanpa pamrih membantu dan bermakna bagi lingkungan dan orang lain&#8230;.Menjadi Ikhlas demikian dekat dengan kebijaksanaan&#8230;.Ketika keikhlasan lenyap&#8230;.lenyap sudah kebijaksanaan&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Masih tenggelam di sofa empuk yang tidak banyak kujumpai di bandara ini&#8230;aku mempertanyakan diriku&#8230;apakah dengan usaha dan doaku untuk mencapai pendidikan paling tinggi ini akan membuahkan Wisdom pada diriku..? jawabannya tentu saja harus&#8230;berbarengan dengan itu perutku melilit&#8230;inilah waktu untu beranjak dari sofa empuk dan menuju lantai tiga mencari makanan yang pas buatku&#8230;Hon Lon soup..ternyata pas buatku&#8230;buat seorang vegetarian sepertiku..</p>
<p> </p>
<p>Jam 2 waktu setempat aku sudah mendapat informasi mengenai gate yang harus ku tuju&#8230;ternyata gate 70 berada pada terminal lain yaitu terminal dua&#8230;kembali aku naik train dan selanjutnya berjalan menuju gate 70 yang ternyata letaknya paling ujung&#8230;dengan demikian aku masih bisa window shopping.   Karena lelah atau mengapa aku tidak begitu berselera melakukan window shopping&#8230;lebih asyik duduk sambil memandang landasan pacu di luar sana&#8230;sambil memikirkan apakah kebahagiaan identik dengan kebenaran&#8230;lucu juga&#8230;.kesendirianku kali ini membuatku justru banyak berfikir&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Tidak terasa di sebelahku berjejer antrian penumpang hendak memasuki pesawat..Aku bersiap-siap mengikutinya&#8230;Ketika kudongakkan kepalaku&#8230;di depanku berdiri seseorang yang sangat kukenal&#8230;Sedetik aku bingung&#8230;Di Hongkong kah diriku ini? atau di Kampus Pajajaran IPB?&#8230;.Berdiri di depanku Bu Cherryta..seseorang yang memang ceria.  Allah SWT punya maksud atas pertemuan ini&#8230;tidak membiarkan diriku sendirian  menikmati perjalanan ini&#8230;bukankah waktu berfikir dan berdialog dengan diri sendiri sudah lebih dari cukup&#8230;.Kinilah saatnya menikmati perjalanan ini dengan tertawa hik..hik&#8230;dan ha&#8230;ha&#8230;seperti yang kami lakukan di kelas, di tribun atas dan belakang&#8230;demikian aku menyebut tempat dudukku&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Dengan sopan aku meminta sesorang yang duduk di sebelahku untuk pindah menempati tempat duduk Bu Cherryta.  Bu Cherryta transit dalam perjalanan tugasnya Philipina &#8211; Jakarta. Sepanjang perjalanan,  jadilah kami hik&#8230;hik&#8230;dan..ha&#8230;ha&#8230;untuk hal-hal yang sederhana sekalipun&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kejutan lain menjumpaiku lagi.  Ketika kami keluar dan menginjakkan kaki di bandara Sukarno Hatta..sesorang dengan sopan menghampiriku, memintaku untuk melayaniku&#8230;.alhasil&#8230;kami berjalan bak pejabat, melawati antrian imigrasi&#8230;berdiri manis menuggu bagasi kami diurus&#8230;pokoknya kami tidak usah repot-repot&#8230;beberapa orang berseragam membantu dan melayani kami&#8230;.Tahukah kawan&#8230;.ulah siapakah itu&#8230;Itu adalah ulah ketua kelas kami&#8230;Pak Muchlis namanya&#8230;.Kejutan itu berasal darinya&#8230;dari seseorang yang sampai sekarang aku belum dapat mengenalnya secara jelas&#8230;walaupun kami  satu kelompok belajar artinya kami sering bertemu&#8230;menurutku..Pak Muchlis adalah orang yang misterius&#8230;.Demikianlah Pak Muchlis yang selalu duduk di depanku&#8230;di tribun tengah&#8230;..seseorang yang baik&#8230;seseorang yang berusaha menyenangkan teman-temannya&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=217&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/04/sepenggal-perjalanan-beijing-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang lebaran</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/09/22/menjelang-lebaran/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/09/22/menjelang-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 01:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hariku sepanjang 2 &#8211; 3 minggu ini lumayan padat&#8230;.khususnya karena tersita banyak untuk mengerjakan beberapa tugas sekolah&#8230;makalah..makalah&#8230;demikian juga hari ini aku harus menyelesaikan satu tugas lagi&#8230;setelah ini selesai, aku bisa menyiapkan keperluan lebaran&#8230;
 
Kesibukanku menyiapkan lebaran sungguh menghiburku&#8230;menghiburku dari kenangan masa kecil di kala berlebaran&#8230;kenangan yang sungguh indah&#8230;kenangan tentang opor ayam kampung  dan sambal goreng ati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=170&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hari-hariku sepanjang 2 &#8211; 3 minggu ini lumayan padat&#8230;.khususnya karena tersita banyak untuk mengerjakan beberapa tugas sekolah&#8230;makalah..makalah&#8230;demikian juga hari ini aku harus menyelesaikan satu tugas lagi&#8230;setelah ini selesai, aku bisa menyiapkan keperluan lebaran&#8230;</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kesibukanku menyiapkan lebaran sungguh menghiburku&#8230;menghiburku dari kenangan masa kecil di kala berlebaran&#8230;kenangan yang sungguh indah&#8230;kenangan tentang opor ayam kampung  dan sambal goreng ati yang amat lezat&#8230;.opor ayam kampung dan sambal goreng ati buatan ibu tiada duanya&#8230;aroma dan kelezatannya tidak pernah aku temui lagi sejak Ibu sakit dan meninggalkanku&#8230;.19 tahun yang lalu&#8230;</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Wow&#8230;waktu 19 tahun&#8230;adalah waktu yang panjang&#8230;tapi sangat pendek untuk bisa melupakan kenangan itu&#8230;..kenangan tentang opor ayam, sambal goreng ati dan susu segar yang spektakuler&#8230;.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ibu&#8230;yang memenuhiku secara fisik&#8230;dan Bapak yang memenuhi jiwaku dan mengembangkan mimpiku adalah perpaduan yang sungguh lengkap&#8230;kenikmatan apa yang sebenarnya tidak aku peroleh&#8230;keberuntungan seperti apa yang aku tidak peroleh&#8230;</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Aku yang dihantarkan seperti itu&#8230;mestinya menjadi pribadi yang tetap tegak berdiri dalam keadaan bagaimanapun&#8230;tetapi..aku masih sering mengeluh&#8230;.masih merasa kurang&#8230;masih mengkais-kais&#8230;.masih sesenggukan&#8230;dalam menjalani kehidupan ini..</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lebaran kali ini aku mesti lebih memaknai lebih dalam&#8230;lebih baik dari lebaran-lebaran sebelumnya&#8230;khususnya tentang rasa syukur&#8230;tentang pemahaman&#8230;tentang memaafkan&#8230;tentang mengikiskan dendam dan sakit hati&#8230;.tentang bagaimana meminimalkan jenis-jenis sakit hati lain dan &#8230;memaksimalkan rasa dan tindakan positif lainnya&#8230;</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lebaran kali ini..mestinya bukan bajuku yang baru dan putih&#8230;.tetapi juga hatiku&#8230;dan <em>menyiapkan </em>opor ayam dan sambal goreng ati yang lezat untuk anak-anakku&#8230;.bukan mengenang <em>disiapkan </em>opor ayam dan sambal goreng ati yang lezat.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lebaran kali ini&#8230;seperti lebaran-lebaran tahun lalu..aku tidak memenuhi undangan reuni teman-teman SMA,  salah satu dari mereka menawarkan tiket pesawat dan akomodasinya, walaupun sebenarnya aku bisa menyiapkan sendiri..ya.alasannya..aku belum ingin menengok ke belakang&#8230;aku masih ingin memandang ke depan&#8230;.aku masih mengingat mereka dan berterima kasih atas kenangan indah dengan mereka&#8230;tapi aku belum siap meredam riakku..meredam kesombonganku&#8230;karena aku bukan siapa-siapa&#8230; aku masih ririnwulandari&#8230;yang dengan enteng meninggalkan kelas apabila bosan&#8230;.dan reuni masih berkisar penilaian siapa yang sudah berhasil dan siapa yang belum&#8230;aku belum mau menghadapi reuni seperti itu&#8230;..aku tidak ingin sombong atau sebaliknya merasa kurang berhasil&#8230;</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Suatu saat..aku akan menghadiri reuni..ketika itu aku sudah lebih ringan menghadapi berbagai rasa..ketika aku lebih wisdom&#8230;ketika aku dengan mudah melerai segala rasa negatif&#8230;.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Angin Gending&#8230;pelabuhan&#8230;.mangga&#8230;.dan Bromo&#8230;woh&#8230;.luar biasa&#8230;.mengalir dalam desahan nafasku&#8230;siapa bilang aku tidak merindukannya&#8230;.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=170&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/09/22/menjelang-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan dan Pria</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/30/perempuan-dan-pria/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/30/perempuan-dan-pria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 04:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[DiK Tipri memberi komentar tentang &#8220;Indahnya memahami&#8221;&#8230;..menurutnya &#8220;pria juga harus memahami perempuan&#8221;&#8230;Aku perlu menjawabnya di sini, tidak di kolom tanggapan komentar karena&#8230;berdasarkan tanggapan tersebut&#8230;aku ingin menulis tentang perempuan dan pria
 
Apakah perempuan ingin dipahami seperti halnya pria?&#8230;jawabannya adalah iya&#8230;tetapi itu bukan kebutuhan utama.  Kebutuhan utama perempuan adalah dicintai dan mendapatkan rasa aman dan nyaman.  Rasa dicintai, rasa aman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=139&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>DiK Tipri memberi komentar tentang &#8220;Indahnya memahami&#8221;&#8230;..menurutnya &#8220;pria juga harus memahami perempuan&#8221;&#8230;Aku perlu menjawabnya di sini, tidak di kolom tanggapan komentar karena&#8230;berdasarkan tanggapan tersebut&#8230;aku ingin menulis tentang perempuan dan pria</p>
<p> </p>
<p>Apakah perempuan ingin dipahami seperti halnya pria?&#8230;jawabannya adalah iya&#8230;tetapi itu bukan kebutuhan utama.  Kebutuhan utama perempuan adalah dicintai dan mendapatkan rasa aman dan nyaman.  Rasa dicintai, rasa aman dan nyaman mengandung pengertian yang komprehensif&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Rasa dicintai menumbuhkan percaya diri yang luar biasa   dan  menimbulkan perasaan nyaman dan aman bagi seorang perempuan.  Perasaan aman  dan nyaman tidak hanya ditimbulkan oleh &#8220;rasa dicintai&#8221; tetapi ditimbulkan juga oleh  rasa  percaya terhadap pasangannya, minimalnya  rasa takut ditinggalkan, serta tercukupinya kebutuhan jiwa dan raganya&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Perempuan, apabila mendapatkan tiga hal rasa seperti tersebut lengkaplah dunia baginya&#8230;.tetapi apakah memang dunia sudah lengkap bagi kita?&#8230;Kitalah yang mencari kelengkapan tersebut&#8230;.karena keberadaan kita memang mencarinya&#8230;.hingga ujung waktu&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Mencarinya tidak dengan mengkais-kais sepanjang koridor kehidupan, tidak di bawah selimut-selimut kehangatan, tidak di ranah steril, tidak di gegap gempitanya kota tak berperasaan, tidak di keheningan atau semrawutnya sebuah rumah&#8230;.tetapi cukup dengan memberi pemahaman kepada jiwa nan unik&#8230;jiwa nan unik itu adalah sang  pria&#8230;.pemahaman kepada jiwa nan unik bukanlah kebutuhan dasar seorang perempuan, maka berikan saja kepada sang pria..</p>
<p> </p>
<p>Memberi dulu bukankah lebih baik dari pada meminta terlebih dulu?&#8230;maka kita berikan saja pemahaman itu lebih dulu&#8230;selanjutnya kita akan menerima cintanya, rasa aman dan nyaman darinya&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Wahai Pria, cintai dia sang perempuan dengan segenap jiwamu, berikan rasa aman dan nyaman&#8230;maka engkau akan mendapat pemahaman darinya&#8230;.Bukankah memberi telebih dulu lebih baik dari pada memberi kemudian setelah meminta terlebih dulu?</p>
<p> </p>
<p>Betapa indahnya sebuah keluarga, bahkan negara&#8230;apabila diantara perempuan dan pria berlomba-lomba untuk memberi terlebih dulu&#8230;maka perempuan sebagai tiang keluarga, tiang agama/ annisa&#8217;u imadul bilad (menurut komentarnya sang mantan kyai) dan tiang negara tidaklah &#8220;bergoyang goyang&#8221; justru berdiri tegak dengan indahnya&#8230;.tidak menggoyangkan negara, tetapi justru menguatkan dan memperindah negara..</p>
<p> </p>
<p>Aku&#8230;.seorang perempuan&#8230;.merupakan sebuah kenyataan&#8230;.tetapi belum tentu sebuah kebenaran&#8230;.apakah aku bisa memberi terlebih dulu&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>AKu&#8230;.hanya perempuan yang bernama ririnwulandari</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=139&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/30/perempuan-dan-pria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Memahami</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/28/indahnya-memahami/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/28/indahnya-memahami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 00:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku memahami mengapa Bapakku berpesan bahwa seorang istri adalah tiang rumah tangga.  Hari ini di suasana Nyadran.  Waktu yang sebagian orang beranggapan  waktu yang tepat untuk mendoakan Almarhumah dan Almarhum. Almarhumah Ibu dan Almarhum Bapak&#8230;.
 
Hari ini ketika aku memahami hal itu&#8230;..ketika aku mulai memejamkan mata menikmati indahnya memahami&#8230;senyum Bapak dan Ibu selintas singgah menyetujui dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=133&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini aku memahami mengapa Bapakku berpesan bahwa seorang istri adalah tiang rumah tangga.  Hari ini di suasana Nyadran.  Waktu yang sebagian orang beranggapan  waktu yang tepat untuk mendoakan Almarhumah dan Almarhum. Almarhumah Ibu dan Almarhum Bapak&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Hari ini ketika aku memahami hal itu&#8230;..ketika aku mulai memejamkan mata menikmati indahnya memahami&#8230;senyum Bapak dan Ibu selintas singgah menyetujui dan mewarnai suasana hati pada puncak pemahaman&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Berpuluh tahun aku mempertanyakan mengapa beban keharmonisan, beban keutuhan rumah tangga dibebankan ke seorang istri.  Mengapa pesan itu khusus untukku disaat Bapak diujung kehidupan?&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Kucari jawaban pertanyaan tersebut pada koridor-koridor kehidupan, pada gemuruhnya metropoiltan, pada heningnya malam, pada tawa riangku,  pada perbincangan-perbincangan implisit dan eksplisit, juga diantara sedu sedanku&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Perempuan beraliran feminis maupun nonfeminis.  Perempuan sederhana maupun berpendidikan tinggi&#8230;Perempuan sejauh mataku memandang&#8230;.sebagian besar mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah benar.  Bahwa keutuhan rumah tangga adalah karena sintesa, sinergi kedua belah pihak.  Bahwa upaya terus menerus dari kedua belah pihaklah yang menentukan langgeng tidaknya bahtera itu&#8230;bukan karena &#8220;superwomen&#8221;nya perempuan&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Diantara sedu sedan dan tawa riangku&#8230;begitu sering aku menanyakan hal itu..Pertanyaan yang menjurus kepada kemarahan&#8230;karena tanpa pemahaman dan keikhlasan..begitu beratnya menjadi sebuah tiang..Kakiku begitu sulit melangkah, karena yang satu lunglai&#8230;.Begitu sulitnya aku terbang mengangkasa&#8230;karena sebelah sayapku tak berfungsi&#8230;melangkah seperti apa dan terbang seperti apa&#8230;? Melangkah kemana&#8230;dan terbang kemana?&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Tanpa pemahaman dan keikhlasan&#8230;aku tak bergerak kemanapun&#8230;hanya berkisar pada pertanyaan-pertanyaan tersebut&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Satu kunci untuk menjawab pertanyaan itu&#8230;pemahaman terhadap pria&#8230;khususnya pemahaman terhadap suami&#8230;karena seorang pria adalah sebuah keunikan&#8230;.karena pria hanya ingin dipahami&#8230;.dan..ternyata&#8230;.memberi pemahaman lebih indah dari pada minta dipahami&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Dengan pemahaman dan keikhlasan seperti ini&#8230;..satu sayap yang tak berfungsi serta satu kaki yang lunglai bukanlah menjadi masalah&#8230;karena dengan pemahaman itu kita mendapat tambahan energi untuk memulihkan kaki yang lunglai dan menyembuhkan satu sayap yang tak berfungsi&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Untuk bisa &#8220;terbang&#8217; dan &#8220;melangkah&#8221; dengan bebas&#8230;kita butuh pasangan yang dengannya kita bisa &#8220;berpelukan&#8221;&#8230;.dan mensinergikan kekuatan dan kelemahan&#8230;memahami kelemahannya dan keunikannya&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Ternyata&#8230;menjadi tiang rumah tangga  bukan harus menjadi &#8220;superwomen&#8221;&#8230;.ternyata cukup hanya dengan memahami seorang pria&#8230;.dan pria itu adalah suami&#8230;Tidak mudah memahami seorang suami&#8230;..berat&#8230;seperti beban yang dipikul oleh tiang bangunan&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Hari ini aku memahami satu pesan dari seorang pria unik&#8230;.pria sederhana&#8230;pria yang &#8220;bukan siapa siapa&#8221; di mata orang&#8230;tapi pria yang sangat tidak sederhana&#8230;.pria  yang sangat hebat&#8230;pria yang sangat berarti bagi diriku&#8230;.karenanya&#8230;. aku terus menerus&#8230;dipacu untuk mencari jawaban atas pesan khususnya&#8230;.karenanya aku terus berjalan dengan kepala tegak&#8230;.tak peduli di saat lunglaipun&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Pria itu adalah&#8230;..Bapakku&#8230;..</p>
<p> </p>
<p><em></em></p>
<p><em></em></p>
<p><em>Thank untuk seorang sahabat&#8230;.perbincangan kita  di Mallacca ternyata membawaku pada puncak pemahaman seperti ini&#8230;..</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=133&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/28/indahnya-memahami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyatuan nan Indah</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/23/penyatuan-nan-indah/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/23/penyatuan-nan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 15:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini aku sebenarnya ingin menulis&#8230;menulis yang telah aku pikirkan kemarin.  Seperti halnya yang diampaikan oleh Affandi, pelukis besar kita..bahwa beliau melukis pada saat tak tertahankan lagi untuk melukis. seperti halnya  minum atau makan  disaat  puncak dahaga atau puncak lapar. 
Karena &#8220;laparku kemarin, karena &#8220;dahagaku&#8221; kemarin, maka hilanglah seleraku untuk &#8220;menyantap&#8221;nya kini&#8230;artinya hilanglah semua hal yang ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=76&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malam ini aku sebenarnya ingin menulis&#8230;menulis yang telah aku pikirkan kemarin.  Seperti halnya yang diampaikan oleh Affandi, pelukis besar kita..bahwa beliau melukis pada saat tak tertahankan lagi untuk melukis. seperti halnya  minum atau makan  disaat  puncak dahaga atau puncak lapar. </p>
<p>Karena &#8220;laparku kemarin, karena &#8220;dahagaku&#8221; kemarin, maka hilanglah seleraku untuk &#8220;menyantap&#8221;nya kini&#8230;artinya hilanglah semua hal yang ingin kutulis kemarin&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Karena aku sudah menghadapi monitor seperti ini, tak usahlah aku menyurutkan niat untuk sekedar memecet mecet keyboard&#8230;..alhasil monitor tetap menyala..dan aku masih di sini&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Yang aku rasakan sekarang adalah mencoba berada di titik nadir&#8230;.sering aku mencobanya..kadang aku bisa melakukannya, kadang aku tak bisa melakukannya&#8230;wajar saja karena  qolbu yang aku kendalikan selalu bergerak..bolak balik&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Titik Nadir&#8230;titik dimana kuserahkan arah perjalanan hidup kepada Allah Swt.  Bukankah tidak ada selembar daunpun yang luruh dari tangkainya tanpa sepengetahuan Allah Swt. Bukankah rejeki, musibah, kematian, keberuntungan, cinta yang tumbuh tidak terjadi tanpa  kehendakNYa?&#8230;Lantas mengapa kita risau?&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Apakah dengan demikian kita hanya berserah diri tanpa melakukan apa-apa?&#8230;Pemikiran tersebut merupakan kesalahan.  Kita melakukan apa-apa atau berikhtiar karena kodrat kita memang demikian&#8230;.karena keberadaan diri kita dinilai berdasarkan ikhtiar kita.  Tetesan keringat, kerutan kening karena berfikir keras, ikhtiar tanpa batas adalah penanda peringkat diri kita&#8230;penanda derajat kita.  peringkat diri kita, penanda derajat kita bukanlah atribut tempelan yang mentereng tetapi ikhtiar tanpa batas&#8230; ikhtiar tanpa batas adalah sebuah kesabaran menjalani hidup&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Menyatukan &#8220;titik nadir&#8221; dan ikhtiar tanpa batas adalah sebuah keindahan dan sebuah jalan terang di kehidupan ini&#8230;sebuah penyatuan yang menentramkan.  Artinya &#8230;.dalam menjalani kehidupan kita harus bersemangat, bekerja keras dan berikhtiar tanpa batas, tetapi dalam menyikapi hasil kita harus bisa menempatkan dalam &#8220;titik nadir&#8221; tanpa pengharapan dan menyerahkan kepada ketentuanNYA&#8230;.memang sebuah penyatuan yang menentramkan&#8230;Bukankah Allah SWT akan memberikan segala hal yang terbaik bagi umatnya? tidak terkecuali bagi diriku?</p>
<p> </p>
<p>Jadi malam ini aku mulai mengantuk&#8230;.penyatuan ikhitiar tanpa batas dan titik nadir begitu menentramkanku malam ini&#8230;.selamat malam&#8230;.malam ini begitu hening</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=76&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/23/penyatuan-nan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyum</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/17/senyum/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/17/senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 18:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[ 
Mendung menggelayut menyeramkan kan berubah menjadi ketidakpastian&#8230;.Bukan mendung yang menggelayut yang menyeramkan tetapi ketidakpastian itu sendiri&#8230;
 
Sikapi saja mendung seram ini dengan sebuah senyuman atau ketawa karena persepsi kita tentang mendung kan berubah&#8230;
 
Bukankah di balik mendung yang terburuk hanya ada hujan ataupun petir&#8230;dan usainya hujan serta petir kan ada pelangi membentang di langit dengan eloknya bak tangga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=67&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p>Mendung menggelayut menyeramkan kan berubah menjadi ketidakpastian&#8230;.Bukan mendung yang menggelayut yang menyeramkan tetapi ketidakpastian itu sendiri&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Sikapi saja mendung seram ini dengan sebuah senyuman atau ketawa karena persepsi kita tentang mendung kan berubah&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Bukankah di balik mendung yang terburuk hanya ada hujan ataupun petir&#8230;dan usainya hujan serta petir kan ada pelangi membentang di langit dengan eloknya bak tangga menuju kayangan..</p>
<p>jadi sebuah senyuman ataupun ketawa bukanlah kesia sian&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Sikapi pula segala rasa yang ada di dada dengan sebuah senyuman dan ketawa&#8230;karena kan ada jalan membentang menyalurkan segala rasa tersebut&#8230;..</p>
<p>senyuman dan ketawa layaknya kunci pembuka jalan&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Hidup memang demikian sederhana kalau disikapi dengan senyuman dan ketawa&#8230;</p>
<p>Hidup tidaklah rumit kalau disikapi dengan senyuman dan ketawa&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Aku belajar tentang senyum dan ketawa kepada seorang sahabat&#8230;.Seorang sahabat yang mengajariku untuk selalu tersenyum dan ketawa&#8230;dalam keadaan bagaimanapun&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=67&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/17/senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Malam Dokter</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/17/selamat-malam-dokter/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/17/selamat-malam-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 16:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[ 
Perjalanan menuju rumah kali ini agak berbeda&#8230;selain disisiku lengkap mengelayut si lucu dan berbinar si cantik, di luar sana bulan bersinar penuh&#8230;diam dengan berjuta makna melatar belakangi gedung-gedung menjulang tinggi&#8230;sebuah kebahagian dan keindahan yang tercampur dengan manis..
 
Seperti biasa di waktu senggangku, malam seperti ini, pertama yang aku sentuh adalah notebook compaqku&#8230;,menyelesaikan beberapa tugas, selanjutnya membuka blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=61&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p>Perjalanan menuju rumah kali ini agak berbeda&#8230;selain disisiku lengkap mengelayut si lucu dan berbinar si cantik, di luar sana bulan bersinar penuh&#8230;diam dengan berjuta makna melatar belakangi gedung-gedung menjulang tinggi&#8230;sebuah kebahagian dan keindahan yang tercampur dengan manis..</p>
<p> </p>
<p>Seperti biasa di waktu senggangku, malam seperti ini, pertama yang aku sentuh adalah notebook compaqku&#8230;,menyelesaikan beberapa tugas, selanjutnya membuka blog ini.  Kulihat ada komentar baru dari Pak Baron, seseorang yang sepertinya mengenalku..mengenalku atau tidak tidaklah penting.  Menjawab komentarnya yang membuatku cepat-cepat menulis artikel ini (kalau tulisan ini dapat dikategorikan artikel).  Aku menjawab demikian: &#8220;Saya bukanlah seorang yang tabah dan arif.  <strong><em>Saya hanya seorang yang sedang berenang ketepian. Menuju ketepian agar selamat.&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p> </p>
<p>Jujur..kalimat itu bukanlah kalimatku&#8230;kalimat itu adalah kalimat seorang Dokter&#8230;Selamat malam Dokter Herry&#8230;ijinkan malam ini saya menulis tentang anda&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Dokter Herry Konkow adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam&#8230;di mata dan bahasa tubuhnya tergambar keasyikan menikmati pekerjaannya..dengan cara yang sederhana dia berbalut sebuah keasyikan&#8230;.belakangan aku tahu&#8230;keasyikan mengerjakan pekerjaan adalah salah satu indikator dedikasi seseorang terhadap pekerjaannya&#8230;<em>Dokter Patch Adams </em>-seorang dokter eksentrik dengan ide2 gila yang luar biasa, yang saya maksud di sini benar-benar luar biasa, bukan sekedar pemanis kalimat- menulis di dalam bukunya tentang keasyikan tersebut. Ia mengatakan, <em>bahwa rasa tanggung jawab, pengorbanan dan perjuangan adalah hal-hal yang dapat merusak semangat. Hal-hal tersebut akan menjadikan sesuatu yang tadinya sangat kita sukai berubah menjadi sesuatu yang dapat disalahkan atas kesengsaraan itu. sayang sekali! karena itu, ia mengatakan, agar dapat mengerjakan pekerjaan atau mencapai impian yang diidam-idamkan dengan penuh semangat dan ketekunan, carilah sisi mengasyikkan dari pekerjaan tersebut. kerjakanlah karena anda tidak tahan untuk tidak mengerjakannya, saking mengasyikkannya, dan istirahat yang terlalu banyak dari keasyikan tersebut adalah sesuatu yang sia-sia. ya, sia-sia karena begitu banyak hal mengasyikkan untuk dikerjakan!&#8230;..</em>Dokter Herry  melaksanakan pekerjaannya dengan sebuah keasyikan&#8230;seperti halnya yang dimaksud <em>Dr Patch Adams</em></p>
<p> </p>
<p><em></em></p>
<p>Ketika memandang Dokter Herry Konkow&#8230;.aku menginginkan Si Cantik yang saat ini masih bergelut menyelesaikan pendidikan profesi,  kelak menjadi Dokter yang penuh keasyikan melaksanakan pekerjaannya seperti halnya Dokter Patch Adam dan Dokter Herry Konkow&#8230;Selamat menuju sebagai Dokter yang berdedikasi Paramita Khairan&#8230;.si Cantikku&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Dokter Herry Konkow juga  memahami seperti halnya Dokter Dokter lain bahwa kesembuhan seorang pasien tidak hanya karena diagnosa dan obat yang tepat, tetapi karena keinginan untuk sembuh dari pasien tersebut.  Ketika menghadapi diriku dalam keadaan demam tinggi dengan mata penuh kelelahan&#8230;Dokter Herry memberiku semangat untuk bangkit selain mengupayakan diagnosa dan obat yang tepat&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Salah satu kalimat penyembuhnya adalah: &#8220;Bayangkan Ibu saat ini sedang berada di lautan, dan berusahalah berenang ketepian, menuju ketepian agar selamat&#8221;&#8230;&#8230;Malam ini&#8230;. kalimat penyembuh tersebut aku tulis di sini&#8230;.selamat malam Dokter Herry Konkow&#8230;.Alhamdulillah malam ini saya sehat dan bahagia&#8230;sembari memandang bulan penuh di atas sana&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=61&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/17/selamat-malam-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>