<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ririn Wulandari &#187; Pribadi</title>
	<atom:link href="http://ririnwulandari.wordpress.com/category/pribadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ririnwulandari.wordpress.com</link>
	<description>Meniti Ilmu ...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 12:21:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ririnwulandari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c369c1ab27cefa4587c50a764697ff9a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ririn Wulandari &#187; Pribadi</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ririnwulandari.wordpress.com/osd.xml" title="Ririn Wulandari" />
		<item>
		<title>Sepenggal Perjalanan, Beijing &#8211; Jakarta</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/04/sepenggal-perjalanan-beijing-jakarta/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/04/sepenggal-perjalanan-beijing-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 04:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu ini aku menengok blog  sekilas saja.  Ada kerinduan untuk menulis, tetapi tugas-tugas sekolah dan kegiatan lain membuatku menikmati waktu luang di malam hari untuk segera tenggelam diantara empuknya bantal guling&#8230;untuk segera mengistirahatkan badan dari kepenatan.
 
19-25 Oktober 2008 aku mengikuti Internasional Agribusiness Field Trip Thailand-Hongkong-China yang diselenggarakn Program Manajemen Bisnis IPB. Rombongan berjumlah 37 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=217&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa minggu ini aku menengok blog  sekilas saja.  Ada kerinduan untuk menulis, tetapi tugas-tugas sekolah dan kegiatan lain membuatku menikmati waktu luang di malam hari untuk segera tenggelam diantara empuknya bantal guling&#8230;untuk segera mengistirahatkan badan dari kepenatan.</p>
<p> </p>
<p>19-25 Oktober 2008 aku mengikuti Internasional Agribusiness Field Trip Thailand-Hongkong-China yang diselenggarakn Program Manajemen Bisnis IPB. Rombongan berjumlah 37 orang dengan peserta 2 Wakil rektor IPB, Direktur dan Wakil Direktur Program MB IPB, beberapa Dosen Program MM maupun Dosen Program Doktoral, mahasiswa Program Doktor, mahasiswa MM dan beberapa orang staf program MB IPB serta beberapa diantaranya didampingi istri atau suaminya. Aku tidak mengikuti 100% waktu perjalanan bersama rombongan. Tanggal 24 Okt 2008 aku pulang lebih awal, dari Beijing menuju Jakarta.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Kali ini aku bercerita tentang sepenggal dari perjalanan tersebut. Di lain waktu aku akan bercerita sepenggal yang lain&#8230;Ceritaku kali adalah sebagai berikut:</p>
<p> </p>
<p>Kota Beijing masih tidur, aku sudah siap dengan koper-koper yang terkunci dan isinya telah melalui perjuangan penataan agar dapat menampung baju-baju yang kubawa dari rumah dan belanjaan serta oleh-oleh. Jam 1 pagi  waktu setempat aku menyelesaikan penataan dan meringkuk tenggelam dalam selimut tebal.  Suhu mencapai 4 derajat C.</p>
<p> </p>
<p>Dinginnya pagi, sekitar 6-7 derajat C tidak menyurutkan langkahku untuk mendahului rombongan pulang ke Jakarta. Beberapa obyek wisata yang akan dikunjungi rombongan pagi ini yang lumayan menarik aku abaikan. Pesan suami agar tanggal 24 Oktober  malam sudah tiba di Jakarta karena keesokan harinya ada acara yang harus kami hadiri dan keinginan untuk melakukan perjalanan sendirian  membuatku bersemangat untuk bangun ketika rombongan lain masih lelap. Aku berterima kasih untuk hal ini kepada teman sekamarku, Mbak Yayan yang membangunkanku jam 5 pagi waktu setempat. </p>
<p> </p>
<p>Taxi yang membawaku dan seorang local guide meluncur membelah kota Beijing.  Resto-resto dan kedai sudah siap menyambut pelanggan. Waktu itu menunjukkan pukul 6.00.  Aku lapar,  di tanganku bekal breakfast dari Hotel menunggu untuk kubuka dan meluncur memenuhi permintaan perutku. Hanya saja ngobrol dengan Eka, Local guide ternyata lebih mengasyikkan, melebihi keinginanku untuk makan pagi.  Sepanjang jalan dia bercerita tentang Tian An Men Square, Great Wall, Istana Kaisar, Gerbang Kedatangan. Semua belum kukunjungi, kecuali Gerbang Kedatangan. Itupun hanya kami lewati.</p>
<p> </p>
<p>Mendengar ceritanya, aku berharap suatu saat aku dapat mengunjungi kota Beijing kembali. Eka menjelaskan bahwa datang ke Beijing sebaiknya antara bulan Maret sampai dengan awal September. Pada waktu tersebut Kota Beijing dalam musim yang bersahabat, tidak dingin, juga tidak panas.</p>
<p> </p>
<p>Satu jam kemudian Beijing Capital International Airport menyambut kami&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Beijing adalah kota metropolitan di wilayah utara Republik Rakyat Cina yang juga merupakan ibukota Republik Rakyat Cina.  Beijing termasuk satu dari empat kotamadya di Republik Rakyat Cina, yang sebanding dengan propinsi dalam struktur administrasi pemerintahan Cina.  Berbatasan dengan propinsi Hebei di Utara, barat, selatan dan beberapa bagian di timur, dan dengan Tianjin di Wilayah tenggara.</p>
<p> </p>
<p>Kota Beijing luasnya adalah 16.800 km persegi dan memilii penduduk sebesar 17 juta jiwa.  Beijing juga merupakan kota terbesar kedua di Cina setelah Shanghai.  Penghubung transportasi utamanya adalah dengan menggunakan jalur kereta api, jalan raya dan jalan tol di segala penjuru kota. Beijing juga merupakan titik utama untuk penerbangan internasional ke Cina.  Beijing merupakan pusat politik, pendidikan dan kebudayaan di Cina, di mana Shanghai dan Hongkong menjadi pusat perekonomian.  Kota ini juga dipercaya sebagai tempat perhelatan terbesar olahraga dunia olimpiade 2008. </p>
<p> </p>
<p>Kemarin aku mengunjungi stadion terselenggaranya olahraga dunia olimpiade 2008.  Sarang Burung demikian Eka menyebut stadion tersebut.  Dengan latar belakang &#8220;sarang burung&#8221; aku berpose diantara angin kencang dan suhu berkisar 5 derajat C.</p>
<p> </p>
<p>Beijing seperti itulah yang sebentar lagi aku tinggalkan.  Setelah check in, aku berpisah dengan Eka. Perjalanan seorang diri kumulai dari sini. Aku berjalan perlahan mencari gate yang tertera pada tiketku&#8230;sambil melirik jam&#8230;aku berbaur dengan aliran manusia&#8230; tergopoh dengan tujuan sama denganku&#8230; mencari gate..dimana pesawat  menunggu kami. </p>
<p> </p>
<p>Di dalam train yang membawaku pada gate yang ku tuju aku bersebelahan dengan seorang ibu, bersama anak kecilnya yang berumur sekitar 4 &#8211; 5 tahun dan suaminya&#8230;Pemandangan tersebut mengingatkanku pada anakku&#8230;..aku merindukannya.. Membayangkan transit selama  4,5 jam di Hongkong..membayangkan memasuki outlet demi outlet, butik demi butik, toko demi toko&#8230;menjelah bandara Hongkong yang membuatku penasaran karena beberapa kali aku berada di sana dengan waktu yang sempit, sehingga aku, kami harus tergopoh gopoh memasuki outlet outlet tersebut&#8230;Bayangan tersebut melerai sedikit kerinduanku pada anakku&#8230;Apalagi setelah aku menelponnya&#8230;mengabarkan bahwa malam nanti kita bersua&#8230;luruh sudah kerinduan tersebut..</p>
<p> </p>
<p>Tiba di Bandara Hongkong, aku menuju lantai atas yaitu terminal kedatangan.  Gate tempat pesawat yang akan membawaku ke Jakarta belum tertera di Information Board.  Aku harus menunggu dua jam lagi untuk mendapatkan informasi tersebut.  Waktu dua jam kugunakan untuk memuaskan keinginanku menjelah dari satu outlet ke outlet lainnya, dari satu butik ke butik lainnya..</p>
<p> </p>
<p>Tahukah kawan..? Keinginanku untuk berbelanja lenyap sudah&#8230;padahal keinginan tersebut yang membuatku bersemangat transit begitu lamanya di bandara hongkong.  Hongkong Internatiponal Airport atau HKIA. Nama lain dari bandara ini adalah Bandara Chek Lap Kok karena bandara ini terletak di pulau Chek Lap Kok.  Bandara yang merupakan salah satu pusat transit yang penting di dunia karena posisinya yang strategis.  Saat ini terdapat 2 buah landas pacu dengan panjang 3.800 meter dan selebar 60 meter.  Nama landas tersebut adalah 07L/25R dan 07R/25L yang berarti bisa juga dibedakan sebagai landasan utara dan selatan.  Bandara ini memiliki fasilitas dua terminal. Bandara  ini megah dengan desain arsitektur yang unik.</p>
<p> </p>
<p>Keinginan belanjaku lenyap&#8230;aku lebih suka duduk di sofa, di salah satu sudut bandara yang megah ini&#8230;memperhatikan orang lalu lalang&#8230;ada yang tergopoh-gopoh menuju gate sesuai petunjuk arah gate&#8230;ada yang berjalan pelan, masuk  dan ke luar  salah satu outlet&#8230;atau memperhatikan petugas yang membantu penumpang mencari informasi gate atau informasi penerbangan pada Information Board&#8230;Beberapa petugas yang lanjut usia menarik perhatianku&#8230;.Ingatanku melayang pada kakek kakek yang sering aku temui dalam perjalanku menuju rumah dari kantor&#8230;tentunya di Jakarta&#8230;Kakek-kakek yang lebih sering duduk beramai-ramai sambil memainkan kartu-kartunya&#8230;kakek-kakek yang lebih sering menghabiskan waktunya duduk tepekur di beranda rumah&#8230;sambil menunggu..entah apa yang ditunggu&#8230;Kakek kakek yang enggan merajut makna dan manfaat&#8230;kakek-kakek yang mati sebelum waktunya&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kakek kakek yang aku temui kali ini adalah kakek-kakek yang menghabiskan waktu tersisanya untuk merajut amal dan makna&#8230;kakek-kakek yang tetap berusaha mandiri&#8230;kupandangi mata teduhnya&#8230;begitu bijak&#8230;wisdom&#8230;Untuk menemukan mata teduh dan bijak seperti itu tidak hanya dideretan panggung &#8220;Senat&#8221; terhormat yang di dalamnya terdiri dari Profesor-Profesor yang terhormat&#8230;tidak hanya di Mesjid- Mesjid&#8230;atau tempat peribadatan lain&#8230;..tetapi di bandara yang merupakan bandara Internasional kelima tersibuk dan megah seperti ini aku menemukan sepasang mata penuh bijak&#8230;sepasang mata bijak yang juga dimiliki oleh Almarhum Bapak&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Ternyata Bijak&#8230;Wisdom tidak ditentukan oleh strata pendidikan&#8230;Bijak atau Wisdom seseorang ditentukan seberapa besar yang bersangkutan ikhlas menjalani kehidupan&#8230;ikhlas dan tanpa pamrih membantu dan bermakna bagi lingkungan dan orang lain&#8230;.Menjadi Ikhlas demikian dekat dengan kebijaksanaan&#8230;.Ketika keikhlasan lenyap&#8230;.lenyap sudah kebijaksanaan&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Masih tenggelam di sofa empuk yang tidak banyak kujumpai di bandara ini&#8230;aku mempertanyakan diriku&#8230;apakah dengan usaha dan doaku untuk mencapai pendidikan paling tinggi ini akan membuahkan Wisdom pada diriku..? jawabannya tentu saja harus&#8230;berbarengan dengan itu perutku melilit&#8230;inilah waktu untu beranjak dari sofa empuk dan menuju lantai tiga mencari makanan yang pas buatku&#8230;Hon Lon soup..ternyata pas buatku&#8230;buat seorang vegetarian sepertiku..</p>
<p> </p>
<p>Jam 2 waktu setempat aku sudah mendapat informasi mengenai gate yang harus ku tuju&#8230;ternyata gate 70 berada pada terminal lain yaitu terminal dua&#8230;kembali aku naik train dan selanjutnya berjalan menuju gate 70 yang ternyata letaknya paling ujung&#8230;dengan demikian aku masih bisa window shopping.   Karena lelah atau mengapa aku tidak begitu berselera melakukan window shopping&#8230;lebih asyik duduk sambil memandang landasan pacu di luar sana&#8230;sambil memikirkan apakah kebahagiaan identik dengan kebenaran&#8230;lucu juga&#8230;.kesendirianku kali ini membuatku justru banyak berfikir&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Tidak terasa di sebelahku berjejer antrian penumpang hendak memasuki pesawat..Aku bersiap-siap mengikutinya&#8230;Ketika kudongakkan kepalaku&#8230;di depanku berdiri seseorang yang sangat kukenal&#8230;Sedetik aku bingung&#8230;Di Hongkong kah diriku ini? atau di Kampus Pajajaran IPB?&#8230;.Berdiri di depanku Bu Cherryta..seseorang yang memang ceria.  Allah SWT punya maksud atas pertemuan ini&#8230;tidak membiarkan diriku sendirian  menikmati perjalanan ini&#8230;bukankah waktu berfikir dan berdialog dengan diri sendiri sudah lebih dari cukup&#8230;.Kinilah saatnya menikmati perjalanan ini dengan tertawa hik..hik&#8230;dan ha&#8230;ha&#8230;seperti yang kami lakukan di kelas, di tribun atas dan belakang&#8230;demikian aku menyebut tempat dudukku&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Dengan sopan aku meminta sesorang yang duduk di sebelahku untuk pindah menempati tempat duduk Bu Cherryta.  Bu Cherryta transit dalam perjalanan tugasnya Philipina &#8211; Jakarta. Sepanjang perjalanan,  jadilah kami hik&#8230;hik&#8230;dan..ha&#8230;ha&#8230;untuk hal-hal yang sederhana sekalipun&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kejutan lain menjumpaiku lagi.  Ketika kami keluar dan menginjakkan kaki di bandara Sukarno Hatta..sesorang dengan sopan menghampiriku, memintaku untuk melayaniku&#8230;.alhasil&#8230;kami berjalan bak pejabat, melawati antrian imigrasi&#8230;berdiri manis menuggu bagasi kami diurus&#8230;pokoknya kami tidak usah repot-repot&#8230;beberapa orang berseragam membantu dan melayani kami&#8230;.Tahukah kawan&#8230;.ulah siapakah itu&#8230;Itu adalah ulah ketua kelas kami&#8230;Pak Muchlis namanya&#8230;.Kejutan itu berasal darinya&#8230;dari seseorang yang sampai sekarang aku belum dapat mengenalnya secara jelas&#8230;walaupun kami  satu kelompok belajar artinya kami sering bertemu&#8230;menurutku..Pak Muchlis adalah orang yang misterius&#8230;.Demikianlah Pak Muchlis yang selalu duduk di depanku&#8230;di tribun tengah&#8230;..seseorang yang baik&#8230;seseorang yang berusaha menyenangkan teman-temannya&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=217&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/11/04/sepenggal-perjalanan-beijing-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat lebaran</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/09/30/selamat-lebaran/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/09/30/selamat-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 17:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Di iringi kumandang Takbiran, Ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf
Sesudah saya bukakan pintu maaf kepada Ibu-Ibu, Bapak-Bapak, Mbak, Mas, Bung dan anakku&#8230;.
Permohonan maaf untuk saya, sama berartinya permohonan maaf yang saya berikan
Betapa Indahnya nuansa Fitri ini bila tidak sekedar nuansa&#8230;tetapi justru merasuki jiwa kita..
Selamat berlebaran dan Selamat dirasuki jiwa nan Fitri&#8230;.
 
ririnwulandari
1 Oktober 2008 : 00.15 WIB
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=191&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Di iringi kumandang Takbiran, Ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf</p>
<p style="text-align:center;">Sesudah saya bukakan pintu maaf kepada Ibu-Ibu, Bapak-Bapak, Mbak, Mas, Bung dan anakku&#8230;.</p>
<p style="text-align:center;">Permohonan maaf untuk saya, sama berartinya permohonan maaf yang saya berikan</p>
<p style="text-align:center;">Betapa Indahnya nuansa Fitri ini bila tidak sekedar nuansa&#8230;tetapi justru merasuki jiwa kita..</p>
<p style="text-align:center;">Selamat berlebaran dan Selamat dirasuki jiwa nan Fitri&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>ririnwulandari</p>
<p>1 Oktober 2008 : 00.15 WIB</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=191&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/09/30/selamat-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kali ini aku menang</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/22/kali-ini-aku-menang/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/22/kali-ini-aku-menang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 13:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku mengunjungi W&#38;C, setelah itu aku bebas menentukan rencana-rencanaku.  Baju merah, tas merah kukenakan. Aku mesti bersemangat pagi ini.  Traffic Light perempatan Kemang Prapanca menghentikan mobilku.  pandanganku singgah ke sebuah rumah yang belakangan aku tahu bahwa rumah tersebut adalah Mess.  Seorang nenek-nenek bongkok sedang menyapu dengan asyik.  Begitu penuh perasan dan telatennya nenek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=129&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini aku mengunjungi W&amp;C, setelah itu aku bebas menentukan rencana-rencanaku.  Baju merah, tas merah kukenakan. Aku mesti bersemangat pagi ini.  Traffic Light perempatan Kemang Prapanca menghentikan mobilku.  pandanganku singgah ke sebuah rumah yang belakangan aku tahu bahwa rumah tersebut adalah Mess.  Seorang nenek-nenek bongkok sedang menyapu dengan asyik.  Begitu penuh perasan dan telatennya nenek tersebut menyapu daun-daun kering dan kotoran-kotoran yang ada.  Layaknya Nyoman Nuarta sedang mengukir dan memahat patung-patungnya&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Nenek tua dengan keasyikannya menampilkan wajah sumringah.  Membuatku berfikir&#8230;akankah aku bisa menjadi nenek-nenek?&#8230;..Kalaupun bisa&#8230;apakah aku bisa terus konsisten menikmati kehidupan ini dengan antusias dan keasyikan seperti halnya nenek tersebut?&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Baju merah, tas merah kukenakan pagi ini, agar aku bersemangat.  Agar  aku tetap berdiri tegak ketika seseorang di W&amp;C mengharuskan aku bertemu dengannya di theater 1, 2 atau 3&#8230;.keputusannya yang membuatku ketakutan kali ini.  Beberapa kali dia mengharuskan aku keesokan harinya bertemu denganya di theater&#8230;.wajar kalau pagi ini adalah puncak ketakutanku&#8230;beberapa kali dalam hidupku&#8230;&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Selesai mengajar, aku terburu-buru menuju Women &amp; Children hospital&#8230;.seseorang itu adalah dokterku&#8230;Dokter yang berkali-kali dalam hidupku mengatakan bahwa tidak bisa ditunda&#8230;kita ketemu di theater 1, 2, 3&#8230;Theater 1,2 ataupun 3 adalah ruang operasi di sebuah rumah sakit.  Rumah sakit yang bertengger dengan megah di keramaian Jakarta&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Selesai melakukan pemeriksaan, aku menatapnya dengan cemas&#8230;.dan dia mengatakan sesuatu yang membuatku begitu lega&#8230;.Kali ini aku mengalahkan kista&#8230;.kista yang beberapa bulan lalu sudah 2 cm&#8230;kini sama sekali bersih&#8230;..Kista yang tidak bosan-bosannya  membawaku diam tak berdaya di theater&#8230;.diam dengan kepasrahan&#8230;.diam dengan semburat pertanyaan&#8230;akankah dapat siuman kembali?</p>
<p> </p>
<p>Kista yang hampir dua puluh tahun datang dan kugempur&#8230;.datang lagi&#8230;.kuenyahkan lagi&#8230;..datang lagi&#8230;.kuusir lagi&#8230;.begitu berkali kali&#8230;.itulah yang menyebabkan aku beberapa kali berhubungan dengan pisau bedah, theater dan petugas medis berbaju putih&#8230;&#8230;..Kista&#8230;yang menyebabkan aku setiap  6 bulan beberapa kali berhubungan dengan jarum suntik&#8230;.jarum suntik yang memberikan efek agak lumayan&#8230;panas dan pusing&#8230;.panas dan pusing yang kualihkan dengan berjalan-jalan di mall&#8230;.berjalan terus&#8230;dari satu pintu ke pintu lain&#8230;sembari mengagumi dan terheran-heran&#8230;kok ya..ada barang-barang semahal itu&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kistaku&#8230;yang tergolong jenis kista ganas&#8230;kista endometreosis&#8230;.dengan gejala&#8230;.demam setiap menjalankan aktifitas agak berat, sakit di perut bawah, nyeri luar biasa di sepanjang kaki&#8230;..dan sakit serta demam ketika haid&#8230;.Kista&#8230;berbeda dengan kanker&#8230;kista memang tumbuh dan menempel, tetapi tidak merusak jaringan sel-sel.  Tidak demikian halnya dengan kanker.  Kanker dapat merusak jaringan sel-sel&#8230;dalam hitungan detik..menit&#8230;jam&#8230;hari&#8230;bulan&#8230;ataupun tahun&#8230;.Dan aku masih bersyukur&#8230;karena hanya kista yang menggangguku&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kali ini aku mengalahkan kista&#8230;.itu patut lebih kusyukuri&#8230;semangat sekolah kah yang membuatku lebih kuat dibanding waktu-waktu yang lalu ataukah karena aku mengadakan perubahan dalam menyikapi &#8220;tetek bengeknya&#8221; kehidupan dan perjalanan kehidupan?&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Cara baru menyikapi hidup&#8230;.yang aku canangkan ketika terakhir terbaring di sebuah kamar mewah, dengan peralatan medis yang lengkap dan jendela lebar&#8230;..dengan pemandangan gunung salak&#8230;..kamar sebuah rumah sakit di pinggiran kota&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Semangat baru&#8230;.untuk menjadi Doktor&#8230;&#8230;yang hanya sebatas mimpi dan wacana berpuluh tahun lalu&#8230;kini sudah di depan mata&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Pemahaman atas diri dan pemahaman atas orang lain&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Mencintai dan merasa dicintai&#8230;&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Beberapa hal itulah yang membuatku kali ini menang melawan kista&#8230;..dan aku bisa mengukir berbagai rencana dan melaksanakannya&#8230;.karena aku tidak perlu &#8220;mundur beberapa langkah&#8221;&#8230;..</p>
<p> </p>
<p>Saat ini&#8230; aku&#8230;.demikian diliputi rasa syukur&#8230;dan Alhamdullilah&#8230;..kalau aku dapat  bertahan selama hampir dua puluh tahun&#8230;..pastinya aku akan bertahan untuk minimal dua puluh tahun mendatang&#8230;..Amin&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=129&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/22/kali-ini-aku-menang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memandang Langit..</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/21/memandang-langit/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/21/memandang-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 11:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Matahari sudah sempurna menerangi bumi, hanya saja mendung melapisi langit.  Seolah memenuhi permintaan sang bulan tak hendak beranjak agar aku dapat melihatnya.  Pagi tadi dalam perjalanan pagiku aku masih sempat menikmati sang bulan&#8230;sang bulan yang bertengger tak penuh&#8230;
 
Langit adalah pemandangan yang aku suka&#8230;.aku melihat langit keika aku mengalami berbagai rasa. Kadang aku mencari jawaban dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=126&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-126"></span>Matahari sudah sempurna menerangi bumi, hanya saja mendung melapisi langit.  Seolah memenuhi permintaan sang bulan tak hendak beranjak agar aku dapat melihatnya.  Pagi tadi dalam perjalanan pagiku aku masih sempat menikmati sang bulan&#8230;sang bulan yang bertengger tak penuh&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Langit adalah pemandangan yang aku suka&#8230;.aku melihat langit keika aku mengalami berbagai rasa. Kadang aku mencari jawaban dari sang langit&#8230;..Sang langit yang kadang menetramkanku&#8230;tergambar jendela terbuka di tengah awan tebal&#8230;menentramkan ketika itu aku mengalami masalah demikian rumit yang aku tidak bisa menemukan jalan keluarnya&#8230;Jendela terbuka di tengah awan tebal&#8230;bukankah sebagai pertanda adanya jalan&#8230;&#8230;Saat itu mengingatkanku bahwa segala masalah pasti ada jalan keluarnya..Dan memang benar&#8230;.aku menemukan jalan&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Sering aku diam terpaku saat menutup jendela anakku di suatu petang, seolah begitu dekat di depanku matahari bulat penuh berwarna orange ke merah merahan pelan undur diri dengan dilatarbelakangi semburat berbagai warna&#8230;sungguh indah&#8230;ternyata menikmati keindahan dapat dilakukan secara sederhana&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Menatap langit juga bisa aku lakukan ketika aku di depan kelas. Kelas di lantai 6 menyajikan pemandangan yang asyik&#8230;.apalagi ketika bulan bersinar penuh&#8230;.kedap kedip lampu gedung-gedung pencakar langit&#8230;gedung-gedung dg cat yang berwarna warni kupandang dari kelasku sungguh indah&#8230;Aku kadang bertanya kepada mahasiwa apakah melihat pemandangan yang indah&#8230;.dan aku tidak heran kalau hanya aku yang dapat menikmatinya&#8230;.karena mereka sedang sibuk mencerna materi yang aku berikan&#8230;bagiku keasyikan mengajar tidak mengalahkan keindahan di luar sana&#8230;&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Memandang langit&#8230;pagi tadi&#8230;. mengalihkanku pada kerisauan&#8230;kerisauan&#8230;apakah beberapa rencanaku dapat berjalan ataukah aku harus &#8220;mundur beberapa langkah&#8221; untuk sementara&#8230;.kali ini aku tidak setenang ketika menghadapi beberapa waktu yang lalu&#8230;langkah yang telah aku lakukan beberapa kali&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Besuk aku harus menghalau kerisauanku&#8230;diantara waktu mengajarku&#8230;aku mengunjungi W&amp;C..untuk memastikan apakah beberapa rencanaku dapat aku laksanakan ataukah aku harus &#8220;mundur beberapa langkah&#8221;&#8230;..malam ini aku akan membaca materi UTS yang diambang pintu&#8230;sekaligus pengalihan atas kerisauanku&#8230;.selanjutnya tidur nyenyak dan bermimpi tentang bulan penuh&#8230;.bulan yang menerangi malam&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=126&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/21/memandang-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aku Lelah</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/09/ketika-aku-lelah/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/09/ketika-aku-lelah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 07:20:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa malam kulalui dengan &#8220;kedap kedip&#8221;, desahan zikir tiada henti..tidur lelap tidak jua hadir..denting  tiang listrik dibunyikan sebanyak 3 kali menggema&#8230;.masih kudengar nyaring&#8230;
Beberapa malam ini..aku baru terlelap setelah pukul 3 malam&#8230;.kalau tadi malam aku bisa tidur lebih awal, ternyata bukan tidur yang &#8220;lelap&#8221;&#8230;penyakit &#8220;gangguan tidur&#8221; yang beberapa lama tidak muncul..nampaknya kini mulai hadir. Indikasinya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=113&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa malam kulalui dengan &#8220;kedap kedip&#8221;, desahan zikir tiada henti..tidur lelap tidak jua hadir..denting  tiang listrik dibunyikan sebanyak 3 kali menggema&#8230;.masih kudengar nyaring&#8230;</p>
<p>Beberapa malam ini..aku baru terlelap setelah pukul 3 malam&#8230;.kalau tadi malam aku bisa tidur lebih awal, ternyata bukan tidur yang &#8220;lelap&#8221;&#8230;penyakit &#8220;gangguan tidur&#8221; yang beberapa lama tidak muncul..nampaknya kini mulai hadir. Indikasinya adalah pagiku bukanlah pagi yang menyegarkan.  Pagiku dipenuhi rasa kelelahan.  Kalau dilakukan &#8220;sleep test&#8221;  Detak nadiku pada sebagian besar waktu tidur berkisar antara 80-82/ detik.  Detak nadi untuk orang yang melakukan aktifitas.  detak nadi yang biasa terjadi pada orang yang tidur lelap berkisar 50/detik.</p>
<p> </p>
<p>Pagi ini aku memulai aktifitas dengan rasa lelah.  Tatapan mahasiswa yang biasa meluruhkan berbagai rasa negatif sama sekali tidak mempan untuk pagi ini.  Aku harus melawan kondisi seperti ini, kalau tidak inilah titik bawah daya tahan tubuhku, berbagai penyakit tidak kubiarkan mengintip pintu pertahananku.</p>
<p> </p>
<p>Selesai mengajar, aku mulai menelusuri jalan&#8230;.kujumputi makna yang tercecer&#8230;kunikmati berbagai tatapan bahagia.  Tatapan bahagia mulai meluruhkan rasa lelah, ngantuk seperti ini. Mengapa?&#8230;.Karena aura bahagia mengelilingiku..aura bahagia yang merupakan aura positif menggeser aura negatif akibat tidak sukses &#8216;tidur&#8221;.  Obat yang sederhana&#8230;&#8221;membuat orang lain bahagia, apalagi orang-orang lain bahagia&#8221; merupakan obat batin yang luar biasa.</p>
<p> </p>
<p>Selesai menjumputi sedikit makna siang itu&#8230;aku memanjakan diri dengan mengunjungi &#8220;kedai&#8221; yang menyajikan coklat panas dengan &#8220;Wi-Fi&#8221;nya.  Aroma coklat panas begitu sempurna.  Sempurna untuk dinikmati lebih lanjut serta sempurna untuk meredakan ketegangan dan kelelahan.</p>
<p> </p>
<p>Seorang  wanita  berambut panjang, dengan pakaian modis dan badan semampai mengusik &#8220;kedamaian&#8221;ku.  Begitu kaget ternyata dia adalah seorang teman yang lama tak kutemui. Satu tahun adalah waktu yang cukup lama. Perjumpaanku dengannya satu tahun yang lalu masih menyisakan rasa kasihan dan rasa miris yang amat sangat.  Seorang wanita dengan tubuh kurus kering dan kehitam hitaman, rambut sedikit rontok.  Bagaimana mungkin  tidak seperti itu kondisinya.  Radiasai, penyinaran dan kemoterapi begitu mengakrabi dirinya.  Saraf kepala dan organ reproduksinya mengalami gangguan  yang tidak ringan. Setahun yang lalu kutemui seorang wanita yang nyaris tidak mempunyai harapan hidup. Dan kini aku menemui seorang wanita yang sama tetapi begitu  mempesona.</p>
<p> </p>
<p>Wanita yang mempesona itu duduk di depanku. Perjumpaan dua wanita yang tidak pernah bertemu tidak menyisakan waktu jeda untuk tidak bicara. Aku pendengar dan dia berbicara runtun bagai gelombang yang lembut beriak, bengelegar dan lembut kembali.  Aku menikmati perbincangan itu dan aku menginginkan klimaknya,  Klimaks seperti apa? Klimaks yang kumaksud adalah  Jawaban dari pertanyaan  yang masih  tersimpan di dalam hatiku.</p>
<p> </p>
<p>Penantianku tidak sia-sia. Ceritanya semakin menuju pertanyaanku&#8230;.dengan berbinar, wajah yang merona..dia bercerita adanya &#8220;Cintanya&#8221;.  &#8220;Cintanya&#8221; yang membuat dia bertahan.  &#8220;Cintanya yang membuatnya merasa nyaman dan &#8220;cintanya&#8221; yang membuat dia bersemangat melawan segala penyakitnya, serta yang luar biasa&#8230;. dia begitu mempercayai &#8220;Cintanya&#8221;.</p>
<p> </p>
<p>Ternyata begitu dasyat sebuah cinta&#8230;.dasyat karena dapat  membuat seorang wanita berjuang dan bertahan untuk tetap hidup.</p>
<p> </p>
<p>Senja itu segala kelelahanku terurai&#8230;hari itu aku mendapati dua hal yang memperkaya batinku.  Dua hal itu adalah: <em><strong>Obat rasa sakit adalah membahagiakan orang lain dan  semangat akan menggelora  ketika dibahagiakan orang lain.</strong></em></p>
<p> </p>
<p>Senja itu aku lebih bersemangat untuk menghadapi acara dan kegiatan yang masih akan aku ikuti dan kukerjakan hari itu&#8230;.Bersemangat untuk  membahagiakan dan dibahagiakan&#8230;.hari yang benar-benar indah&#8230;</p>
<p>Bogor, 9 Agustus 2008</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=113&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/08/09/ketika-aku-lelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memandang Berbagai Tatapan</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/16/memandang-berbagai-tatapan/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/16/memandang-berbagai-tatapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 01:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Memandang berbagai tatapan adalah sebuah keasyikan. Pagi ini aku merindukan karena beberapa hari ini aku tidak memandang berbagai tatapan.  Berbagai tatapan dapat mengurai kepenatan, menguapkan kegundahan dan meluruhkan segala rasa takterdefinisikan&#8230;
 
Berbagai tatapan&#8230;.. yang memunculkan rasa belas kasih, rasa sayang, kegeraman, ketakberdayaan dan kasihan.  Belas kasih dan rasa sayang memandang mata-mata polos dan semangat menyerap apa saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=57&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Memandang berbagai tatapan adalah sebuah keasyikan. Pagi ini aku merindukan karena beberapa hari ini aku tidak memandang berbagai tatapan.  Berbagai tatapan dapat mengurai kepenatan, menguapkan kegundahan dan meluruhkan segala rasa takterdefinisikan&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Berbagai tatapan&#8230;.. yang memunculkan rasa belas kasih, rasa sayang, kegeraman, ketakberdayaan dan kasihan.  Belas kasih dan rasa sayang memandang mata-mata polos dan semangat menyerap apa saja yang keluar dari pikiran dan intonasi suaraku. Rasa sayang dan belas kasih memandang kerapian, kecantikan dan ketampanan dan keceriaan berbagai wajah, mengingatkanku pada &#8220;si cantikku&#8221;  yang sedang bersemangat mempelajari dan mempraktekkan bidang ilmunya.  &#8220;Si Cantikku&#8221;  yang bersemangat menjadi seorang Dokter&#8230;&#8221;ijinkan aku menjadi Dokter..  karena aku ingin bermanfaat Ma&#8221;&#8230;demikian katanya  lima tahun  yang lalu ketika aku dalam kebingungan menuruti kehendak ayahnya agar dia memilih institut no 1 di Indonesia yang juga terkenal karena arogansinya  ataukah kehendaknya memilih Fakultas Kedokteran di Semarang. Dia lulus seleksi untuk dua perguruan tinggi negeri tersebut&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Kegeraman dan ketakberdayaan&#8230;. akan muncul ketika memandang mata-mata tanpa ekspresi dan keengganan yang takterperikan.  Geram karena aku berfikir mereka menyia-nyiakan kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibanding sebagian besar generasi muda Indonesia. Mereka itu pasti belum membaca &#8220;Laskar Pelangi&#8221;  dan &#8220;Sang Pemimpi&#8221; nya Andrea Hirata.  Bagaimana perjuangan  Andrea Hirata yang sungguh dasyat mengupayakan dan membiayai dirinya hingga ke jenjang Strata 2. Strata 2 di Luar negeri, tepatnya Perancis&#8230;luar biasa&#8230;dan bagaimana &#8220;kampung&#8221;nya Andre Hirata adalah gambaran sebagaian besar pelosok Indonesia&#8230;.dan mereka&#8230;.mahasiswaku mestinya bersyukur&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Tak berdaya&#8230;. karena aku tidak dapat melakukan banyak hal untuk mereka.  Yang aku bisa lakukan hanya kata-kata yang entah terserap ataukah tidak.  Aku sering menggelitik &#8220;kemauan&#8221; mereka dengan bertanya: &#8220;Apa tujuan anda mempelajari mata kuliah ini?&#8221;&#8230;Mereka bingung sebentar dan kemudian berbagai jawaban terlontar&#8230;Aku sering tidak mendengar jawaban mereka karena aku tidak butuh jawaban. Yang membutuhkan jawaban sebenarnya adalah mereka sendiri. Selanjutnya aku melontarkan pertanyaan lanjutan..&#8221;Apa target nilai anda untuk mata kuliah ini? Tanpa berfikir panjang mereka selalu menjawab serentak &#8220;A&#8230;..Bu&#8221;.  Aku selalu mengatakan: &#8220;<strong>Anda Bisa&#8230;.ketika anda mengatakan Bisa </strong>maka segenap aliran syaraf, aliran darah bersinergi mengirim pesan ke otak, rasa dan segenap bagian tubuh untuk bergerak menuju kemauan anda tersebut&#8230;sehingga enggan, malas belajar, bosan dan cepat menyerah yang merupakan penghalang <strong>&#8220;Anda Bisa&#8221; </strong>tersebut dapat tersingkirkan. Dan jangan pernah anda mengatakan &#8220;Tidak Bisa&#8221;.  &#8220;Anda Bisa&#8221; ataupun &#8220;Anda tidak Bisa&#8221; adalah sebuah &#8220;Mau&#8221;. Segala hal dimulai dengan <strong>&#8220;Mau&#8221;, diikuti dengan Ikhtiar dan Doa. </strong>Apabila anda mempunyai 3 tiga hal tersebut&#8230;anda sebagai generasi muda siap menjawab tantangan&#8230;.tantangan sebagai &#8220;pendayung negeri&#8221;.</p>
<p> </p>
<p>Dengan cara tersebut tersebut aku mengatasi kegeraman dan ketakberdayaan&#8230;atau dengan cara memberikan empati, menyapa mereka di kelas ataupun  di luar kelas.. ternyata hanya itu yang dapat aku lakukan.</p>
<p> </p>
<p>Rasa lain  Memandang Berbagai Tatapan adalah &#8220;Kasihan&#8221;&#8230;Kasihan, ketika aku memandang satu atau lebih pasang mata yang diliputi kesedihan atau keputusasaan.  Memandang pasang mata seperti itu membuatku miris dan iba&#8230;Apa yang membuat mereka dalam kesedihan seperti itu.  Kadang aku menemukan seorang penceria di minggu-minggu sebelumnya dan berubah drastis menjadi seorang dengan pasang mata penuh kesedihan dan keputus asaan. Untuk kasus seperti ini aku menegurnya sepintas lalu  diantara urainku tentang mata kuliah&#8230;.&#8221;halo&#8230;.kenapa anda berbeda dari minggu yang lalu&#8221;.  Setelah usai kelas, dia menemuiku dan bertanya: Mengapa Ibu tahu apa yang saya rasakan&#8221;&#8230;Aku tidak menjawab dan hanya tersenyum&#8230;dengan begitu meluncurlah sebuah cerita&#8230;kadang membuatku ikut bersedih&#8230;kadang aku maklum&#8230;Cerita yang membuatku ikut bersedih kalau cerita tentang keluarganya&#8230;Cerita yang bisa kumaklumi adalah cerita tentang cinta&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Demikianlah cerita tentang &#8220;Berbagai Tatapan&#8221;&#8230;.Jujur&#8230;aku merindukan &#8220;Berbagai Tatapan&#8221; pagi ini&#8230;dan aku harus menunggu dan menahan kerinduan beberapa minggu hingga usainya liburan semester.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=57&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/16/memandang-berbagai-tatapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Loved and to be Loved</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/15/loved-and-to-be-loved/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/15/loved-and-to-be-loved/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 23:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Loved and to be Loved is a gift  demikian bunyi sms yang aku terima tadi malam dalam perjalanan Setiabudi Cinere..dikirim oleh seorang sahabat, wanita cantik dengan jilbabnya, tinggi semampai,  dan seorang profesional di bidangnya.   Mengapa dia mengirim sms seperti itu bukanlah menarik untuk ditulis di sini. Yang lebih menarik adalah arti dari Loved and to be Loved is gift.
 
Menarik karena  di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=45&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Loved and to be Loved is a gift</em></strong>  demikian bunyi sms yang aku terima tadi malam dalam perjalanan Setiabudi Cinere..dikirim oleh seorang sahabat, wanita cantik dengan jilbabnya, tinggi semampai,  dan seorang profesional di bidangnya.   Mengapa dia mengirim sms seperti itu bukanlah menarik untuk ditulis di sini. Yang lebih menarik adalah arti dari Loved and to be Loved is gift.</p>
<p> </p>
<p>Menarik karena <strong> </strong>di hari yang sama, di waktu sebelumnya, aku mendengar pendapat yang berbeda tentang Loved and to be Loved is a Gift.  Pendapat yang ke dua bertolak belakang dengan Loved and to be Loved is a Gift.  Bertanya kepadaku &#8220;Bagaimana saya mempercayai cinta Bu, kalau cinta itu pernah meninggalkan saya, kalau cinta ternyata dapat menguap dan usai&#8221;.</p>
<p> </p>
<p>Dua-duanya benar, baik &#8220;Loved and to be Loved is a Gift&#8221;, maupun &#8221;Cinta ternyata dapat menguap dan usai&#8221;. Mengapa Cinta dapat menguap dan usai? Karena cinta adalah rasa, karena cinta adalah pemberianNya, karena cinta adalah salah satu yang mengisi dunia ini. Bukankah segala pemberianNya , segala yang mengisi dunia dan segala rasa bersifat fana dan tidak kekal?</p>
<p> </p>
<p>Kalau sudah memahami bahwa Cinta besifat fana dan tidak kekal, mengapa kita berharap untuk kekal?, mengapa kita takut menyentuhnya lagi karena takut kehilangan? Mengapa takut menikmati karena takut tidak dapat menikmati lagi dikemudian hari? Mengapa terlalu banyak memikirkan Cinta? Mengapa terlalu mempermasahkan Cinta&#8230;dan mengapa terlalu takut usainya sebuah cinta?</p>
<p> </p>
<p>Cinta adalah rasa&#8230;.menyikapinya cukup dengan pemahaman yang sederhana&#8230;.menerima dengan cara yang sederhana&#8230;.dan menikmati dengan cara yang sederhana..dan kalaupun melepaskan juga dengan cara yang sederhana&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Karena Loved and to be Loved is a gift&#8230;.Hadiah untuk hari ini&#8230;. dengan mengabaikan apa yang terjadi hari kemarin ataupun apa yang akan terjadi esok hari&#8230;.sebuah kesederhanaan memahami dan menikmati&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=45&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/15/loved-and-to-be-loved/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepotong Wajah</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/05/sepotong-wajah/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/05/sepotong-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 00:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sepotong wajah&#8230;adalah bahagia
Sepotong wajah&#8230;adalah rindu
Sepotong wajah&#8230;adalah damai
Sepotong wajah&#8230;adalah penguasa mimpi
Sepotong wajah&#8230;adalah sebuah keindahan
Sepotong wajah yang memilin jiwa
Sepotong wajah yang menggeleparkan rasa
Sepotong wajah yang mengaduk seluruh isi perut
Sepotong wajah yang mesti ada&#8230;..dan tak dapat terusir begitu saja
Sepotong wajah yang tak perlu diusik&#8230;
Sepotong wajah yang nantinya akan luruh dengan sendirinya&#8230;.
karena semuanya memang harus luruh ketika tidak pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=25&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sepotong wajah&#8230;adalah bahagia</p>
<p>Sepotong wajah&#8230;adalah rindu</p>
<p>Sepotong wajah&#8230;adalah damai</p>
<p>Sepotong wajah&#8230;adalah penguasa mimpi</p>
<p>Sepotong wajah&#8230;adalah sebuah keindahan</p>
<p>Sepotong wajah yang memilin jiwa</p>
<p>Sepotong wajah yang menggeleparkan rasa</p>
<p>Sepotong wajah yang mengaduk seluruh isi perut</p>
<p>Sepotong wajah yang mesti ada&#8230;..dan tak dapat terusir begitu saja</p>
<p>Sepotong wajah yang tak perlu diusik&#8230;</p>
<p>Sepotong wajah yang nantinya akan luruh dengan sendirinya&#8230;.</p>
<p>karena semuanya memang harus luruh ketika tidak pada tempatnya</p>
<p>dan sepotong wajah itu&#8230;sementara ini biarkan saja hadir&#8230;</p>
<p>biarkan mengelitik melewati kurva optimasi</p>
<p> </p>
<p><strong>(untuk seorang sahabat yang bertanya tentang sepotong wajah)</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=25&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/07/05/sepotong-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedasyatan Cinta</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/06/21/kedasyatan-cinta/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/06/21/kedasyatan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 13:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi tentang korelasi mengawali pembicaraan tentang cinta. Korelasi Linear yang berkali kali kami pelajari&#8230;dan yang selalu kami lupakan kembali ketika ujian telah usai, ketika skripsi telah siap dan bahkan ketika Tesis sudah terjilid dengan rapi, atau ketika hasil penelitian telah kami laporkan.  Ketika sang Profesor menjelaskan Korelasi Linear, kami, aku dan teman di sebelahku melakukan pencarian contoh  dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=17&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diskusi tentang korelasi mengawali pembicaraan tentang cinta. Korelasi Linear yang berkali kali kami pelajari&#8230;dan yang selalu kami lupakan kembali ketika ujian telah usai, ketika skripsi telah siap dan bahkan ketika Tesis sudah terjilid dengan rapi, atau ketika hasil penelitian telah kami laporkan.  Ketika sang Profesor menjelaskan Korelasi Linear, kami, aku dan teman di sebelahku melakukan pencarian contoh  dua variabel yang dapat diuji. </p>
<p>Kali ini kebuntuan ide terjadi&#8230;.Seolah aku tidak  pernah melakukan apapun dengan alat bantu korelasi, variabel-variabel begitu sulit aku temukan. Dengan terpaksa aku mencari bantuan ke teman sebelah&#8230;wah mudah itu katanya&#8230;sementara itu dia melanjutkan menuliskan ide-ide yang dapat didekati dengan alat yang bernama korelasi linear.</p>
<p>Mudah bagaimana tanyaku&#8230;Variabel pertama adalah Keputusan untuk menikah&#8230;variabel kedua adalah persetujuan orang tua&#8230;&#8230;.ha&#8230;ha..aku tertawa..ini serius bung&#8230;aku juga serius katanya&#8230;.Siapa yang mau menikah tanyaku?&#8230;Ini adalah contoh..lanjutnya&#8230;tapi ini terlalu sederhana. Kita sekolah S3..bukan D3&#8230;lanjutku kembali</p>
<p>Variabel tersebut tidak perlu ditentukan hubungannya atau bahkan tidak perlu dilakukan pengujian. Menurutku&#8230;Keputusan menikah adalah karena <em>kedasyatan cinta, </em>bukan karena variabel apapun. <em>Kedasyatan Cinta  </em>adalah manifestasi Jodoh yang sudah ditetapkan oleNYA&#8230;</p>
<p>Kalau seseorang mengambil keputusan bukan karena <em>kedasyatan cinta</em>, maka hidupnya selalu diliputi perhitungan-perhitungan logis. Tambah kurang dan untung rugi&#8230;.Mengenai hal seperti itu..aku enggan membahasnya.</p>
<p><em>Kedasyatan cinta </em>seperti puting beliung, sebagian orang mengalami sekali, sebagian orang mengalami berkali kali dan sebagian orang tidak mengalami sama sekali.</p>
<p>Puting beliung sebentar saja terjadi&#8230;selanjutnya digantikan hembusan lembut atau hembusan kasar silih berganti atau yang ada hanya sebuah kegersangan&#8230;itu semua perlu upaya dan pemeliharaan yang terus menerus. Apakah  upaya  dan pemeliharaan adalah kegiatan  yang melelahkan?</p>
<p>Tergantung bagaimana kita memandang dan menjalani&#8230;..hembusan lembut akan terasa kasar apabila kita merasakannya demikian, juga sebaliknya hembusan kasar akan terasa lembut dan bahkan kegersangan tidaklah berarti apa-apa, kalau kita menganggapnya bukanlah kegersangan&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Dan setelah <em>kedasyatan cinta</em>&#8230;.hanya sebuah kesederhanaan memandang dan bersikap yang membuat segalanya indah&#8230;sebuah keindahan tak berujung.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=17&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/06/21/kedasyatan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SentuhanMu</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/06/17/sentuhanmu/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/06/17/sentuhanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 14:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh fantastis&#8230;.beberapa hari ini aku menemukan kebaikan di sana sini&#8230;dari berbagai arah&#8230;.dan dari arah yang tak terkirapun. Kalau dengan inipun aku tak mampu bersyukur..lantas hidup seperti apa yang aku cari?
Seonggok rasa yang pernah bernanah..bukanlah menutup segala kenikmatan atas sajianMU  yang lain&#8230;.dan aku harus menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur yang tak terperikan&#8230;karena hari ini bukanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=15&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sungguh fantastis&#8230;.beberapa hari ini aku menemukan kebaikan di sana sini&#8230;dari berbagai arah&#8230;.dan dari arah yang tak terkirapun. Kalau dengan inipun aku tak mampu bersyukur..lantas hidup seperti apa yang aku cari?</p>
<p>Seonggok rasa yang pernah bernanah..bukanlah menutup segala kenikmatan atas sajianMU  yang lain&#8230;.dan aku harus menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur yang tak terperikan<em>&#8230;<strong>karena hari ini bukanlah hari kemarin&#8230;juga hari ini bukanlah hari esok</strong></em>&#8230; jadi kunikmati saja sajianMU  hari  ini tanpa mengingat kepedihan hari kemarin, juga tanpa merasakan ketakutan akan hari esok. <em><strong>Kalau pun ada yang kuingat dari hari kemarin adalah hanya kejadian manis dan kebaikan kebaikan. Kalaupun ada yang kupikirkan tentang hari esok haruslah hari esok yang ceria dan penuh harapan.</strong></em></p>
<p>Mengapa kebaikan mengelilingiku dengan manis&#8230;bukanlah pertanyaan yang perlu dijawab&#8230;tetapi bagaimana kebaikan ini dapat kuubah menjadi kebaikan kebaikan yang dapat kuberikan dengan efek multiplier adalah hal yang harus aku pikirkan&#8230;..serta hal yang harus aku lakukan &#8230;</p>
<p>Masih saja aku memikirkan&#8230;berbagai wajah&#8230;berbagai senyum manisnya&#8230;berbagai uluran tangannya&#8230;berbagai sentuhan pengertiannya&#8230;berbagai sentuhan persahabatannya&#8230;..</p>
<p style="text-align:center;">Diantara senyuman mereka&#8230;diantara kebaikan kebaikan&#8230;aku menemukanMu&#8230;.Menyadari sentuhanMu&#8230;dan Aku tahu&#8230;.Engkau Ya Allah&#8230;selalu di dekatku&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=15&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2008/06/17/sentuhanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>