<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ririn Wulandari &#187; Perempuan</title>
	<atom:link href="http://ririnwulandari.wordpress.com/category/perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ririnwulandari.wordpress.com</link>
	<description>Meniti Ilmu ...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 12:21:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ririnwulandari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c369c1ab27cefa4587c50a764697ff9a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ririn Wulandari &#187; Perempuan</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ririnwulandari.wordpress.com/osd.xml" title="Ririn Wulandari" />
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/05/03/cinta/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/05/03/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 17:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ditulis oleh ririnwulandari dalam motivasi dan perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/05/03/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Cinta, kasih sayang dan tanggungjawab mempunyai gradasi yang berbeda.  Diibaratkan sebagai lautan, tanggungjawab merupakan permukaan lautan.  Deburan gelombang, kerihuan riak-riak merupakan ornamen yang menghiasi permukaan.  Demikian juga kalau kita melakukan setiap langkah dengan tongkat tanggungjawab.  Terasa berat&#8230;.
Kasih sayang sebagai di tengah kedalam laut.  Bisa menyaksikan hiu hilir mudik atau binatang-binatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=326&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cinta, kasih sayang dan tanggungjawab mempunyai gradasi yang berbeda.  Diibaratkan sebagai lautan, tanggungjawab merupakan permukaan lautan.  Deburan gelombang, kerihuan riak-riak merupakan ornamen yang menghiasi permukaan.  Demikian juga kalau kita melakukan setiap langkah dengan tongkat tanggungjawab.  Terasa berat&#8230;.</p>
<p>Kasih sayang sebagai di tengah kedalam laut.  Bisa menyaksikan hiu hilir mudik atau binatang-binatang laut lainnya.  Tetapi keindahan sebuah lautan  hanya kita dapatkan pada laut yang terdalam.  Karang, ikan dan segenap pernak perniknya&#8230;.Cinta, berada pada laut terdalam..</p>
<p>Cinta menduduki level tertinggi dibanding kasih sayang dan tanggungjawab. Nabi Muhammad mencintai umatnya,  Rumi, mencari dan menulis Jalan Menuju Cinta, Anand Krishna berbicara tentang cinta untuk mencapai titik nadir dalam hidupnya, Mahatma Gandhi dengan mencintai negaranya dia ada.</p>
<p>Kalau kita mencintai, di dalamnya ada kasih sayang dan tanggungjawab.  Kalau kita mengasihi dan menyayangi, di dalamnya ada tanggungjawab.  Kalau kita melakukan sesuatu atas dasar tanggungjawab, di dalamnya belum tentu  ada cinta dan kasih sayang.</p>
<p>Mencintai berarti melakukan segala hal dengan sepenuh hati.  Karena bukan cinta namanya kalau tidak dilandasi sepenuh hati. Buku-buku biografi dan otobiografi orang sukses dapat ditarik seutas  benang merah yaitu begitu dalam sesorang yang telah berhasil menebar makna karena kedalaman cinta atas pekerjaannya.  Seorang ibu yang berhasil menghantarkan putra putrinya menjadi orang yang berhasil dalam menebar makna dalam kehidupannya pastilah seorang ibu yang tidak hanya sekedar bertanggungjawab, tetapi juga mempunyai kedalaman cinta terhadap putra-putrinya.</p>
<p>Cinta kepada makluk dibumi adalah perwujudan cinta kita kepada Sang Pemilik Kehidupan. Cinta ada kalau ada dua hal yaitu keikhlasan dan rasa syukur.  Keikhlasan dan rasa syukur merupakan bekal menuju hakikat cinta&#8230;</p>
<p>Keikhlasan seperti apa&#8230;yaitu keikhlasan ketika kita sudah melakukan ikhtiar dan doa.  Serta beryukur atas apa saja yang menjadi &#8220;sajian&#8221; kita.  Sajian atau bagian kita terdiri dari dua sisi seperti halnya sekeping mata uang, seperti halnya neraca, seperti halnya bergulirnya pagi menuju malam. Sisi positif dan sisi negatif, debet dan kredit. Kita tidak bisa menolak malam untuk sampai pada pagi, kita tidak bisa menolak negatif untuk menjadi positif, kita tidak bisa menolak kesusahan untuk mendapatkan keberhasilan.  Seorang murid tidak bisa lulus ujian kalau menolak bersusah susah belajar.  Dan juga, kita tidak dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi kalau menolak  kesulitan menghadapi ujian kenaikan tingkat.  Hidup merupakan sebuah paket.  Bersyukur atas paket kita, merupakan perjalanan menuju cinta&#8230;</p>
<p>Dua buah kata yang biasa kita lafalkan tetapi begitu sulit mengimplementasikan&#8230;.bersyukur dan ikhlas&#8230;</p>
<p>Tahukah kawan, hari ini saya mengunjungi kerabat&#8230;sungguh menyedihkan, di jaman modern seperti sekarang ini, aku masih menyaksikan perjuangan Ibu Kartini belum selesai.  Aku  menyaksikan seorang istri yang harus merawat anak-anaknya dan anak-anak dari madunya. Dimadu saja bukan hal yang ringan  dan ini Tanpa pilihan.  Ini bukanlah contoh keikhlasan&#8230;ini bukan contoh rasa syukur&#8230;.ini bukan bukti sebuah cinta&#8230;ini adalah contoh ketidakberdayaan&#8230;.persis seperti yang dialami oleh ibundanya Ibu Kartini. Air mataku bergulir dan aku tersedu diperjalanan hingga tiba di rumah.</p>
<p>Sambil tersedu aku berfikir, lantas paket seperti apa yang kita syukuri.  Apakah contoh tersebut sebuah paket yang harus dia terima?<br />
Sisi hatiku yang lain mengatakan, paket yang harus kita syukuri dan ikhlas kita terima kalau kita sudah berikhtiar dan berdoa&#8230;.Begitulah cara mencintai&#8230;.I Gede Prama mengatakan, mencintai diri sendiri adalah langkah awal mengembangkan sayap-sayap cinta kita&#8230;Mencintai diri sendiri berarti menerima dan maklum atas segala kekurangan diri serta  tidak mendzolimi diri sendiri.  Menerima yang tidak bisa dia terima adalah pendzoliman atas diri sendiri.</p>
<p>Kawan, aku hanya bisa tersedu, berbicara dan berfikir dalam memaknai cinta&#8230;melaksankannya&#8230; tidaklah mudah&#8230;.</p>
<p>Selamat mengembangkan sayap-sayap cinta&#8230;untuk mendapatkan CINTANYA&#8230;.</p>
<p>salam manis</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=326&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/05/03/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari RA Kartini&#8230;.</title>
		<link>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/04/22/selamat-hari-kartini/</link>
		<comments>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/04/22/selamat-hari-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 07:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ririnwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan by ririnwulandari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ririnwulandari.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, tanggal 22 April 2009, begitu ingin aku menulis tentang  peringatan RA Kartini….kali ini aku mengesampingkan keinginan yang lain.  Apalagi kemarin, pagi, ketika matahari masih enggan muncul, pembantuku membawa kertas orange dengan bentuk hati…Bu, ini dari Adik…aku membacanya, dan mengingatkanku bahwa tgl itu adalah tanggal 21 April 2009.  “21 April  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=318&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini, tanggal 22 April 2009, begitu ingin aku menulis tentang  peringatan RA Kartini….kali ini aku mengesampingkan keinginan yang lain.  Apalagi kemarin, pagi, ketika matahari masih enggan muncul, pembantuku membawa kertas orange dengan bentuk hati…Bu, ini dari Adik…aku membacanya, dan mengingatkanku bahwa tgl itu adalah tanggal 21 April 2009.  “21 April  is Kartini day.  I’m sorry if I make you sad etc. I Love you mom! Mom, happy Kartini Day”.  Begitu tulisnya. Aku hampiri, dan kukatakan bahwa ini adalah harinya juga…bahwa ini adalah harinya perempuan.  I love you too my darling….Belajar yang rajin ya…supaya engkau adalah salah satu perempuan yang mempunyai banyak pilihan dan menjadi wanita yang hebat&#8230;.<br />
Kubuka FB, di status seorang teman berbunyi sebagai berikut:  Apalagi ya gagasan  Kartini yang yang belum terwujud.  Aku tidak sempat mengomentari walapun kalimat2 sudah menggumpal dipikran siap untuk dituangkan.  Persiapan untuk mengajar dapat melupakan keinginan tersebut.  Di kampus, beberapa teman Dosen perempuan memakai pakaian semi kebaya, ada yang batik, tenun dan border. Sambil menuju kelas aku bertanya? Lho kok pada rapi? Salah seorang teman menjawab… hari ini Hari Kartini khan? Oh.iyaa…wooo.. aku bingung, kenapa kita merayakan Hari Kartini dengan memakai kain kebaya?&#8230;Pertanyaanku berhenti di batas pemikiran saja…kami terburu-buru masuk kelas masing-masing.<br />
Menjelang tidur, aku baru sempat membuka-buka Koran pagi….artikel tentang Hari Kartini menjadi headline sebuah harian pagi…Iya..ya…hari ini adalah Hari Kartini pikirku…dan kembali aku “menelan” pikiran tersebut, karena aku lebih memilih tidur…hari itu demikian melelahkan.</p>
<p>Hari ini aku membuka laptop  dengan niat yang pertama, untuk  menulis tentang Hari Kartini.  AKu yakin sebelum menulis tentang hal itu, aku tidak bisa mengerjakan hal lain.<br />
Hari Kartini, saat ini tidak hanya kusikapi dengan mempersiapkan baju…tidak  berfikir dengan berpuas diri mengingat Perempuan Indonesia demikian mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang pekerjaan dan berbagai disiplin ilmu.</p>
<p>Apa perjuangan RA Kartini?&#8230;.Bukankah perjuangan RA Kartini sekedar konsep? Belum memberikan bukti nyata seperti pejuang perempuan Indonesia lainnya, demikian pendapat seorang perempuan yang kita kenal namanya.  Menurut saya, ada yang salah dalam pemikiran tersebut.   Hari RA Kartini  pantas diperingati,  RA Kartini sangat pantas sebagai pahlawan emansipasi perempuan.  Walaupun hasil karya terbesarnya adalah hanya sebatas pemikiran yang tertuang pada sebuah buku “Habis gelap terbitlah terang”.  Pemikirannya bukan pemikiran yang biasa bagi kalangannya, bagi kaum perempuan di jamannya.  Pemikirannya adalah sesuatu yang luar biasa, dasyat  dan  spektakuler.  Pemikirannya merupakan benih yang tumbuh dan menjadi pohon dengan banyak ranting seperti sekarang.  Tanpa adanya benih tersebut, tidak akan pernah ada pohon rindang seperti sekarang ini.<br />
Benih yang ditebar RA Kartini adalah:<br />
•	Penolakan terhadap poligami dan  perbedaan status kebangsawanan  serta penolakan terhadap diskriminasi perempuan dan pria.<br />
•	Supaya perempuan dapat menghindari poligami dan tidak dibedakan berdasarkan status kebangsawanannya, maka solusi yang diupayakan adalah meningkatkan pendidikan perempuan.<br />
•	Pendidikan perempuan menurutnya adalah solusi agar perempuan mempunyai pilihan dan  dapat disejajarkan dengan pria.<br />
Mengapa ‘benih’ tersebut merupakan pemikirna yang spektakuler  atau luar biasa pada saat itu?<br />
•	RA Kartini adalah seorang perempuan yang berasal dari golongan bangsawan.  Empatinya terhadap Ibunya yang bukan bangsawan demikian menyentuh hati.  Bagaimana kesedihan yang harus ditanggung menyaksikan Ibunya harus seatap dengan madunya yang  seorang bangsawan.  Bagaimana Ibunya harus mengalami diskriminasi status kebangsawanan, dan kesedihasn dimadu.  Di sisi lain bagaimana RA Kartini juga memiliki empati mendalam terhadap Ibundanya (Ibu tirinya) yang karena status bangsawannya dipilih sebagai seorang ‘permaisuri’ dan bertanggungjawab terhadap  semua anak-anaknya, termasuk anak dari madunya.  Kalau beliau ‘orang biasa’, maka keadaan tersebut tidaklah melahirkan pemikiran-pemikiran pemberontakan.  Karena bagaimanapun fasilitas yang diterima adalah fasilitas kelas satu di jamannya. Empati luar biasa  yang mengalahkan  kenikmatan  sajian ‘kelas satunya’.<br />
•	 Saat itu, RA kartini mempunyai solusi bagi kaumnya, yaitu meningkatkan pendidikan.  Dia ingin menjadi contoh bagi kaumnya.  Perjuangannya untuk hal itu menemui jalan buntu.  Di jamannya, maupun jaman sekarang,   menemukan solusi atas sebuah masalah tidaklah mudah.  Apalagi dilakukan oleh seorang perempuan, di jaman perempuan dipandang sebagai sebuah objek ketimbang subjek.  Apalagi sebuah solusi untuk kepentingan kaumnya.  Perempuan harus meningkatkan pendidikannya adalah sebuah solusi yang luar biasa.<br />
•	RA Kartini berpendapat, dengan perempuan dapat meningkatkan pendidikannya, maka perempuan  tersebut dapat menentukan pilihan hidupnya. Dengan demikian perempuan dapat disejajarkan dengan kaum pria.  Emansipasi merupakan solusi yang ditawarkan.<br />
Apakah pertanyaan seorang teman FB di atas  dapat kita jawab?  Apalagi ya gagasan  Kartini yang  belum terwujud…..? Demikian ditulis dalam statusnya.  Saya tidak perlu menjawabnya di sini.  Kemajuan perempuan di Indonesia tidak dapat diragukan lagi. Tetapi apakah dengan pendidikan  yang tinggi  perjuangan melanjutkan pemikiran RA Kartini selesai?  Apakah perempuan tidak lagi berkutat di dapur dan tidak terkungkung di rumah untuk mengurus urusan rumah tangga, sebuah kecukupan dari perjuangan? Apakah hampir di semua lini dan profesi kehadiran kaum perempuan diperhitungkan sudah mencukupi cita-cita RA Kartini?,  Apakah emansipasi telah terwujud di Indonesia?<br />
Lantas, mengapa segudang masalah perempuan masih menghadang? Kekerasan, minimnya akses pendidikan. Kesehatan reproduksi, sumber daya ekonomi dan perdagangan perempuan (trafficking) masih menjadi  isu yang diperjuangkan oleh LSM,  organisasi perempuan serta kaum feminis dan masyarakat pemerhati perempuan?<br />
Artinya perjuangan perempuan masih panjang.  Dan hari ini, satu hari setalah perayaan Hari RA Kartini di tahun 2009 ini, aku memilih memikirkan dan menuliskan hal ini dibanding harus mengenakan baju yang sama dengan RA Kartini.  Aku ingin memakai “semangat”nya saja dibanding bajunya.  Selamat Hari Kartini…..</p>
<p>Salam manis<br />
Ririn Wulandari, 22 April 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ririnwulandari.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ririnwulandari.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ririnwulandari.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ririnwulandari.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ririnwulandari.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ririnwulandari.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ririnwulandari.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ririnwulandari.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ririnwulandari.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ririnwulandari.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ririnwulandari.wordpress.com&blog=3795975&post=318&subd=ririnwulandari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ririnwulandari.wordpress.com/2009/04/22/selamat-hari-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/171a8dfcfd5e31e98087e0f439f673c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ririnwulandari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>