RSS

Arsip Penulis: ririnwulandari

Tentang ririnwulandari

Ririn Wulandari adalah seorang perempuan dengan status seorang istri dan ibu dari dua orang putri yang cantik dan lucu. Si Cantik seorang dokter muda yang sedang menyelesaikan pendidikan CoAss di Rumah Sakit Umum Karyadi dan si Lucu adalah pelajar SD. Saat ini mengajar di ABFII Perbanas Jakarta untuk Mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen dan Teori Akuntansi dan sedang sekolah di Pascasarjana IPB Program Doktor Manajemen Bisnis. Blog ini berisi artikel ringan, ringkas dan diupayakan bermakna. Kalau pembaca menginginkan konsultasi, memberi masukan ataupun berdiskusi berhubungan dengan mata kuliah akuntansi atau topik-topik lebih berat lainnya silahkan menyampaikan via rinwulan@yahoo.co.id Blog ini berisi sejumput pemikiran yang harus dikeluarkan dari rongga jiwa...bermakna atau tidaknya...silahkan berpendapat

Buku saya

Sahabat yang budiman,

Tanggal 26 Januari 2012 yang lalu, saya menerbitkan dua buku:

1. Ringkasan Disertasi dengan judul: “Strategi Pemasaran Mebel Bersertifikasi Ekolabel pada Stratifikasi Konsumen”

2. Kumpulan Puisi dengan judul “Aku, di Sini”

Apabila berminat silahkan menyampaikan via email, dengan mencantumkan alamat lengkap. Tidak dikenakan biaya cetak dan biaya kirim, namun demikian apabila berniat mengganti biaya-biaya tersebut dipersilahkan, yang selanjutnya disalurkan untuk keperluan sosial.

Salam jabat erat selalu
Ririn Wulandari

 
2 Comments

Posted by pada Januari 28, 2012 in Ekonomi

 

Kaitkata:

Sebuah perjalanan

Kusimpan dalam kotak berpita pelangi semuaanya
pagi ini
siang juga
malam pun

hingga sunyi menyadarkan untuk menjawabnya
kemana
untuk apa
apa

engkau tak perlu sungkan mengatakannya
karena perjalanan bukan tidak harus dikatakan

seperti langkah harus diayun selalu

salam jabat erat
Ririn Wulandari 7 Okt 2011

 
Leave a comment

Posted by pada Oktober 7, 2011 in Ekonomi

 

Sistem yang Berinteraksi

Pada suatu waktu saya perlu “mundur” sejenak dari gegap gempita “dunia”. Upaya “mundur” adalah upaya menghentikan sejenak interaksi dan keterhubungan antara sistem di dalam tubuh kita dengan sistem di luar tubuh kita. Tidak dengan cara yang luar biasa, melainkan dengan cara yang biasa saja. Menyendiri di kamar, di ruang kerja, berlama-lama di toilet, menyepi di pantai, atau di pegunungan.

Tubuh kita adalah sebuah sistem. Sistem tubuh kita terdiri dari subsistem-subsistem. Lebih dari itu, tubuh kita adalah bagian dari sistem di luar tubuh, yaitu sistem semesta dengan segala isinya.

Keterhubungan antar subsistem dan sistem yang lebih luas bisa bersifat positif maupun negatif. Bersifat positif apabila sistem di dalam tubuh kita kuat serta dialiri sesuatu yang positif sehingga menghasilkan kekuatan yang juga bersifat positif. Kekuatan ini akan mempengaruhi sistem di alam semesta, bukan dipengaruhi.

Demikian juga sebaliknya, apabila kekuatan didalam sistem tubuh sdg melemah, maka kekuatan dari luar yang akan merangsek masuk. Tergantung pada medium mana kita berada, apakah di medium yang positif ataukah negatif. Apabila di medium positif maka kita akan dipengaruhi kekuatan positif, demikian sebaliknya.

Memperhatikan adanya konsep sistem dan interaksi diantara subsistem dan sistem yang lebih luas tersebut, maka menentukan kapan kita berada di mana adalah sesuatu yang menentukan keseimbangan dalam berjalan di kehidupan.

Berdasarkan pemahaman tersebut, berikut sedikit tip:

Kalau anda sdg badmood, kurang bergairah dan kurang bersemangat, sebaiknya tdk berdekatan dengan seseorang atau komunitas yang menurut anda “negatif”, karena pancaran “negatif”nya menguat dan akan mempengaruhi anda. Tetapi anda perlu melakukan sebaliknya, dekati orang-orang atau komunitas yang menurut anda “positif” semisal mereka yang bersemangat, riang gembira, dan selalu berfikir positif. Karena Energi “positif mereka yang akan mempengaruhi sistem di dalam tubuh anda yang sedang lemah…

Ketika anda sedang bersemangat, riang gembira, berfikir positif, saat itulah anda perlu mendekati semua orang. Karena anda yang mempengaruhi, bukan dipengaruhi. Bentangkan sayap-sayap cinta, tetesi mereka semua dengan kasih sayang anda, tanam kebaikan di sana-sini, dan pancarkan energi positif anda, ke semua arah…

Bagaiman menurut sampeyan?

 
Leave a comment

Posted by pada September 25, 2011 in Ekonomi

 

KENANGAN

Aroma lebaran sudah santer tercium. Lebaran yang identik dengan mudik adalah satu waktu yang kita tunggu. Waktu yang tepat untuk berlabuh sejenak. Waktu yang tepat untuk melihat seberapa marak kenangan yang telah kita ukir. Serimbun apa taman kenangan yang kita punya.

Lebaran adalah saat yang tepat kita berada di dalam taman tersebut. Rehat di dalamnya sembari menakar kenangan yang  telah mewarnai segenap diri kita, menjadikan kita dalam bentuk kekinian.

Ternodakah kenangan itu? Menjadikan warna-warna yang indahkah kenangan itu? Sama sekali tak bisa kita hapus selayaknya kita menghapus tulisan di buku dengan penghapus sederhana ataukah tip ex. Kita perlu membiarkan taman kenangan menjadi rimbun dengan aneka pernik, bunga,  belalang, ataupun hama di dalamnya.

Membiarkan kenangan apa adanya adalah bentuk pemahaman atas kenangan. Memahami berbagai kenangan  merupakan jalan terbaik,  dibandingkan menolak dan mengabaikan mentah-mentah.  Yup, sebaik kita menerima taman  kenangan dengan segala isinya.

Pada Lebaran seperti ini kita menerima taman kenangan, kita memahaminya kenapa harus ada. Memaklumi segala kenangan yang pernah singgah. Mendekap sisa kenangan yang ada. Memeluknya sembari melepas lelah dalam perjalanan mengukir kenangan-kenangan baru.

Membiarkan kita diselimuti kenangan seperti halnya kita membuka kenangan itu. Namun, kenangan tidak bisa kita buka dari bungkusnya terus menerus.  Kita perlu membukanya sekali-sekali, lalu mengemasnya kembali dengan rapi, meletakkannya dalam gendonganan kita, lalu kita berjalan terus…perlahan, ataupun dalam kecepatan sedang, maupun dalam keepatan tinggi..tidak masalah, asalkan tidak pernah berhenti.  Karena, ketika kita menghentikannya, jatuhlah kita, selaksa kita menaiki sepeda, perlu terus-menerus menjaga keseimbangan, salah satunya dengan terus menggenjot agar sepeda selalu berjalan.

Demikianlah ceritaku tentang kenangan

Selamat membuka kenangan sahabatku,

Selamat memahami kenapa  kenangan seperti itu harus ada,

lalu membungkusnya kembali untuk menghadapi kekinian dengan semangat dan jiwa membara

 

salam jabat erat selalu

RIrin Wulandari

 
Leave a comment

Posted by pada Agustus 26, 2011 in Motivasi

 

Mudik di hari fitri

Mudik selalu menjadi rehat yang manis. Untuk itu berbagai upaya ditempuh sebagian besar masyarakat kita dalam menjalani ritual tersebut. Mudik menjadi rehat manis karena di dalamnya ada serupa penambahan energy baru, charging of energy, setelah setahun menjalani rutinitas yang menggulung hampir semua kepentingan sangat pribadi. Menjadi mur-mur ekonomi yang berputar tak ada hentinya. Perekonomian yang kita bangun dan sekaligus menghancurkan masing-masing dari kita, kalau kita tidak was-was menyikapinya. Menghancurkan nurani yang kinclong menjadi berdebu tebal, menghancurkan kepentingan yang paling bersih menjadi kepentingan yang abu-abu. Sekali lagi kalau kita tidak was-was menyikapinya dalam putaran perekonomian nasional, perusahaan, hingga rumah tangga.

Lalu gasing itu berhenti sejenak di hari fitri, menghitung apa saja yang telah kita lakukan dalam setahun, Menakar sejauh mana kita melangkah. Sementara itu tatap rindu mengering terguyur rinai hujan. Dibilas tatapan mata tua, kasih dan rangkulan nan hangat, serta udara dengan bau kanak-kanak yang sangat akrab. Siapa yang kan sanggup melewati mudik seperti ini?

Bagaimana bila tatapan mata tua, kasih, rangkulan hangat, serta udara dengan bau kanak-kanak yang sangat akrab tak lagi kita punya? Kemana kita akan mudik?

Sebenarnya kita bisa selalu mudik, pada tafakur separuh malam, iringan kicauan burung, goyangan lembut daun-daun, bercengkrama dengan mentari, memandang langit nan pekat yang kadang disinggahi bintang, bulan, serta pada hati kita yang lapang. Kita selalu bisa melakukan rehat yang manis…

Aih mudik…aku ingin mudik, membaui udara dengan bau kanak-kanak yang sangat akrab. Bagaimana dengan anda?

Selamat mudik, selamat rehat, semoga berbahagia, dan selamat merayakan Idul Fitri..luv u all.

Salam jabar erat
Ririn Wulandari

 
Leave a comment

Posted by pada Agustus 21, 2011 in Ekonomi

 

Rindu Ngeblog

Tiba-tiba kerinduan akan ngeblog kembali datang. Begitu lama blog ini tdk saya buka, krn begitu asyiknya berfesbuk ria. Apakah berarti ngblog lagi dengan meninggalkan fesbuk? Tentu saja tidak. Berfesbuk ria jalan terus, ngeblog tetap hayoo..

Ada yang berubah dari blog ini. Kedpan blog ini saya isi dengan seputar isu, pendapat, ataupun masukan mengenai green marketing atau yang lebih dikenal dengan pemasaran hijau. Sebuah kata hijau bukan berarti mengarah kepada warna organisasi politik. Hijau di sini berarti berkaitan dengan kelestarian lingkungan atau keberlangsungan sumber alam, pelaku dan makhluk sekitarnya yang tetap terlindungi dari sebuah proses produksi, serta proses eksploitasi sumber daya alam…atau dengan kata lain terjaminnya keberlangsungan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Nantikan tulisan-tulisan mendatang ya…

salam jabat erat
Ririn WUlandari

 
Leave a comment

Posted by pada Juli 25, 2011 in Ekonomi

 

Pagi dan Senja di tanah Gayo

Pebukitan meliuk menyambutku
Penyaji senampan pagi yang lain
Sebuah pagi penyimpan jejak jejak tak tertimpa kabutpun

Serombongan pucuk kopi tak mampu bersenandung
tertelan bising sumbang pendendang
pengisi frekuensi tak hendak samar

Perjalanan ini makin jauh
Hanya mampu kuselinapkan pada
pepohonan berejer rapi di pebukitan
dermaga lut tawar
mentari amit mundur…

Begitukah cara mentari amit mundur…
menyisakan semburat merah diantara bukit bukit tersenyum malu…
kuterpana…
meraup keindahan pada sebuah senja
senja di bibir tanah gayo

Beginikah cara semburat merahku amit mundur…
menguak pokok pokok batang kopi bertengger angkuh..
menyapa pendulang…penyemai wewangian
menyebar makna…
menyibak pencarian…
kubertanya…
melipat pedih pada sebuah senja

Di perjalanan inipun tak bisa kuurai…
Sebuah perjalanan nan menenggelamkanku di kehangatan pagi
dan memagutku di keelokan senja…

Tanah harapan pengisi mimpi mmpi
dalam pencarianku…..
kusadari…
dalam selimut bukit bukit tanah gayo…

26 Juli 2009/ririnwulandari

 
8 Comments

Posted by pada September 3, 2009 in Puisi

 

Kaitkata:

Biarkan…atas apapun

Celuk wajah tertata sempurna

Menggambarkan siluet perjalananku nan taksempurna

menjadikanku hilang ingat apakah aku pernah berjalan sejauh ini

Tiba-tiba aku sudah di sini

hanya ada satu garis linier

memudar pula

dua buah bangunan indah di sampingnya

kupandangi…..dan kusentuh pelahan

aku tersenyum….

sejauh inikah perjalananku….

dua bangunan itu karyamu…kau tahu…suara berdesir mengelusku…

karya merger….

Konsolidasi..merger.. menyurut…mengkoreksi

Terbolak balik

debet menjadi kredit

kredit menjadi debet

menuju jurnal penyesuaian

di titik nol

Kau membolak baliknya

merger…konsolidasi kehilangan makna

debet kehilangan definisi

pun kredit

Kini….biarkan

Sisa nafas menjadi ornamen  tuk mencatat ulang

definisi tentang  debet…juga kredit

kumpulkan potongan-potongan yang masih berbentuk

kapitalisasi

menjadi  untaian keseimbangan sebuah Neraca

senyum manisku memompa degup nafas

menyadari dua bangunan

Dua bangunan pengisi bagian terindah neracaku

Neracaku kan kupersembahkan kepadaNYA

Kadang aku menghiba….biarkan waktu itu…kini

Kadang aku berdoa khusuk…jangan sekarang…Neracaku belum sempurna

Kau tahu…

hiba dan doa tak berarti

Karena waktuku takkan pergi kemana mana

kali ini jangan kau bolak balik lagi definisiku

atas apapun

Jakarta

Akhir Juni 2009

 
13 Comments

Posted by pada Juni 24, 2009 in Puisi

 

Cinta

Cinta, kasih sayang dan tanggungjawab mempunyai gradasi yang berbeda. Diibaratkan sebagai lautan, tanggungjawab merupakan permukaan lautan. Deburan gelombang, kerihuan riak-riak merupakan ornamen yang menghiasi permukaan. Demikian juga kalau kita melakukan setiap langkah dengan tongkat tanggungjawab. Terasa berat….

Kasih sayang sebagai di tengah kedalam laut. Bisa menyaksikan hiu hilir mudik atau binatang-binatang laut lainnya. Tetapi keindahan sebuah lautan hanya kita dapatkan pada laut yang terdalam. Karang, ikan dan segenap pernak perniknya….Cinta, berada pada laut terdalam..

Cinta menduduki level tertinggi dibanding kasih sayang dan tanggungjawab. Nabi Muhammad mencintai umatnya, Rumi, mencari dan menulis Jalan Menuju Cinta, Anand Krishna berbicara tentang cinta untuk mencapai titik nadir dalam hidupnya, Mahatma Gandhi dengan mencintai negaranya dia ada.

Kalau kita mencintai, di dalamnya ada kasih sayang dan tanggungjawab. Kalau kita mengasihi dan menyayangi, di dalamnya ada tanggungjawab. Kalau kita melakukan sesuatu atas dasar tanggungjawab, di dalamnya belum tentu ada cinta dan kasih sayang.

Mencintai berarti melakukan segala hal dengan sepenuh hati. Karena bukan cinta namanya kalau tidak dilandasi sepenuh hati. Buku-buku biografi dan otobiografi orang sukses dapat ditarik seutas benang merah yaitu begitu dalam sesorang yang telah berhasil menebar makna karena kedalaman cinta atas pekerjaannya. Seorang ibu yang berhasil menghantarkan putra putrinya menjadi orang yang berhasil dalam menebar makna dalam kehidupannya pastilah seorang ibu yang tidak hanya sekedar bertanggungjawab, tetapi juga mempunyai kedalaman cinta terhadap putra-putrinya.

Cinta kepada makluk dibumi adalah perwujudan cinta kita kepada Sang Pemilik Kehidupan. Cinta ada kalau ada dua hal yaitu keikhlasan dan rasa syukur. Keikhlasan dan rasa syukur merupakan bekal menuju hakikat cinta…

Keikhlasan seperti apa…yaitu keikhlasan ketika kita sudah melakukan ikhtiar dan doa. Serta beryukur atas apa saja yang menjadi “sajian” kita. Sajian atau bagian kita terdiri dari dua sisi seperti halnya sekeping mata uang, seperti halnya neraca, seperti halnya bergulirnya pagi menuju malam. Sisi positif dan sisi negatif, debet dan kredit. Kita tidak bisa menolak malam untuk sampai pada pagi, kita tidak bisa menolak negatif untuk menjadi positif, kita tidak bisa menolak kesusahan untuk mendapatkan keberhasilan. Seorang murid tidak bisa lulus ujian kalau menolak bersusah susah belajar. Dan juga, kita tidak dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi kalau menolak kesulitan menghadapi ujian kenaikan tingkat. Hidup merupakan sebuah paket. Bersyukur atas paket kita, merupakan perjalanan menuju cinta…

Dua buah kata yang biasa kita lafalkan tetapi begitu sulit mengimplementasikan….bersyukur dan ikhlas…

Tahukah kawan, hari ini saya mengunjungi kerabat…sungguh menyedihkan, di jaman modern seperti sekarang ini, aku masih menyaksikan perjuangan Ibu Kartini belum selesai.  Aku  menyaksikan seorang istri yang harus merawat anak-anaknya dan anak-anak dari madunya. Dimadu saja bukan hal yang ringan dan ini Tanpa pilihan. Ini bukanlah contoh keikhlasan…ini bukan contoh rasa syukur….ini bukan bukti sebuah cinta…ini adalah contoh ketidakberdayaan….persis seperti yang dialami oleh ibundanya Ibu Kartini. Air mataku bergulir dan aku tersedu diperjalanan hingga tiba di rumah.

Sambil tersedu aku berfikir, lantas paket seperti apa yang kita syukuri. Apakah contoh tersebut sebuah paket yang harus dia terima?
Sisi hatiku yang lain mengatakan, paket yang harus kita syukuri dan ikhlas kita terima kalau kita sudah berikhtiar dan berdoa….Begitulah cara mencintai….I Gede Prama mengatakan, mencintai diri sendiri adalah langkah awal mengembangkan sayap-sayap cinta kita…Mencintai diri sendiri berarti menerima dan maklum atas segala kekurangan diri serta  tidak mendzolimi diri sendiri.  Menerima yang tidak bisa dia terima adalah pendzoliman atas diri sendiri.

Kawan, aku hanya bisa tersedu, berbicara dan berfikir dalam memaknai cinta…melaksankannya… tidaklah mudah….

Selamat mengembangkan sayap-sayap cinta…untuk mendapatkan CINTANYA….

salam manis

 
9 Comments

Posted by pada Mei 3, 2009 in Motivasi, Perempuan

 

Kaitkata:

Strike

Arrow line…bola..
Adalah focus tak geming
Memandang kilatannya adalah memandang segaris wajah
Mengoyakkan pin pin harapan yang berjejer rapi
Strike…menjadi sebuah kepuasan satu lemparan
Lemparanku terus diselingi berbagai wajah…
Pin-pin yang berjejer rapi mestilah rubuh….
Tidak ada jalan lain
Mesti demikian
Harapanpun mesti rubuh…strike…

 
6 Comments

Posted by pada April 22, 2009 in Puisi

 

Kaitkata:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.