Oleh: ririnwulandari | Juni 24, 2009

Biarkan…atas apapun

Celuk wajah tertata sempurna

Menggambarkan siluet perjalananku nan taksempurna

menjadikanku hilang ingat apakah aku pernah berjalan sejauh ini

Tiba-tiba aku sudah di sini

hanya ada satu garis linier

memudar pula

dua buah bangunan indah di sampingnya

kupandangi…..dan kusentuh pelahan

aku tersenyum….

sejauh inikah perjalananku….

dua bangunan itu karyamu…kau tahu…suara berdesir mengelusku…

karya merger….

Konsolidasi..merger.. menyurut…mengkoreksi

Terbolak balik

debet menjadi kredit

kredit menjadi debet

menuju jurnal penyesuaian

di titik nol

Kau membolak baliknya

merger…konsolidasi kehilangan makna

debet kehilangan definisi

pun kredit

Kini….biarkan

Sisa nafas menjadi ornamen  tuk mencatat ulang

definisi tentang  debet…juga kredit

kumpulkan potongan-potongan yang masih berbentuk

kapitalisasi

menjadi  untaian keseimbangan sebuah Neraca

senyum manisku memompa degup nafas

menyadari dua bangunan

Dua bangunan pengisi bagian terindah neracaku

Neracaku kan kupersembahkan kepadaNYA

Kadang aku menghiba….biarkan waktu itu…kini

Kadang aku berdoa khusuk…jangan sekarang…Neracaku belum sempurna

Kau tahu…

hiba dan doa tak berarti

Karena waktuku takkan pergi kemana mana

kali ini jangan kau bolak balik lagi definisiku

atas apapun

Jakarta

Akhir Juni 2009


Tanggapan

  1. mbaaaa,,, meski aku tidak sanggup memetik semua maknanya,, nga tau kenapa ada rasa nyaman membacanya,,,, OK, sukes ya,,, agak lama baru nongol lagi tulisannya,,,, sibuk ujian ya,,! sekali lagi Sukses!! buat mbak Ririn. thks

  2. Iya Mas…..sibbuuk..he…he…setiap minggu ujian…sekarang sdg menyiapkan proposal disertasi..tgs Prof Ujang…sekalian embrio unt kolokium..he..he..

    Terima kasih Mas atas apresiasinya…he..he..puisi memang untuk dinikmati..nggak perlu dimengerti..he..he.. gimana sdh masuk bab berapa..cepet lho…jangan sampai aku salip..he…

    salam manis Mas

  3. Ah….betapa. Betapa.

  4. ibu,,, puisinya bagusss,,, antara pujangga dan akunting,, hihi,, sukses ya bu,,,, :D

  5. Puisi indah
    Penyejuk hati
    Pandai bermain kata
    Salam Kenal
    C.U

  6. Bagus sekali. Orang Sastra yang salah masuk kamar, hehehe……

  7. Puisinya unik lho mbak, tp syrat mkna.. Gmna si crany mmunculkan brain storming pngungkpan prsaan lwat kta2 tpat n indah? Bkat ato mbak mmang org sastra?

  8. Ternyata teori akuntansi bisa jadi puisi ya Bu, SALUT [no future comment]

    *I miss you Bu, bulan depan saya kembali ke Jakarta, mau mulai bimbingan lagi :) *

  9. Halo Embun Pagi….betapa apanya?…he..he..tks ya..

    @Kiki….sukses juga buat Kiki ya…terima kasih sudah menikmati tulisan2 saya…salam manis..

    @Nashuha….bagus beginilah…melalang buana pd berbagai bidang ilmu…puisi adalah penyeimang..kelengkapan otak kanan dan otak kiri..terima kasih ya…salam..

    @Agoesman….terima kasih sudah menyukai puisi sy…terus singgah ke sini ya…salam…

    @Maria…terima kasih pujiannnya…he..he..saya bukan orang sastra…bidang ilmu sy gado2…akuntansi, marketing dan sekarang tertarik pada sertifikasi ekolabel… ya….puisi bagi sy adalah upaya mengeluarkan file yg tak perlu dalam pikiran….supaya penuh…..sehingga siap diisi oleh ilmu2 baru…

    @Rindu…begitulah….sepulang mengajar Teori Akuntansi, buka Laptop…pingin bikin puisi…jadilah puisi seperti itu..,,,I miss you too…terima kasih ya…atas smsnya hingga sy buka blog ini lagi…maklum keasyikan FB ria…he,.he.

  10. Mbak Ririn, puisinya keren abisss, lam kenal ya….boleh dong bagi-bagi ilmu akuntansi yang dipuisikan.

  11. Terima kasih Rina….boleh..kapan2 saya buatkan puisi lagi ya…

  12. kredit dan debet adalah dua hal yang berbeda tapi akan selalu ada dimanapun kita berada begitu juga takengon dan jakarta akan tetap ada walau berbeda

  13. Begitulah…hidup memang harus diisi dg keseimbangan/ keadilan..sebuah neraca..

    Pada Surat Ar-Rahmaan ayat 7 dan 8 Al-Qur’an, dinyatakan bahwa: (ayat 7) Dan Allah telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan)/keseimbangan. (ayat delapan ) Supaya kamu jangan melampaui batas neraca itu..

    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori