Bulan penuh memelukku erat….
Dalam mimpipun menenangkan…
Semburat pedar jingga sang pagipun tak mengusik
Bulan penuh memelukku erat
Suara-suara tanya tak terjawab
Pandangan-pandangan sendu dan berontak mengirisku
Bibirku telah kelu tak hendak memperbanyak tanya
Pandanganku makin nanar tak hendak menambah pandangan mata luka
Bulan penuh kubiarkan tetap memelukku erat
Pun….dalam mimpi
yang ini untuk adikku nan cantik….
Khusus tulisan yang satu ini aku tidak bisa mengartikannya dengan baik. Apakah karena diriku tidak biasa dengan bahasa yang penuh kiasan atau bagaimana?
hehehehehehehehhehehe……………………………….
Oleh: tipri rose kartika on September 3, 2008
at 10:51 pm
Demikianlah…sebenarnya ini mudah dipamahi. Dik Tipri tidak senang dengan bahasa puisi ya…? Bukankah senang dan tidak mengantarkan kita pada bisa atau tidak?….Btw…thanks atas komentarnya.
Oleh: ririnwulandari on September 6, 2008
at 10:33 pm