Oleh: ririnwulandari | September 1, 2008

Bulan Penuh

 

Bulan penuh memelukku erat….

Dalam mimpipun menenangkan…

Semburat pedar jingga sang pagipun  tak mengusik

Bulan penuh memelukku erat

 

Suara-suara tanya tak terjawab

Pandangan-pandangan sendu dan berontak mengirisku

Bibirku telah kelu tak hendak memperbanyak tanya

Pandanganku makin nanar tak hendak menambah pandangan mata luka

 

Bulan penuh kubiarkan tetap memelukku erat

Pun….dalam mimpi

 

 

yang ini untuk adikku nan cantik….


Tanggapan

  1. Khusus tulisan yang satu ini aku tidak bisa mengartikannya dengan baik. Apakah karena diriku tidak biasa dengan bahasa yang penuh kiasan atau bagaimana?
    hehehehehehehehhehehe……………………………….

  2. Demikianlah…sebenarnya ini mudah dipamahi. Dik Tipri tidak senang dengan bahasa puisi ya…? Bukankah senang dan tidak mengantarkan kita pada bisa atau tidak?….Btw…thanks atas komentarnya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori