RSS

Selamat Malam Dokter

17 Jul

 

Perjalanan menuju rumah kali ini agak berbeda…selain disisiku lengkap mengelayut si lucu dan berbinar si cantik, di luar sana bulan bersinar penuh…diam dengan berjuta makna melatar belakangi gedung-gedung menjulang tinggi…sebuah kebahagian dan keindahan yang tercampur dengan manis..

 

Seperti biasa di waktu senggangku, malam seperti ini, pertama yang aku sentuh adalah notebook compaqku…,menyelesaikan beberapa tugas, selanjutnya membuka blog ini.  Kulihat ada komentar baru dari Pak Baron, seseorang yang sepertinya mengenalku..mengenalku atau tidak tidaklah penting.  Menjawab komentarnya yang membuatku cepat-cepat menulis artikel ini (kalau tulisan ini dapat dikategorikan artikel).  Aku menjawab demikian: “Saya bukanlah seorang yang tabah dan arif.  Saya hanya seorang yang sedang berenang ketepian. Menuju ketepian agar selamat.”

 

Jujur..kalimat itu bukanlah kalimatku…kalimat itu adalah kalimat seorang Dokter…Selamat malam Dokter Herry…ijinkan malam ini saya menulis tentang anda….

 

Dokter Herry Konkow adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam…di mata dan bahasa tubuhnya tergambar keasyikan menikmati pekerjaannya..dengan cara yang sederhana dia berbalut sebuah keasyikan….belakangan aku tahu…keasyikan mengerjakan pekerjaan adalah salah satu indikator dedikasi seseorang terhadap pekerjaannya…Dokter Patch Adams -seorang dokter eksentrik dengan ide2 gila yang luar biasa, yang saya maksud di sini benar-benar luar biasa, bukan sekedar pemanis kalimat- menulis di dalam bukunya tentang keasyikan tersebut. Ia mengatakan, bahwa rasa tanggung jawab, pengorbanan dan perjuangan adalah hal-hal yang dapat merusak semangat. Hal-hal tersebut akan menjadikan sesuatu yang tadinya sangat kita sukai berubah menjadi sesuatu yang dapat disalahkan atas kesengsaraan itu. sayang sekali! karena itu, ia mengatakan, agar dapat mengerjakan pekerjaan atau mencapai impian yang diidam-idamkan dengan penuh semangat dan ketekunan, carilah sisi mengasyikkan dari pekerjaan tersebut. kerjakanlah karena anda tidak tahan untuk tidak mengerjakannya, saking mengasyikkannya, dan istirahat yang terlalu banyak dari keasyikan tersebut adalah sesuatu yang sia-sia. ya, sia-sia karena begitu banyak hal mengasyikkan untuk dikerjakan!…..Dokter Herry  melaksanakan pekerjaannya dengan sebuah keasyikan…seperti halnya yang dimaksud Dr Patch Adams

 

Ketika memandang Dokter Herry Konkow….aku menginginkan Si Cantik yang saat ini masih bergelut menyelesaikan pendidikan profesi,  kelak menjadi Dokter yang penuh keasyikan melaksanakan pekerjaannya seperti halnya Dokter Patch Adam dan Dokter Herry Konkow…Selamat menuju sebagai Dokter yang berdedikasi Paramita Khairan….si Cantikku…

 

Dokter Herry Konkow juga  memahami seperti halnya Dokter Dokter lain bahwa kesembuhan seorang pasien tidak hanya karena diagnosa dan obat yang tepat, tetapi karena keinginan untuk sembuh dari pasien tersebut.  Ketika menghadapi diriku dalam keadaan demam tinggi dengan mata penuh kelelahan…Dokter Herry memberiku semangat untuk bangkit selain mengupayakan diagnosa dan obat yang tepat….

 

Salah satu kalimat penyembuhnya adalah: “Bayangkan Ibu saat ini sedang berada di lautan, dan berusahalah berenang ketepian, menuju ketepian agar selamat”……Malam ini…. kalimat penyembuh tersebut aku tulis di sini….selamat malam Dokter Herry Konkow….Alhamdulillah malam ini saya sehat dan bahagia…sembari memandang bulan penuh di atas sana…..

About these ads
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2008 in Sosial

 

8 responses to “Selamat Malam Dokter

  1. lusiani

    Juli 22, 2008 at 2:24 am

    Assalamualaikum ibu, Saya menyukai tulisan-tulisan ibu. Semoga ibu terus mendapat inspirasi untuk menciptakan karya yang lebih indah. Dan semoga lancar dlm studinya melanjutkan S3. Saya salah satu mahasiswi perbanas dengan ibu sebagai dosennya di mata kuliah sistem pengendalian manajemen.

     
  2. ririnwulandari

    Juli 22, 2008 at 9:10 am

    Waalaikum Salam Lusiana, terima kasih atas apresiasi dan doanya…Tulisan saya hanya tumpahan gelegak tak tertahan…hanya setetes tumpahan rasa yang tak tertampung….Kata Affandi sang Maestro…hanya cara menikmati sajian di saat “kelaparan”…..

     
  3. ulin

    Januari 11, 2009 at 5:28 am

    mengharukan banget tante, pantes ya mita selalu jadi semangat klo inget mamanya… ^-^

     
  4. ririnwulandari

    Januari 11, 2009 at 8:30 am

    Wah tante senang mengetahui hal itu…gimana sedang sibuk ya…mulai besuk Ulin juga masuk interna seperti Mita khan? Foto-foto IKM asyik ya….Tante jadi ingat waktu muda….

    Terima kasih sudah berkunjung…dan terima kasih atas kebaikan Ulin menjadi teman baik anak tante yang cantik…

    Salam tante buat Arin, Ferdi, Desti, Pandi..dan teman teman yang lain…selamat berjuang menjadi dokter yang berdedikasi…

    salam manis

     
  5. Abdi Reza

    Agustus 27, 2011 at 11:00 am

    i just spend the night with my homework. somehow the internet has took me to your blog, mam..

    it’s a joyful feeling to find there’s someone who still appreciate our dedication as a doctor.. especially in the period when everyone is easily pointing their finger at us if things didnt end up well… somehow we can only give our hardwork, but the result was outreach… (as residence of surgery in ciptomangunkusumo’s hospital, it happened so often to us)

    hope u granted with joy, and healthy :) (well, the blog was created few years ago, i believe you were not caught by any fever right now :)

     
    • ririnwulandari

      Agustus 28, 2011 at 1:16 am

      Dokter Abdi Reza yang baik, terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Anak saya, dokter Paramita Khairan ternyata mengenal anda ketika sama2 sebagai dokter jaga di RSCM. Saat ini, dia masih sbg residen penyakit dalam UI hingga beberapa tahun mendatang. InsyaAllah pada waktunya nanti, dia menjadi dokter spesialis penyakit dalam yang berdedikasi. Harapan yang sama sya tujukan untuk anda dan semua calon dokter spesialis. Aamiin YRA.

      Memperhatikan perjalanan anak saya dalam belajar dan bekerja sebagai residen penyakit dalam, saya semakin berapresiasi terhadap pekerjaan dokter. Saya melihatnya sebagai upaya yang luar biasa, pengabdian yang luar biasa, Semoga segala amalan baik semua dokter-dokter yang berdedikasi mendapat balasan setimpal dari Allah SWT. Saya selalu menasehati anak saya ketika dia nampak kelelahan untuk ikhlas dan semata-mata ditujukan untuk mendapat ridhoNYA dengan melayani pasien sepenuh hati. Membuat pasien merasa bahagia, nyaman, dan aman adalah hal yang prlu dia lakukan. Entah karena nasehat saya atau apa, kalau pasiennya sedang gawat dia selalu telp sy dan mengatakan begini: “Mama, pasienku gawat nih, doakan ya Ma, pasienku dapat bertahan dan sehat kembali”. Seperti menurut anda dokter Abdi, bukankah seorang dokter sekedar berusaha? selebihnya, atau hasilnya sungguh diluar kontrol seorang dokter, saya juga mengatakankan padanya hal yang sama.

      Nasehat tersebut dilatar belangi pengalaman saya yang sering sakit. Saya bisa merasakan apa yang diperlukan dari seorang pasien. Anda tentu saja sudah mengetahui apa saja yang diperlukan seorang pasien, yaitu empati, motivasi dan pelayanan yang manusiawi. Alhamdulillah saya mendapatkan hal tersebut dari dokter2 saya. Baik dokter2 spesialis penyakit dalam, maupun dokter penyakit kandungan. Sejak tahun 1993, saya hanya konsul, berobat, dan dioperasi dengan satu orang dokter penyakit kandungan, kecuali ketika melahirkan. Sejak tahun 1993 hingga kini saya berkonsultasi dan berobat dengan salah seorang dokter spesialis penyakit dalam. Mulai tahun 2007 hngga kini, saya berkonsultasi dan berobat dengan dokter spesialis penyakit dalam yang lain, krn dokter yg pertama sudah mulai sibuk perjalanan ke luar negeri atau sibuk sebagai direksi di sebuah rumah sakit. Namun demikian, kadang2 kalau dokter yang pertama tdk sibuk dan sy perlu berobat, sy masih berobat ke beliau.

      Dokter Abdi yang baik, Kenapa saya begitu “fanatik” kepada tiga dokter tersebut? karena saya percaya dokter2 tersebut adalah dokter yang berdedikasi. Saya tidak menutup mata adanya kenyataan bahwa tidak semua doter berdedikasi. Kita semuanya tentu saja berharap, semua dokter adalah dokter-dokter yang berdedikasi. Dokter yang berdedikasi adalah dokter yang bekerja tidak hanya untuk mendapatkan imbalan materi sebanyak-banyaknya, tetapi dokter yang dapat mempertanggungjawabkan dan mengerjakan pekerjaannya sepenuh hati, Saya selalu percaya bahwa apa saja yang kita kerjakan sepenuh hati akan menghasilkan pelayanan dan produk yang baik serta imbalan materi yang menyertainya.

      Cerita tentang betapa seringnya saya sakit, adalah cerita beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah sekarang saya sehat. Apalagi setelah kami berkumpul dengan sang dokter yang cantik. Maklum dia sekolah kedokteran di luar kota, sma selama tiga tahunpun tdak sekota dg kami. Alhamdulillah setelah lulus dia kerja dan bisa studi lanjut di jakarta ini dan bisa berkumpul.. hehehehe.. Terima kasih atas doa dan harapannya ya..

      salam jabat erat selalu
      RW

       
  6. Abdi Reza

    Agustus 30, 2011 at 9:15 am

    Dear ibu Ririn, terima kasih banyak untuk doanya…
    Mudah-mudahan sayapun bisa mencapai tahap demikian; dedikasi.

    Mudah2an putra-putri ibupun mampu selalu menyenangkan kedua orang tuanya. It’s great to have both parents who give support to the fullest, for every step we have made. Kalau begitu, bukan tak mungkin kapan2 saya akan merepotkan ananda ibu untuk konsul pasien pre-operatif dan perawatan penyakit dalam. =)

    Semoga sehat selalu. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya idul fitri.

     
    • ririnwulandari

      September 7, 2011 at 4:58 am

      Dokter Abdi Reza yang baik, sy juga menyampaikan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas doanya..Aamiin YRA…dan terima kasih juga atas niat baiknya untuk bekerja sama dengan putri sy saat2 ini hingga kelak dalam menjalankan profesi yang mulia itu. Semoga terjalin kerja sama yang baik dan bermanfaat antara anda dan putri saya,

      Salam jabat erat

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: