Oleh: ririnwulandari | Desember 27, 2009

NILAI UTS TA KEL F

TA Kel F

NO NIM NILAI UTS Kuis
1 3110487 74 ADA
2 4110341 68 ADA
3 5110007 84 ADA
4 5110028 62 ADA
5 5110125 66 ADA
6 5110260 76 ADA
7 5110326 52 belum
8 6110015 65 ADA
9 6110102 62 belum
10 6110140 70 ADA
11 6110140 70 belum
12 4110260 60 ADA

Bagi yg belum ikut kuis harap menghub saya. Terima kasih

Oleh: ririnwulandari | Desember 27, 2009

NILAI TA KEL E

TA Kel E

NO NIM NILAI UTS Kuis
1 2110531 69 ADA
2 3110333 62 ADA
3 3110382 0 belum
4 3110453 64 ADA
5 4110091 68 belum
6 4110363 58 ADA
7 4110534 90 ADA
8 5110138 64 ADA
9 5110239 55 ADA
10 5110157 56 ADA
11 5110161 58 ADA
12 5110166 59 ADA
13 5110191 72 ADA
14 5110199 54 ADA
15 5110261 44 belum
16 5110274 64 belum
17 7110282 64 ADA
18 5110297 73 ADA
19 5110316 73 ADA
20 5110418 58 ADA
21 5110475 50 ADA
22 5110477 72 ADA
23 5110486 0 belum
24 5110540 62 belum
25 6110055 78 ADA
26 6110057 58 ADA
27 6110093 71 ADA
28 6110100 75 ADA
29 6110137 49 ADA
30 6110173 90 belum
31 6110188 67 ADA
32 6110198 62 ADA
33 6110206 80 ADA
34 6110218 90 ADA
35 6110235 75 ADA
36 7110109 71 ADA
37 7110454 72 ADA
38 5110279 61 ADA
39 5110301 69 ADA
40 5110579 70 ADA
41 6110248 70 ADA
42 6110190 60 ADA
43 5110226 62 ADA
44 5110506 60 ADA
45 4110177 56 ADA
46 5110304 71 ADA

Bagi yg belum ikut kuis menghub sy dan bagi yg belum mengumpulkan tgs kelompok harap segera mengeirimkan via email
Terima kasih

Oleh: ririnwulandari | Desember 27, 2009

NILAI SPM KEL B

NILAI SPM KEL B

NO NIM NILAI UTS Makalah
1 2110127 0 sudah
2 2110352 54 sudah
3 3110120 55 belum
4 4110209 78 sudah
5 4110340 69 sudah
6 4110363 76 sudah
7 4110426 67 sudah
8 5110021 70 sudah
9 5110031 55 sudah
10 5110091 46 sudah
11 5110107 57 sudah
12 5110166 52 sudah
13 5110197 80 belum
14 5110274 67 sudah
15 5110287 50 sudah
16 5110307 55 sudah
17 5110331 0 belum
18 5110335 0 belum
19 5110362 64 sudah
20 5110363 48 sudah
21 5110399 60 sudah
22 5110417 84 sudah
23 5110485 90 sudah
24 5110523 78 sudah
25 5110576 60 belum
26 5110581 0 belum
27 6110005 75 sudah
28 6110025 62 belum
29 6110029 65 sudah
30 6110034 76 belum
31 6110036 52 sudah
32 6110045 66 belum
33 6110069 71 sudah
34 6110079 74 belum
35 6110098 91 belum
26 6110110 79 sudah
27 6110116 55 sudah
28 6110125 62 sudah
29 6110155 78 belum
40 6110189 77 belum
41 6110201 89 sudah
42 6110210 50 sudah
43 6110232 84 belum
44 6110253 64 belum
45 811000338 70 belum
47 5110611 60 sudah
48 411337 70 sudah
49 2110170 46 belum

Oleh: ririnwulandari | September 3, 2009

Pagi dan Senja di tanah Gayo

Pebukitan meliuk menyambutku
Penyaji senampan pagi yang lain
Sebuah pagi penyimpan jejak jejak tak tertimpa kabutpun

Serombongan pucuk kopi tak mampu bersenandung
tertelan bising sumbang pendendang
pengisi frekuensi tak hendak samar

Perjalanan ini makin jauh
Hanya mampu kuselinapkan pada
pepohonan berejer rapi di pebukitan
dermaga lut tawar
mentari amit mundur…

Begitukah cara mentari amit mundur…
menyisakan semburat merah diantara bukit bukit tersenyum malu…
kuterpana…
meraup keindahan pada sebuah senja
senja di bibir tanah gayo

Beginikah cara semburat merahku amit mundur…
menguak pokok pokok batang kopi bertengger angkuh..
menyapa pendulang…penyemai wewangian
menyebar makna…
menyibak pencarian…
kubertanya…
melipat pedih pada sebuah senja

Di perjalanan inipun tak bisa kuurai…
Sebuah perjalanan nan menenggelamkanku di kehangatan pagi
dan memagutku di keelokan senja…

Tanah harapan pengisi mimpi mmpi
dalam pencarianku…..
kusadari…
dalam selimut bukit bukit tanah gayo…

26 Juli 2009/ririnwulandari

Oleh: ririnwulandari | Juni 24, 2009

Biarkan…atas apapun

Celuk wajah tertata sempurna

Menggambarkan siluet perjalananku nan taksempurna

menjadikanku hilang ingat apakah aku pernah berjalan sejauh ini

Tiba-tiba aku sudah di sini

hanya ada satu garis linier

memudar pula

dua buah bangunan indah di sampingnya

kupandangi…..dan kusentuh pelahan

aku tersenyum….

sejauh inikah perjalananku….

dua bangunan itu karyamu…kau tahu…suara berdesir mengelusku…

karya merger….

Konsolidasi..merger.. menyurut…mengkoreksi

Terbolak balik

debet menjadi kredit

kredit menjadi debet

menuju jurnal penyesuaian

di titik nol

Kau membolak baliknya

merger…konsolidasi kehilangan makna

debet kehilangan definisi

pun kredit

Kini….biarkan

Sisa nafas menjadi ornamen  tuk mencatat ulang

definisi tentang  debet…juga kredit

kumpulkan potongan-potongan yang masih berbentuk

kapitalisasi

menjadi  untaian keseimbangan sebuah Neraca

senyum manisku memompa degup nafas

menyadari dua bangunan

Dua bangunan pengisi bagian terindah neracaku

Neracaku kan kupersembahkan kepadaNYA

Kadang aku menghiba….biarkan waktu itu…kini

Kadang aku berdoa khusuk…jangan sekarang…Neracaku belum sempurna

Kau tahu…

hiba dan doa tak berarti

Karena waktuku takkan pergi kemana mana

kali ini jangan kau bolak balik lagi definisiku

atas apapun

Jakarta

Akhir Juni 2009

Oleh: ririnwulandari | Mei 3, 2009

Cinta

Cinta, kasih sayang dan tanggungjawab mempunyai gradasi yang berbeda. Diibaratkan sebagai lautan, tanggungjawab merupakan permukaan lautan. Deburan gelombang, kerihuan riak-riak merupakan ornamen yang menghiasi permukaan. Demikian juga kalau kita melakukan setiap langkah dengan tongkat tanggungjawab. Terasa berat….

Kasih sayang sebagai di tengah kedalam laut. Bisa menyaksikan hiu hilir mudik atau binatang-binatang laut lainnya. Tetapi keindahan sebuah lautan hanya kita dapatkan pada laut yang terdalam. Karang, ikan dan segenap pernak perniknya….Cinta, berada pada laut terdalam..

Cinta menduduki level tertinggi dibanding kasih sayang dan tanggungjawab. Nabi Muhammad mencintai umatnya, Rumi, mencari dan menulis Jalan Menuju Cinta, Anand Krishna berbicara tentang cinta untuk mencapai titik nadir dalam hidupnya, Mahatma Gandhi dengan mencintai negaranya dia ada.

Kalau kita mencintai, di dalamnya ada kasih sayang dan tanggungjawab. Kalau kita mengasihi dan menyayangi, di dalamnya ada tanggungjawab. Kalau kita melakukan sesuatu atas dasar tanggungjawab, di dalamnya belum tentu ada cinta dan kasih sayang.

Mencintai berarti melakukan segala hal dengan sepenuh hati. Karena bukan cinta namanya kalau tidak dilandasi sepenuh hati. Buku-buku biografi dan otobiografi orang sukses dapat ditarik seutas benang merah yaitu begitu dalam sesorang yang telah berhasil menebar makna karena kedalaman cinta atas pekerjaannya. Seorang ibu yang berhasil menghantarkan putra putrinya menjadi orang yang berhasil dalam menebar makna dalam kehidupannya pastilah seorang ibu yang tidak hanya sekedar bertanggungjawab, tetapi juga mempunyai kedalaman cinta terhadap putra-putrinya.

Cinta kepada makluk dibumi adalah perwujudan cinta kita kepada Sang Pemilik Kehidupan. Cinta ada kalau ada dua hal yaitu keikhlasan dan rasa syukur. Keikhlasan dan rasa syukur merupakan bekal menuju hakikat cinta…

Keikhlasan seperti apa…yaitu keikhlasan ketika kita sudah melakukan ikhtiar dan doa. Serta beryukur atas apa saja yang menjadi “sajian” kita. Sajian atau bagian kita terdiri dari dua sisi seperti halnya sekeping mata uang, seperti halnya neraca, seperti halnya bergulirnya pagi menuju malam. Sisi positif dan sisi negatif, debet dan kredit. Kita tidak bisa menolak malam untuk sampai pada pagi, kita tidak bisa menolak negatif untuk menjadi positif, kita tidak bisa menolak kesusahan untuk mendapatkan keberhasilan. Seorang murid tidak bisa lulus ujian kalau menolak bersusah susah belajar. Dan juga, kita tidak dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi kalau menolak kesulitan menghadapi ujian kenaikan tingkat. Hidup merupakan sebuah paket. Bersyukur atas paket kita, merupakan perjalanan menuju cinta…

Dua buah kata yang biasa kita lafalkan tetapi begitu sulit mengimplementasikan….bersyukur dan ikhlas…

Tahukah kawan, hari ini saya mengunjungi kerabat…sungguh menyedihkan, di jaman modern seperti sekarang ini, aku masih menyaksikan perjuangan Ibu Kartini belum selesai.  Aku  menyaksikan seorang istri yang harus merawat anak-anaknya dan anak-anak dari madunya. Dimadu saja bukan hal yang ringan dan ini Tanpa pilihan. Ini bukanlah contoh keikhlasan…ini bukan contoh rasa syukur….ini bukan bukti sebuah cinta…ini adalah contoh ketidakberdayaan….persis seperti yang dialami oleh ibundanya Ibu Kartini. Air mataku bergulir dan aku tersedu diperjalanan hingga tiba di rumah.

Sambil tersedu aku berfikir, lantas paket seperti apa yang kita syukuri. Apakah contoh tersebut sebuah paket yang harus dia terima?
Sisi hatiku yang lain mengatakan, paket yang harus kita syukuri dan ikhlas kita terima kalau kita sudah berikhtiar dan berdoa….Begitulah cara mencintai….I Gede Prama mengatakan, mencintai diri sendiri adalah langkah awal mengembangkan sayap-sayap cinta kita…Mencintai diri sendiri berarti menerima dan maklum atas segala kekurangan diri serta  tidak mendzolimi diri sendiri.  Menerima yang tidak bisa dia terima adalah pendzoliman atas diri sendiri.

Kawan, aku hanya bisa tersedu, berbicara dan berfikir dalam memaknai cinta…melaksankannya… tidaklah mudah….

Selamat mengembangkan sayap-sayap cinta…untuk mendapatkan CINTANYA….

salam manis

Oleh: ririnwulandari | April 22, 2009

Strike

Arrow line…bola..
Adalah focus tak geming
Memandang kilatannya adalah memandang segaris wajah
Mengoyakkan pin pin harapan yang berjejer rapi
Strike…menjadi sebuah kepuasan satu lemparan
Lemparanku terus diselingi berbagai wajah…
Pin-pin yang berjejer rapi mestilah rubuh….
Tidak ada jalan lain
Mesti demikian
Harapanpun mesti rubuh…strike…

Oleh: ririnwulandari | April 22, 2009

Selamat Hari RA Kartini….

Hari ini, tanggal 22 April 2009, begitu ingin aku menulis tentang peringatan RA Kartini….kali ini aku mengesampingkan keinginan yang lain. Apalagi kemarin, pagi, ketika matahari masih enggan muncul, pembantuku membawa kertas orange dengan bentuk hati…Bu, ini dari Adik…aku membacanya, dan mengingatkanku bahwa tgl itu adalah tanggal 21 April 2009. “21 April is Kartini day. I’m sorry if I make you sad etc. I Love you mom! Mom, happy Kartini Day”. Begitu tulisnya. Aku hampiri, dan kukatakan bahwa ini adalah harinya juga…bahwa ini adalah harinya perempuan. I love you too my darling….Belajar yang rajin ya…supaya engkau adalah salah satu perempuan yang mempunyai banyak pilihan dan menjadi wanita yang hebat….
Kubuka FB, di status seorang teman berbunyi sebagai berikut: Apalagi ya gagasan Kartini yang yang belum terwujud. Aku tidak sempat mengomentari walapun kalimat2 sudah menggumpal dipikran siap untuk dituangkan. Persiapan untuk mengajar dapat melupakan keinginan tersebut. Di kampus, beberapa teman Dosen perempuan memakai pakaian semi kebaya, ada yang batik, tenun dan border. Sambil menuju kelas aku bertanya? Lho kok pada rapi? Salah seorang teman menjawab… hari ini Hari Kartini khan? Oh.iyaa…wooo.. aku bingung, kenapa kita merayakan Hari Kartini dengan memakai kain kebaya?…Pertanyaanku berhenti di batas pemikiran saja…kami terburu-buru masuk kelas masing-masing.
Menjelang tidur, aku baru sempat membuka-buka Koran pagi….artikel tentang Hari Kartini menjadi headline sebuah harian pagi…Iya..ya…hari ini adalah Hari Kartini pikirku…dan kembali aku “menelan” pikiran tersebut, karena aku lebih memilih tidur…hari itu demikian melelahkan.

Hari ini aku membuka laptop dengan niat yang pertama, untuk menulis tentang Hari Kartini. AKu yakin sebelum menulis tentang hal itu, aku tidak bisa mengerjakan hal lain.
Hari Kartini, saat ini tidak hanya kusikapi dengan mempersiapkan baju…tidak berfikir dengan berpuas diri mengingat Perempuan Indonesia demikian mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang pekerjaan dan berbagai disiplin ilmu.

Apa perjuangan RA Kartini?….Bukankah perjuangan RA Kartini sekedar konsep? Belum memberikan bukti nyata seperti pejuang perempuan Indonesia lainnya, demikian pendapat seorang perempuan yang kita kenal namanya. Menurut saya, ada yang salah dalam pemikiran tersebut. Hari RA Kartini pantas diperingati, RA Kartini sangat pantas sebagai pahlawan emansipasi perempuan. Walaupun hasil karya terbesarnya adalah hanya sebatas pemikiran yang tertuang pada sebuah buku “Habis gelap terbitlah terang”. Pemikirannya bukan pemikiran yang biasa bagi kalangannya, bagi kaum perempuan di jamannya. Pemikirannya adalah sesuatu yang luar biasa, dasyat dan spektakuler. Pemikirannya merupakan benih yang tumbuh dan menjadi pohon dengan banyak ranting seperti sekarang. Tanpa adanya benih tersebut, tidak akan pernah ada pohon rindang seperti sekarang ini.
Benih yang ditebar RA Kartini adalah:
• Penolakan terhadap poligami dan perbedaan status kebangsawanan serta penolakan terhadap diskriminasi perempuan dan pria.
• Supaya perempuan dapat menghindari poligami dan tidak dibedakan berdasarkan status kebangsawanannya, maka solusi yang diupayakan adalah meningkatkan pendidikan perempuan.
• Pendidikan perempuan menurutnya adalah solusi agar perempuan mempunyai pilihan dan dapat disejajarkan dengan pria.
Mengapa ‘benih’ tersebut merupakan pemikirna yang spektakuler atau luar biasa pada saat itu?
• RA Kartini adalah seorang perempuan yang berasal dari golongan bangsawan. Empatinya terhadap Ibunya yang bukan bangsawan demikian menyentuh hati. Bagaimana kesedihan yang harus ditanggung menyaksikan Ibunya harus seatap dengan madunya yang seorang bangsawan. Bagaimana Ibunya harus mengalami diskriminasi status kebangsawanan, dan kesedihasn dimadu. Di sisi lain bagaimana RA Kartini juga memiliki empati mendalam terhadap Ibundanya (Ibu tirinya) yang karena status bangsawannya dipilih sebagai seorang ‘permaisuri’ dan bertanggungjawab terhadap semua anak-anaknya, termasuk anak dari madunya. Kalau beliau ‘orang biasa’, maka keadaan tersebut tidaklah melahirkan pemikiran-pemikiran pemberontakan. Karena bagaimanapun fasilitas yang diterima adalah fasilitas kelas satu di jamannya. Empati luar biasa yang mengalahkan kenikmatan sajian ‘kelas satunya’.
• Saat itu, RA kartini mempunyai solusi bagi kaumnya, yaitu meningkatkan pendidikan. Dia ingin menjadi contoh bagi kaumnya. Perjuangannya untuk hal itu menemui jalan buntu. Di jamannya, maupun jaman sekarang, menemukan solusi atas sebuah masalah tidaklah mudah. Apalagi dilakukan oleh seorang perempuan, di jaman perempuan dipandang sebagai sebuah objek ketimbang subjek. Apalagi sebuah solusi untuk kepentingan kaumnya. Perempuan harus meningkatkan pendidikannya adalah sebuah solusi yang luar biasa.
• RA Kartini berpendapat, dengan perempuan dapat meningkatkan pendidikannya, maka perempuan tersebut dapat menentukan pilihan hidupnya. Dengan demikian perempuan dapat disejajarkan dengan kaum pria. Emansipasi merupakan solusi yang ditawarkan.
Apakah pertanyaan seorang teman FB di atas dapat kita jawab? Apalagi ya gagasan Kartini yang belum terwujud…..? Demikian ditulis dalam statusnya. Saya tidak perlu menjawabnya di sini. Kemajuan perempuan di Indonesia tidak dapat diragukan lagi. Tetapi apakah dengan pendidikan yang tinggi perjuangan melanjutkan pemikiran RA Kartini selesai? Apakah perempuan tidak lagi berkutat di dapur dan tidak terkungkung di rumah untuk mengurus urusan rumah tangga, sebuah kecukupan dari perjuangan? Apakah hampir di semua lini dan profesi kehadiran kaum perempuan diperhitungkan sudah mencukupi cita-cita RA Kartini?, Apakah emansipasi telah terwujud di Indonesia?
Lantas, mengapa segudang masalah perempuan masih menghadang? Kekerasan, minimnya akses pendidikan. Kesehatan reproduksi, sumber daya ekonomi dan perdagangan perempuan (trafficking) masih menjadi isu yang diperjuangkan oleh LSM, organisasi perempuan serta kaum feminis dan masyarakat pemerhati perempuan?
Artinya perjuangan perempuan masih panjang. Dan hari ini, satu hari setalah perayaan Hari RA Kartini di tahun 2009 ini, aku memilih memikirkan dan menuliskan hal ini dibanding harus mengenakan baju yang sama dengan RA Kartini. Aku ingin memakai “semangat”nya saja dibanding bajunya. Selamat Hari Kartini…..

Salam manis
Ririn Wulandari, 22 April 2009

Oleh: ririnwulandari | April 19, 2009

Rasa ini

Bagaimana aku mengatakan
padamu
padanya
dan pada mereka
kalau ramuan rasaku begitu komplit
kubiarkan campur aduk…
tergulung dalam kepompong…
kepompong..kupu- kupu ..kepompong..kupu-kupu
silih berganti membentuk irama keteraturan…
pun matahari tak mengabaikan
bayang bayang siluet yang tak beranjak….
mengkristal menyendiri….
bola siluet..sebentuk wajah….

Oleh: ririnwulandari | April 16, 2009

Luka tapi tak melukai

Rahangmu masih saja menonjol diantara ke dua pipimu

Gemeletuk…membuyarkan anganku

Sendekap acuhmu adalah pemandangan tak jua usai

Menjadikanku  karang di pinggir pantai

Membuatmu tak juga mengendorkan urat lehermu..

Keindahan ini mencemburuimu

Melukaimu…katamu ditingkahi gelombang

Menjadi ornamen keindahan pantai masih belum cukup bisikmu meningkahi humbusan angin

Sebuah kecukupan ketika aku menjadi apapun yang kau suka….

Ornamen pantai juga…Angin juga….ombak juga…pasir juga…..

Menjadi ombak…angin…pasir …semua luka dan melukai

Lihat…

pori poriku terkikis ombang bergulung gulung…

Luka…tapi tidak melukai

Lukaku menjadikanku ornamen keindahan

Bentukku yang semakin abstrak menjadikanku sebuah  keunikan

pelengkap cerianya sebuah pantai…

Memandang mereka bergelayut..tertawa..berkejaran..

Adalah imbalan yg kudapat untuk lukaku…

Kubiarkan luka…tapi tak melukai

Tulisan Sebelumnya »

Kategori